GPNesia.com – Balapan pembuka kategori AP250 pada putaran kedua FIM Asia Road Racing Championship 2026 di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, menghadirkan tontonan penuh drama dan adrenalin tinggi. Dalam lomba yang sarat aksi saling salip tanpa henti serta kejutan di setiap lap, pembalap pengganti dari Honda Racing Vietnam, Hiroki Ono, sukses mencuri perhatian dunia dengan kemenangan sensasional pada Race 1.
Sejak sesi kualifikasi, pembalap Jepang tersebut sudah menunjukkan potensi besar dengan mencatatkan waktu 1 menit 51,323 detik dan mengamankan posisi start kedua. Hasil itu menempatkannya sebagai salah satu kandidat kuat juara, meski jalannya balapan kemudian berkembang jauh lebih liar dari perkiraan banyak pihak di bawah teriknya cuaca Buriram.
Dari garis start, Krittapat Keankum dari Yamaha Thailand Racing Team langsung melesat sempurna dan merebut holeshot di depan publik tuan rumah. Di belakangnya, Panjaruch Chitwirulchat dari Honda Racing Thailand, Hiroki Ono, Fahmi Basam dari Yamaha LFN HP969 Indonesia Racing Team, serta Rheza Danica Ahrens dari Astra Honda Racing Team membentuk kelompok terdepan yang sangat kompetitif sejak awal.
Persaingan berubah cepat menjadi duel strategi yang intens. Pada lap kedua, Panjaruch berhasil mengambil alih posisi terdepan, sementara pembalap Jepang itu memilih pendekatan lebih sabar dengan terus membuntuti kelompok depan sambil menunggu momen tepat untuk menyerang. Setiap lap menghadirkan pergantian posisi yang membuat kelompok terdepan sulit terpisahkan.
Ketegangan semakin meningkat ketika Panjaruch mencatat waktu cepat 1 menit 51,945 detik pada lap keempat, lalu kembali meningkatkan performanya menjadi 1 menit 51,348 detik pada lap kesembilan. Namun catatan waktu impresif itu belum cukup untuk menjauh dari tekanan ketat para rival yang terus menempel.
Memasuki lap kelima, Hiroki Ono mulai menunjukkan agresivitasnya dengan menembus ke posisi terdepan. Namun, posisi itu tidak bertahan lama karena Krittapat dan Panjaruch kembali melancarkan serangan balasan. Situasi semakin rumit ketika Rheza Danica Ahrens, Irfan Ardiansyah dari Astra Honda Racing Team, Peerapong Luiboonpeng dari ONE FOR ALL, hingga Andi M. Fadly dari Pro Power Antares MT Kawasaki ikut bergabung dalam rombongan depan, menjadikan balapan seperti perang strategi yang sangat ketat.
Hiroki Ono kembali menjadi sorotan ketika memasuki fase akhir balapan. Saat memasuki lap terakhir, ia unggul tipis atas Panjaruch, sementara Teeranai Tubtim dari Yamaha Thailand Racing Team, Rheza Danica Ahrens, serta Krittapat Keankum terus membayangi dari belakang dengan jarak sangat rapat.
Dalam tekanan besar di tikungan terakhir, Hiroki Ono berhasil mempertahankan posisinya hingga garis finis dengan catatan waktu 18 menit 48,695 detik. Kemenangan ini menjadi momen istimewa karena diraih dalam debutnya sebagai pembalap pengganti di kelas AP250, sekaligus menandai salah satu penampilan paling impresif di seri ini.
Di belakangnya, Rheza Danica Ahrens melakukan manuver luar biasa pada detik-detik akhir untuk mengamankan posisi kedua, hanya terpaut 0,114 detik dari sang pemenang. Sementara itu, Panjaruch Chitwirulchat harus puas melengkapi podium di posisi ketiga di depan pendukung tuan rumah yang tetap memberikan apresiasi atas pertarungan sengit.
Fahmi Basam nyaris mengamankan podium dengan finis di posisi keempat, hanya terpaut 0,119 detik dari Panjaruch. Adapun Krittapat Keankum yang sempat memimpin sebagian besar balapan harus rela turun ke posisi kelima setelah kehilangan momentum di fase akhir lomba.
Dalam pernyataannya usai balapan, Hiroki Ono mengungkapkan rasa haru dan kebahagiaannya.
“Ini adalah pengalaman pertama saya balapan di kategori AP250, dan jujur saja, ini adalah pengalaman yang luar biasa bagi saya. Balapan sangat intens, dan saya sangat menikmati persaingan ketat dengan pembalap lain lap demi lap. Itu sama sekali tidak mudah. Persaingan sangat ketat dan menantang. Akhirnya finis di posisi pertama membuat saya sangat bahagia dan emosional karena hasil ini sangat berarti bagi saya, terutama di balapan AP250 pertama saya. Kemenangan ini bukan hanya untuk diri saya sendiri. Saya ingin mendedikasikannya kepada tim saya atas semua kerja keras, kepercayaan, dan dukungan mereka sepanjang perjalanan ini. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua penggemar Jepang yang telah mendukung dan menyemangati saya. Dorongan mereka memberi saya motivasi ekstra, dan saya sangat bersyukur dapat berbagi momen spesial ini dengan mereka.”
Kemenangan tersebut menegaskan betapa kompetitifnya kelas AP250 musim 2026, sekaligus menjadi salah satu cerita paling dramatis di Buriram, ketika strategi, kecepatan, dan ketenangan berpadu dalam satu balapan yang sulit dilupakan.
