Lando Norris Akui Keputusan Ban Jadi Awal Petaka McLaren di GP Kanada 2026

Avatar photo
Lando Norris Akui Keputusan Ban Jadi Awal Petaka McLaren di GP Kanada 2026
FOTO: FORMULA1.COM

GP Nesia – Pembalap McLaren, Lando Norris, mengungkapkan bahwa kegagalannya menyelesaikan balapan di Grand Prix Kanada 2026 menjadi akhir yang pahit sekaligus “mengakhiri penderitaan” bagi dirinya dan tim.

Meski harus mengakhiri lomba lebih cepat, Lando Norris tetap berusaha melihat sisi positif dari performa McLaren sepanjang akhir pekan di Sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal.

Balapan yang berlangsung pada Minggu (24/5) itu diawali dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.

Prediksi hujan yang muncul sebelum start membuat sejumlah tim mengambil keputusan strategis berbeda, termasuk McLaren yang memilih memasang ban intermediate untuk mobil Norris dan rekan setimnya, Oscar Piastri.

Namun strategi tersebut ternyata tidak berjalan sesuai harapan. Kondisi lintasan tidak cukup basah untuk mendukung performa optimal ban intermediate, sehingga keputusan itu justru menjadi kerugian besar bagi tim asal Inggris tersebut.

Meski demikian, Lando Norris sempat tampil impresif pada awal lomba. Pembalap asal Inggris itu melakukan start agresif dan berhasil memimpin di depan dua mobil Mercedes pada beberapa lap awal.

Akan tetapi, keuntungan tersebut tidak bertahan lama karena ia harus segera masuk pit untuk mengganti ban intermediate dengan ban slick.

Pergantian strategi yang cepat membuat posisinya melorot di klasemen sementara balapan. Upaya Norris untuk bangkit juga tidak berjalan mulus setelah ia kembali dipanggil masuk pit akibat kendala teknis pada mobilnya.

Situasi semakin sulit ketika pembalap berusia 26 tahun itu mulai menemukan ritme balapan.

Harapan untuk memperbaiki posisi akhirnya pupus setelah ia melaporkan adanya dugaan masalah pada gearbox mobil McLaren miliknya.

Tim kemudian memutuskan untuk menarik mobilnya dari balapan, mengakhiri hari berat McLaren di GP Kanada 2026.

BACA JUGA:  David Coulthard: Perubahan Peran Mark Webber di Sisi Lintasan Oscar Piastri Dinilai Wajar

Mengenang momen tersebut, Lando Norris menjelaskan bahwa keputusan memakai ban intermediate sebenarnya diambil berdasarkan prediksi cuaca yang nyaris menguntungkan mereka.

“Intinya, jika hujan bergeser satu persen lagi, saya rasa itu akan sangat cocok untuk saya. Tapi kenyataannya justru berubah satu persen ke arah lain dan hal seperti itu memang sulit diprediksi,” ujar Norris.

Ia menilai keputusan tersebut tidak sepenuhnya salah karena sempat memberikan keuntungan pada lap awal. Namun pada akhirnya strategi itu tetap menjadi pilihan yang keliru dan harus diterima oleh tim.

“Jelas itu bukan keputusan buruk untuk Lap 1 karena pada beberapa momen semuanya berjalan baik. Tetapi pada akhirnya itu tetap keputusan yang salah dan kami harus menerimanya serta belajar dari informasi yang kami miliki agar bisa membuat keputusan lebih baik di balapan berikutnya,” lanjutnya.

Pembalap McLaren itu juga mengakui dirinya ikut mendukung strategi tersebut sehingga tidak ingin sepenuhnya menyalahkan tim.

Menurutnya, setelah berbagai masalah muncul sepanjang balapan, kegagalan finis terasa seperti akhir dari penderitaan panjang yang dialami tim pada hari itu.

“Kami mencoba memaksimalkan balapan setelah itu, tetapi kami mengalami beberapa masalah dan akhirnya gagal finis yang membuat kami tersingkir. Jadi ya, itu seperti mengakhiri penderitaan kami,” kata Lando Norris.

Walau hasil akhir sangat mengecewakan, Norris tetap melihat banyak hal positif dari performa McLaren selama akhir pekan di Montreal.

Ia menilai timnya mampu memberikan tekanan besar kepada Mercedes, sesuatu yang menurutnya tidak bisa dilakukan tim lain pada balapan tersebut.

Saat ditanya mengenai evaluasi keseluruhan akhir pekan, Norris menegaskan bahwa dirinya masih optimistis dengan perkembangan McLaren musim ini.

“Sulit melihat sisi positifnya sekarang, tetapi saya tetap merasa positif. Mobil kami sebenarnya bekerja dengan baik,” ujarnya.

BACA JUGA:  Regulasi Power Unit Bikin Tim Pelanggan F1 Hadapi Tekanan Besar di GP Miami Sprint

Ia mengakui mobil McLaren masih sulit dikendalikan dalam kondisi dingin seperti yang terjadi di Kanada. Meski begitu, Norris percaya hampir semua pembalap mengalami tantangan serupa akibat temperatur lintasan yang rendah.

Menurutnya, duel ketat melawan Mercedes menjadi bukti bahwa McLaren memiliki potensi besar untuk terus bersaing di papan atas Formula 1 musim ini.

“Kami memberikan perlawanan yang bagus kepada Mercedes dan tidak ada tim lain yang benar-benar mampu melakukan itu. Kami harus mengambil sisi positif tersebut, mempelajari apa yang perlu ditingkatkan untuk balapan berikutnya, karena masih banyak hal yang bisa kami benahi. Saya tetap antusias menghadapi masa depan,” tutup Norris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *