GPNesia.com – Karier pembalap Jack Miller di ajang MotoGP kini berada di persimpangan jalan yang semakin menekan.
Kontraknya bersama tim Pramac akan berakhir pada musim 2026, dan berbagai tanda di paddock menunjukkan bahwa ia sudah menyadari kemungkinan besar tidak akan lagi berstatus sebagai pembalap MotoGP pada musim berikutnya.
Situasi Jack Miller di Pramac saat ini tergolong suram, terlebih ia masih harus berjuang keras untuk mempertahankan kursinya hingga musim 2026 berakhir.
Kondisi tersebut semakin rumit karena rekan setimnya, Toprak Razgatlioglu, telah lebih dulu mengamankan kontrak hingga musim 2027, membuat posisi Miller terlihat semakin tidak aman.
Hingga saat ini, Jack Miller bahkan dilaporkan belum mendapatkan satu pun tawaran untuk musim 2027.
Ketiadaan proposal dari tim lain membuat peluangnya untuk tetap berada di MotoGP semakin menipis, bahkan mengarah pada kemungkinan besar ia akan meninggalkan kejuaraan tersebut di akhir musim terakhir kontraknya.
Dari pengamatan di paddock, bahasa tubuh dan suasana hati Miller juga dianggap mencerminkan situasi tersebut.
Ia tampak tidak lagi menunjukkan upaya agresif untuk menarik minat tim lain, seolah sudah menerima kondisi yang ada.
Jurnalis Valentin Khorounzhiy menyoroti bahwa Jack Miller bersama Alex Rins memiliki “aura pesimisme” yang kuat di lingkungan paddock MotoGP saat ini.
Keduanya dinilai tidak berusaha maksimal untuk mempromosikan diri kepada tim-tim lain yang mungkin membutuhkan jasa mereka.
Dalam podcast The Race MotoGP, Khorounzhiy menjelaskan bahwa Alex Rins sudah dipastikan tidak akan melanjutkan posisinya saat ini pada tahun depan, sementara Miller sangat mungkin meninggalkan Pramac.
Ia menegaskan bahwa nama keduanya tidak lagi sering dikaitkan dengan kursi MotoGP mana pun.
“Nama-nama itu tidak disebutkan terkait dengan kursi MotoGP mana pun dan sepertinya, dari cara Rins berbicara hari ini, saya rasa dia tidak terlalu ingin balapan di tempat lain,” ujar Khorounzhiy.
Ia juga menambahkan bahwa ada kemungkinan kecil karier mereka di MotoGP benar-benar telah mencapai akhir, mengingat sikap keduanya yang tidak menunjukkan upaya besar untuk tetap bertahan di level tertinggi balap motor tersebut.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa setiap akhir pekan, baik Rins maupun Miller kerap berada di posisi tengah bawah seperti peringkat 14 hingga 16, namun kurang mendapatkan sorotan televisi.
Situasi ini semakin memperkuat kesan bahwa mereka tidak lagi menjadi pusat perhatian kompetitif di lintasan.
Dalam percakapan yang sama, Rins bahkan merespons dengan kesan pasrah ketika ditanya mengenai minimnya perhatian eksternal terhadap performa mereka di lintasan, yang semakin memperkuat narasi pesimisme di antara pembalap yang berada di situasi serupa dengan Jack Miller.
Di sisi lain, Yamaha disebut masih sangat mengandalkan pengalaman Miller untuk pengembangan motor mereka, terutama dalam proyek mesin V4 yang sedang dikembangkan.
Masukan teknis dari Miller dinilai sangat penting bagi arah pengembangan pabrikan tersebut. Namun demikian, kontribusi tersebut belum sejalan dengan hasil di lintasan.
Miller baru mengumpulkan tiga poin sejauh musim ini, tertinggal satu poin dari rekan setimnya yang berstatus rookie, Toprak Razgatlioglu.
Di tengah ketidakpastian itu, nama Izan Guevara mulai muncul sebagai kandidat kuat untuk kursi Pramac pada musim 2027.
Pembalap Moto2 tersebut disebut memiliki klausul MotoGP dalam kontraknya, yang memungkinkannya naik kelas jika kesempatan terbuka.
Jika performa Jack Miller tidak mengalami peningkatan signifikan dalam waktu dekat, peluang Guevara untuk menggantikannya di Pramac pada 2027 diperkirakan semakin besar, sekaligus menandai babak akhir perjalanan Miller di MotoGP.





