Joan Mir Puas Raih Posisi Keenam di Sprint Race MotoGP Prancis 2026

Joan Mir MotoGP Prancis 2026

GPNesia.com – Pembalap Honda HRC Castrol, Joan Mir mengaku puas setelah mampu menyelesaikan sprint race MotoGP Prancis 2026 di posisi keenam pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Le Mans, Sabtu (9/5/2026).

Hasil tersebut dinilai menjadi salah satu penampilan terbaiknya bersama Honda di tengah berbagai kendala performa motor yang masih dirasakan sepanjang musim ini.

Dalam sprint race tersebut, Joan Mir mampu keluar dari tekanan dan kesulitan yang selama ini kerap menghantui Honda.

Pembalap asal Spanyol itu bahkan dapat menikmati duel sengit melawan Fabio Quartararo yang tampil impresif di hadapan publik tuan rumah.

“Ini adalah posisi keenam yang sesungguhnya,” ujar Joan Mir usai balapan. Pembalap bernomor 36 itu mengungkapkan bahwa dirinya mulai menemukan pendekatan berbeda terkait titik pengereman di lintasan Le Mans.

“Saya mencoba melakukan hal-hal secara berbeda dibandingkan dengan apa yang dilakukan Honda,” kata Joan Mir.

Menurut mantan juara dunia MotoGP tersebut, balapan sprint kali ini berlangsung sangat kompetitif dan penuh tantangan.

Ia menilai konsistensi menjadi faktor penting karena tidak semua pembalap mampu menghindari kesalahan selama balapan berlangsung.

“Saya pikir ini balapan yang bagus, balapan yang menantang. Balapan yang bagus juga bagi Fabio dan Pedro. Saya pikir tidak membuat kesalahan sama sekali itu sulit dan tidak semua orang bisa melakukannya, jadi saya senang dengan cara saya mengemudi dan hasilnya,” ujarnya.

Meski berhasil finis di posisi keenam, Joan Mir mengakui dirinya dan tim Honda tetap berharap bisa meraih hasil lebih baik. Namun ia menilai posisi tersebut sudah menjadi capaian maksimal berdasarkan paket motor yang dimiliki saat ini.

“Memang benar kami selalu mengharapkan lebih, tapi ini adalah posisi keenam yang sesungguhnya. Tidak ada yang lain yang memiliki potensi untuk bersaing dengan lima besar. Saya rasa dengan paket kami, kami telah meraih lebih dari yang seharusnya bisa dicapai oleh paket itu sendiri,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa langkah berikutnya bagi Honda adalah mengendalikan risiko ketika bertarung di grup kedua. Dengan begitu, peluang memanfaatkan kesalahan rival untuk mendapatkan posisi lebih baik bisa terbuka.

“Sekarang yang harus kami lakukan adalah mengendalikan risiko pertarungan di grup kedua dan jika ada yang melakukan kesalahan, manfaatkan itu untuk meraih sesuatu yang lebih besar,” lanjutnya.

Dalam balapan tersebut, Mir dan motor Honda miliknya harus bertarung ketat melawan Quartararo yang menggunakan Yamaha. Ia mengungkapkan masih ada kelemahan yang perlu diperbaiki, terutama terkait traksi saat masuk dan keluar tikungan.

“Prioritas kami tetap meningkatkan traksi saat masuk dan keluar tikungan. Di ujung lurus melawan Fabio, pada bagian awal akselerasi dia lebih cepat, lalu saya bisa mengejar ketertinggalan,” jelasnya.

Mir menilai karakteristik Honda dan Yamaha sangat berbeda. Saat pengereman, dirinya merasa mampu masuk tikungan dengan kecepatan lebih tinggi. Namun Quartararo dinilai memiliki keunggulan ketika mulai membuka gas keluar tikungan.

“Saat pengereman, saya bisa masuk tikungan dengan kecepatan lebih tinggi, tapi kemudian dia bisa memutar gas lebih dalam. Ini motor yang benar-benar berbeda, tapi dia hebat karena tidak membuat kesalahan,” katanya.

Selain itu, Joan Mir juga mengungkapkan dirinya mulai memahami cara memanfaatkan titik pengereman secara optimal di Le Mans. Menurutnya, tidak semua sirkuit memberikan kesempatan yang sama dalam memaksimalkan teknik tersebut.

“Itulah sebabnya tidak selalu mudah untuk konsisten di setiap sirkuit, karena tidak semua sirkuit memiliki banyak titik pengereman. Di sini ada beberapa titik, dan Anda bisa membuat perbedaan dengan mendekati tikungan dengan cara yang berbeda,” tutur Joan Mir.

Ia menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar adalah memahami batas maksimal penggunaan ban depan. Kondisi minim cengkeraman membuatnya harus lebih berhati-hati agar tetap kompetitif sepanjang balapan.

“Salah satu kesulitan bagi saya adalah memahami sejauh mana saya bisa memaksimalkan ban depan. Mulai sekarang saya akan mencoba mengendarai motor dengan margin yang lebih besar, yang berarti lebih lambat di titik tersebut. Cengkeraman tidak ada, jadi tidak mudah melakukannya,” ucapnya.

Di akhir pernyataannya, Joan Mir kembali menegaskan bahwa dirinya berusaha mencari solusi sendiri demi meningkatkan performa motor Honda di lintasan.

“Saya lebih berusaha melakukan hal-hal secara berbeda dibandingkan dengan apa yang Honda bawa,” tutupnya.

Add as preferred source on Google
Exit mobile version