GPNesia.com – Legenda MotoGP Jorge Lorenzo akhirnya memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang sempat ramai dibahas publik setelah ia menyebut motor Ducati untuk musim 2026 sebagai “traktor”.
Pernyataan tersebut sebelumnya memicu berbagai interpretasi di kalangan penggemar balap motor dunia.
Jorge Lorenzo, yang kini berusia 39 tahun, dikenal sebagai salah satu pembalap paling sukses dalam sejarah MotoGP.
Ia meraih tiga gelar juara dunia MotoGP pada tahun 2010, 2012, dan 2015 saat membela Yamaha.
Selain itu, ia juga pernah menjuarai Kejuaraan Dunia 250cc sebanyak dua kali, yakni pada musim 2006 dan 2007, yang semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu ikon balap Grand Prix.
Kontroversi bermula ketika Jorge Lorenzo tampil dalam sebuah episode podcast Duralavita. Dalam kesempatan tersebut, ia membandingkan karakter motor Ducati dan Aprilia generasi terbaru.
Ia menyebut bahwa motor Aprilia memiliki karakter yang sangat stabil dan lincah, sementara Ducati, dalam pandangannya saat itu, terasa seperti “traktor”.
Dalam pernyataannya di podcast tersebut, ia mengatakan: “Motor Aprilia luar biasa; motor ini menempel di jalan dan berbelok seperti motor mini, sedangkan Ducati terasa seperti traktor.”
Komentar itu kemudian menyebar luas dan memicu diskusi, terutama karena Ducati dikenal sebagai salah satu motor paling kompetitif di grid MotoGP modern.
Namun, dalam wawancara lanjutan dengan media Spanyol Marca, Jorge Lorenzo memberikan penjelasan lebih rinci mengenai maksud dari komentarnya tersebut.
Ia menegaskan bahwa tidak ada niat buruk atau merendahkan performa Ducati, melainkan hanya menggambarkan karakter fisik dan teknis motor tersebut dibandingkan Aprilia.
Menurutnya, istilah “traktor” digunakan karena Ducati memiliki karakter yang “lebih besar, lebih kasar, dan sedikit lebih berat”, terutama saat memasuki tikungan.
Ia menegaskan kembali bahwa pernyataannya bukanlah bentuk kritik berlebihan.
“Begitulah yang terjadi. Tapi yang ingin saya jelaskan adalah bahwa Ducati lebih besar, lebih kasar, sedikit lebih berat, terutama saat menikung… Bukan berarti itu bencana,” ujar Jorge Lorenzo dalam klarifikasinya.
Ia juga menambahkan bahwa Ducati tetap merupakan motor yang sangat kompetitif dan terbukti mampu memenangkan banyak balapan.
Bahkan, menurutnya, performa Ducati tidak tertinggal jauh dari Aprilia dalam beberapa aspek.
“Jelas, ini bukan bencana; ini motor yang sangat kompetitif yang memenangkan balapan dan tidak jauh tertinggal dari Aprilia,” lanjutnya.
Lebih jauh, Jorge Lorenzo mengaku sudah memperhatikan performa Aprilia sejak sesi pramusim. Ia menilai motor tersebut menunjukkan keunggulan dalam hal kemudahan dikendalikan saat menikung serta kecepatan masuk tikungan yang sangat baik.
“Sejak pramusim, ketika saya melihat bagaimana Aprilia beraksi di lintasan, saya berkata, ‘Motor ini akan menang,’ karena motor ini lebih mudah dikendalikan saat menikung, memiliki kecepatan menikung yang jauh lebih baik,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti bahwa keunggulan Aprilia tidak hanya terlihat dari tim pabrikan, tetapi juga dari para pembalap seperti Ogura dan Raúl Fernández yang mampu tampil kompetitif, menunjukkan bahwa motor tersebut memang memiliki karakter khusus yang mendukung performa mereka.
Selain itu, Jorge Lorenzo juga memberikan pujian khusus terhadap motor Aprilia 2026 yang menurutnya sangat mengesankan.
Ia menggambarkan motor tersebut sebagai unit yang sangat lincah, kompak, dan mudah dikendalikan di berbagai kondisi lintasan.
“Ini mengesankan. Sangat kompak, sangat rendah, dan sangat lincah. Sangat mudah miring, seperti menempel di tanah,” katanya.
Ia bahkan menambahkan bahwa motor tersebut unggul terutama pada tikungan tajam, baik ke kiri maupun ke kanan, yang menjadi salah satu faktor penting dalam kompetisi MotoGP modern.
Sebagai penutup analisisnya, Jorge Lorenzo menyampaikan pandangan tajam bahwa jika Ducati tidak melakukan pengembangan signifikan sebelum musim dimulai, maka mereka bisa kesulitan menghadapi kompetitor.
“Saya yang memiliki mata tajam karena telah mengamati ini sepanjang hidup saya langsung melihatnya. Jika Ducati tidak melakukan apa pun antara sekarang dan awal musim, itu akan menjadi mustahil,” ujarnya.






