GPNesia.com – Kimi Antonelli kembali menjadi sorotan setelah menegaskan bahwa dirinya tidak boleh lengah meski telah unggul 43 poin atas rekan setimnya di Mercedes, George Russell, dalam klasemen kejuaraan usai Grand Prix Kanada 2026 di Sirkuit Gilles Villeneuve.
Dalam situasi persaingan internal tim yang semakin panas, Kimi Antonelli tetap memilih untuk meredam euforia dan menjaga konsentrasi penuh pada setiap balapan.
Kemenangan di Kanada menjadi tambahan penting dalam catatan impresifnya musim ini, setelah sebelumnya ia juga sukses meraih hasil terbaik di China, Jepang, dan Miami.
Pada balapan di Montreal, Kimi Antonelli memanfaatkan sepenuhnya kendala teknis serius yang dialami Russell ketika keduanya sedang bertarung ketat di posisi terdepan.
Hasil ini membuat jarak poin keduanya bahkan lebih besar dibandingkan selisih poin antara duo McLaren, Lando Norris dan Oscar Piastri, dalam perebutan gelar musim 2025, sementara kalender Formula 1 kini mulai memasuki rangkaian seri Eropa yang padat.
Meski berada dalam posisi unggul, Kimi Antonelli menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terlena. Ia menyebut tidak sedang memikirkan peluang juara dan lebih memilih menjalani pendekatan dari satu balapan ke balapan berikutnya.
Ia juga menolak anggapan bahwa jeda kompetisi bisa menjadi alasan untuk bersantai, karena menurutnya justru di momen seperti ini peningkatan performa harus terus dilakukan agar tetap kompetitif menghadapi tekanan dari para rival yang semakin dekat.
“Para pesaing semakin mendekat, dan George juga sangat cepat,” demikian penekanan Antonelli yang dikutip dari laporan Formula1.com.
Ia menambahkan bahwa fokus utama adalah menjaga performa diri sendiri, menikmati proses balapan, serta terus mendorong batas kemampuan mengemudi secepat mungkin tanpa kehilangan konsistensi.
Dalam refleksi tambahan, Kimi Antonelli juga mengulas pertarungan sengit dengan Russell, terutama pada paruh awal balapan di Montreal yang berlangsung penuh tekanan, serta duel ketat yang sebelumnya terjadi di sesi Sprint.
Ia menggambarkan duel tersebut sebagai pertarungan yang intens, dengan momen-momen menegangkan ketika keduanya saling menekan demi meraih posisi terdepan.
Menurutnya, duel itu menjadi tontonan menarik karena kedua pembalap sama-sama mengambil risiko besar dan tampil maksimal.
“Pertarungan itu berat,” ungkap Antonelli, menggambarkan intensitas duel di lintasan.
Ia menilai bahwa aksi saling serang tersebut justru membuat balapan lebih menghibur bagi penonton, sekaligus menjadi pengalaman berharga karena keduanya tampil tanpa menahan diri dalam perebutan kemenangan.
Kemenangan terbaru tersebut juga memastikan Mercedes tetap mempertahankan rekor tak terkalahkan sepanjang musim 2026.
Paket pembaruan besar yang dibawa ke Montreal diyakini memperkuat dominasi tim di papan atas, meskipun Kimi Antonelli menilai masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan pasti.
Ia menyoroti bahwa kondisi akhir pekan di Kanada cukup unik akibat fluktuasi suhu dan karakteristik lintasan yang memengaruhi performa ban secara signifikan.
“Sejujurnya kami belum terlalu yakin dengan paket ini,” ujarnya, menekankan bahwa kesulitan utama datang dari sulitnya menjaga ban tetap berada pada suhu kerja ideal.
Ia menambahkan bahwa faktor tersebut sangat memengaruhi performa secara keseluruhan, dan evaluasi yang lebih akurat baru akan terlihat dalam beberapa seri balapan berikutnya saat kondisi lebih stabil dan representatif.





