GPNesia.com – Pembalap Aprilia, Jorge Martín, menegaskan dirinya tetap optimistis menghadapi Grand Prix Italia meski kondisi fisiknya belum pulih sepenuhnya usai rangkaian insiden yang dialaminya di Barcelona.
Rider asal Spanyol tersebut mengakui efek dari beberapa kecelakaan saat akhir pekan balapan maupun sesi pengujian mulai terasa, namun ia memilih tetap fokus menjaga performa agar tidak kehilangan momentum pada persaingan musim ini.
Dalam agenda yang berlangsung di Museum Piaggio, Martín hadir bersama rekan setimnya, Marco Bezzecchi, untuk menemui publik dan berbincang mengenai persiapan menuju seri Mugello.
Pada kesempatan itu, Jorge Martín mengungkapkan bahwa kondisinya memang belum berada pada level terbaik, tetapi ia tetap percaya diri bisa tampil kompetitif.
“Ya, saya membaik, walaupun tentu belum 100 persen. Namun dalam dunia balap, kondisi seperti itu sudah cukup biasa. Saya berharap dalam beberapa hari ke depan tubuh saya semakin baik dan saya bisa merasa nyaman saat mengendarai motor. Sejauh ini kami bekerja cukup baik,” ujar Jorge Martín.
Kehadiran Jorge Martín di Museum Piaggio juga memberinya pengalaman berbeda menjelang balapan kandang Aprilia di Italia.
Ia mengaku merasakan atmosfer hangat dari para pekerja dan seluruh orang yang berada di balik layar pengembangan motor Aprilia.
Menurutnya, para pekerja pabrik memiliki peran penting dalam performa tim di lintasan, sehingga para pembalap juga merasa memiliki tanggung jawab untuk memberikan hasil terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja keras mereka.
“Suasananya luar biasa. Kadang kami lupa ada begitu banyak orang yang bekerja di belakang layar demi membantu kami tampil maksimal. Pada akhirnya, tugas kami adalah membuat mereka bangga lewat hasil yang baik dan memberikan sesuatu kembali kepada mereka. Saya merasakan banyak dukungan dan kasih sayang di Piaggio,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Martín juga berbicara mengenai motor-motor legendaris yang dipamerkan di museum.
Ia mengaku memiliki ketertarikan besar untuk mencoba motor 250cc dua tak yang menurutnya menawarkan sensasi balap paling murni dibanding motor modern saat ini.
“Saya ingin mencoba motor 250 dua tak. Menurut saya itu salah satu motor balap paling murni yang pernah ada. Dengan velg karbon, sensasinya berada di level berbeda. Saya benar-benar ingin merasakannya suatu hari nanti,” ucapnya.
Ia juga menyinggung batalnya agenda All Stars musim ini yang membuat kesempatan mencoba motor klasik tersebut belum bisa terwujud. Meski demikian, ia yakin peluang itu akan datang di kesempatan lain.
Menjelang balapan di Mugello, Jorge Martín menilai sirkuit tersebut memiliki karakter cepat dan menuntut keberanian tinggi dari setiap pembalap.
Namun di balik tantangan itu, ia justru merasa sangat nyaman karena atmosfer Italia sudah terasa seperti rumah sendiri baginya.
“Saya merasa seperti di rumah sendiri di sini. Saya memakai warna yang tepat dan selalu membela tim-tim Italia sepanjang karier saya. Karena itu saya benar-benar merasakan kedekatan dengan Italia. Mugello adalah lintasan cepat dan menyenangkan, tetapi pembalap harus punya nyali besar untuk tampil cepat di sana. Jadi kami akan mencoba menunjukkan keberanian itu,” tutur Jorge Martín sambil tertawa.






