GPNesia.com – Marc Marquez secara terbuka memberikan pernyataan paling tegasnya sejauh ini terkait peluang juara dunia MotoGP 2026 setelah mengalami kecelakaan di Grand Prix Spanyol.
Pembalap utama tim pabrikan Ducati itu mengakui bahwa saat ini dirinya belum memiliki kecepatan yang cukup untuk bersaing dalam perebutan gelar.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kritik tersebut ditujukan pada performa pribadinya, bukan pada motor Ducati secara keseluruhan.
Dalam balapan tersebut, adiknya, Alex Marquez, justru tampil sebagai pemenang bersama tim independen Gresini Ducati GP26, sekaligus memutus dominasi kemenangan Aprilia yang sebelumnya berlangsung selama lima seri beruntun.
Dalam keterangannya, Marc Marquez menyampaikan pendekatan realistis terhadap situasi yang dihadapinya musim ini. Ia mengakui bahwa ritme balapnya belum berada pada level terbaik untuk bisa bersaing memperebutkan gelar juara dunia.
“Saya selalu mencoba berpikir positif, tetapi juga harus realistis. Saat ini kami belum berada di performa terbaik, dan saya sendiri belum punya kecepatan untuk bertarung dalam kejuaraan dunia,” ujarnya dikutip dari motorsport.com.
Meskipun musim ini ia telah meraih dua kemenangan sprint race, termasuk di Jerez pada hari Sabtu, Marc Marquez belum berhasil kembali meraih kemenangan di balapan utama sejak Grand Prix San Marino pada September tahun lalu.
Situasi tersebut diperparah dengan beberapa insiden jatuh, meski ia menegaskan bahwa secara fisik dirinya sudah pulih sepenuhnya menjelang seri Spanyol ini.
Ia juga menilai bahwa gagal naik podium pada balapan hari Minggu menjadi hambatan besar dalam upaya bersaing di papan atas klasemen.
“Jika tidak berada di podium pada hari Minggu, sangat sulit untuk bersaing. Tapi kami akan terus berusaha memperbaiki diri sedikit demi sedikit dan menemukan kembali rasa percaya diri,” tambahnya.
Dalam balapan tersebut, Marco Bezzecchi tampil konsisten dengan finis di posisi kedua, memperlebar keunggulan poinnya meski tidak meraih kemenangan untuk pertama kalinya musim ini.
Sementara itu, Marc Marquez harus puas turun ke posisi kelima klasemen sementara dengan selisih 44 poin dari Bezzecchi.
Mengenai insiden kecelakaan berkecepatan tinggi yang terjadi saat mengikuti adiknya di Sirkuit Spanyol, ia merespons dengan tenang dan tidak menyalahkan faktor eksternal seperti angin yang disebut-sebut memengaruhi kecelakaan di tikungan cepat Criville.
“Kadang menang, kadang jatuh, kadang kalah. Hari ini giliran kami yang jatuh,” ujar Marc Marquez dengan nada reflektif.
Ia juga menegaskan bahwa keselamatannya menjadi prioritas utama ketika motor mulai kehilangan kendali, dan ia memilih masuk ke area gravel dengan cara yang lebih aman untuk menghindari benturan lebih parah dengan motornya yang sempat terlempar keras.
“Saat motor mulai menutup arah, saya tidak mencoba menyelamatkan kecelakaan. Saya memilih masuk gravel dengan posisi aman,” jelasnya.
Meski hasil akhir tidak sesuai harapan, ia tetap melihat sisi positif dari akhir pekan di Jerez. Menurutnya, ia masih menikmati sensasi berkendara meski hanya bisa menyelesaikan beberapa lap dalam balapan utama.
Marc Marquez menegaskan bahwa timnya sebelumnya menargetkan posisi tiga atau empat, dan tanpa insiden tersebut hasil tersebut sangat mungkin tercapai.
Ia pun menutup komentarnya dengan sikap pasrah namun optimistis, menyatakan bahwa balapan selalu menghadirkan ketidakpastian dan yang terpenting adalah melanjutkan perjalanan di seri berikutnya.
