Kasma Daniel Kasmayudin Menang Dramatis di SS600 ARRC 2026 Buriram

Kasma Daniel Kasmayudin Menang Dramatis di SS600 ARRC 2026 Buriram
Kasma Daniel Kasmayudin Menang Dramatis di SS600 ARRC 2026 Buriram. sumber: asiaroadracing.com

GPNesia.com – Balapan pembuka kelas SS600 pada putaran kedua Kejuaraan Balap FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, menyuguhkan salah satu pertarungan paling menegangkan musim ini.

Laga penuh adrenalin tersebut akhirnya dimenangkan oleh pembalap Malaysia dari HONG LEONG YAMAHA RACING, Kasma Daniel Kasmayudin, yang memastikan kemenangan melalui selisih waktu yang sangat tipis di garis finis.

Sejak lampu start dipadamkan, balapan langsung berjalan dalam tempo tinggi. Thanat Laoongplio dari HONDA RACING THAILAND tampil agresif dan langsung memimpin jalannya lomba di depan publik tuan rumah. Namun keunggulan itu tidak bertahan lama, karena Anupab Sarmoon dari YAMAHA THAILAND RACING TEAM segera mengambil alih kendali dan membuat persaingan di grup depan semakin panas.

Dari baris kedua, Kasma Daniel Kasmayudin perlahan namun pasti merangsek ke posisi terdepan. Sementara itu, Wahyu Nugroho dari YAMAHA RACING INDONESIA yang sebenarnya mengamankan pole position harus memulai dari posisi belakang akibat penalti. Meski demikian, ia tampil agresif dan sukses menyalip banyak pembalap pada lap-lap awal, memperkaya dinamika persaingan di lintasan.

Sejak awal hingga pertengahan lomba, kecepatan para pembalap berada di level sangat tinggi, dengan catatan lebih dari 250 km/jam di lintasan lurus. Pertarungan di grup terdepan berubah menjadi duel strategi yang nyaris tanpa celah, layaknya permainan catur berkecepatan tinggi, di mana setiap tikungan menjadi kesempatan untuk melakukan manuver penentuan posisi.

Memasuki pertengahan lomba, McKinley Kyle Paz dari HONG LEONG YAMAHA RACING sempat mengambil alih posisi terdepan. Bahkan, pada satu fase balapan, lima pembalap terdepan hanya terpaut kurang dari satu persepuluh detik, menandakan betapa ketatnya persaingan di kelas SS600 kali ini.

Ketegangan semakin meningkat pada lap ke-8 ketika McKinley melancarkan beberapa serangan bertubi-tubi terhadap Thanat. Setelah beberapa upaya, ia berhasil menyalip, namun posisi kembali berubah dalam hitungan saat, memperlihatkan betapa sulitnya mempertahankan posisi di grup depan.

Situasi berubah semakin dramatis pada lap-lap akhir ketika balapan mengerucut menjadi pertarungan empat pembalap utama: Thanat Laoongplio, Anupab Sarmoon, McKinley Kyle Paz, dan Kasma Daniel Kasmayudin. Setiap zona pengereman menjadi arena pertarungan terbuka, dengan peluang salip-menyalip terjadi hampir di setiap tikungan.

Drama mencapai puncaknya pada lap ke-11 ketika McKinley mengalami sedikit selip di tikungan terakhir saat masih berada dalam perebutan posisi terdepan. Kesalahan kecil tersebut membuat peluang kemenangan semakin terbuka lebar menjelang lap penentuan.

Di lap terakhir, Thanat terlihat berada di posisi paling depan dan tampak berpeluang besar meraih kemenangan kandang yang sangat emosional. Namun tekanan dari Anupab dan Kasma Daniel Kasmayudin yang terus membuntuti membuat situasi tetap tidak aman hingga tikungan terakhir.

Pada momen penentuan, Kasma mengambil risiko besar dengan menyusup dari sisi dalam pada tikungan terakhir. Manuver tersebut membuatnya sejajar dengan Thanat dalam sprint menuju garis finis yang berlangsung sangat ketat dan menegangkan.

Hasil akhir menunjukkan selisih yang hampir tidak terlihat. Kasma Daniel Kasmayudin berhasil melintasi garis finis lebih cepat hanya dengan keunggulan 0,003 detik. Ia mencatat waktu 20 menit 06,403 detik, mengungguli Thanat yang membukukan 20 menit 06,406 detik. Sementara itu, Anupab Sarmoon finis di posisi ketiga dengan catatan waktu 20 menit 06,544 detik.

Kemenangan dramatis tersebut menjadi salah satu finis terketat dalam sejarah balapan SS600 ARRC, sekaligus mempertegas ketatnya persaingan antar pembalap papan atas musim ini.

Usai balapan, Kasma Daniel Kasmayudin mengungkapkan bahwa lomba tersebut merupakan salah satu yang paling berat yang pernah ia jalani. Ia menjelaskan bahwa sejak awal dirinya fokus menjaga kondisi ban agar tetap optimal hingga akhir balapan, karena ia menyadari bahwa strategi terlalu agresif di awal justru bisa merugikan di lap terakhir.

Ia juga menuturkan bahwa pada beberapa fase lomba dirinya sempat turun ke posisi empat hingga lima akibat pertarungan ketat dan saling salip antar pembalap. Namun kesabaran menjadi kunci hingga akhirnya peluang emas muncul di tikungan terakhir, yang berhasil dimanfaatkan dengan sempurna untuk meraih kemenangan.

Menurutnya, keberhasilan tersebut juga sedikit dipengaruhi faktor keberuntungan, mirip dengan momen kemenangan yang pernah ia rasakan pada musim sebelumnya. Ia menegaskan bahwa keputusan untuk menyerang di tikungan terakhir adalah hasil insting dan perhitungan cepat dalam situasi yang sangat krusial.

Dengan kemenangan ini, Kasma Daniel Kasmayudin kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu penantang kuat dalam perebutan gelar musim 2026, sekaligus membawa momentum penting bagi tim HONG LEONG YAMAHA RACING menuju balapan berikutnya.

Add as preferred source on Google
Exit mobile version