GPNesia.com – Pembalap Aruba.it Racing Ducati, Nicolò Bulega, telah bertolak menuju Sirkuit Balaton Park untuk menghadapi putaran keempat World Superbike (WSBK) Hungaria 2026 yang akan digelar pada 1–3 Mei 2026. Seri ini menjadi salah satu momentum penting dalam persaingan musim berjalan, terutama karena sang pembalap tengah berada dalam performa puncak.
Memasuki akhir pekan balapan di Balaton Park, Nicolò Bulega datang dengan status pemuncak klasemen sementara setelah membukukan sembilan kemenangan beruntun sepanjang musim 2026. Catatan impresif tersebut membuka peluang besar baginya untuk mencetak sejarah baru, yakni 14 kemenangan beruntun apabila mampu menjuarai Race 1 pada hari Sabtu—sebuah rekor yang belum pernah terjadi di kelas derivatif WSBK.
Meski demikian, pembalap bernomor 11 itu mengakui bahwa Balaton Park bukan lintasan favoritnya. Ia menilai karakter sirkuit tersebut kurang sesuai dengan gaya membalapnya, sehingga membutuhkan adaptasi ekstra.
“Balaton bukanlah balapan favorit saya, tapi tahun lalu saya finis di posisi kedua, jadi hasilnya tidak terlalu buruk. Tahun ini mungkin akan lebih sulit, karena trek ini kurang cocok dengan gaya mengemudi saya. Saya harus bekerja keras untuk beradaptasi dan tetap sangat fokus, tapi seperti biasa, saya akan memberikan 100%,” ujar Nicolò Bulega.
Terkait peluang mencetak rekor kemenangan beruntun, Nicolò Bulega menegaskan bahwa fokus utamanya bukanlah pada angka statistik, melainkan hasil akhir dalam perebutan gelar juara dunia.
“Di Balaton kamu bisa mencetak rekor, yaitu 14 kemenangan berturut-turut.. Itu tentu saja sesuatu yang luar biasa, tapi bukan itu yang paling saya minati. Bagi saya, prioritasnya adalah memenangkan balapan dan mencoba merebut gelar juara. Jika rekor-rekor itu juga tercapai, itu lebih baik: menyenangkan untuk mengetahuinya, tapi itu tidak mengubah tujuan saya,” tegasnya.
Dalam wawancara yang sama, Nicolò Bulega juga menilai bahwa periode yang ia jalani saat ini merupakan salah satu fase terbaik dalam kariernya di ajang Superbike. Konsistensi bersama tim serta pengalaman yang terus bertambah menjadi faktor utama performanya yang stabil.
“Ini adalah periode yang sangat positif. Saya mengendarai motor dengan baik dan sudah mengenal tim ini selama tiga tahun di Superbike. Saya terus menambah pengalaman dan berhasil mengekspresikan diri dengan gaya alami saya. Ketika itu terjadi, seperti di Australia, saya bisa menjadi cepat.”
Persaingan di Balaton Park juga diprediksi akan semakin ketat dengan kehadiran pembalap lain seperti Iker Lecuona yang dinilai memiliki potensi sebagai rival langsung. Nicolò Bulega sendiri mengakui bahwa karakter trek Hungaria bisa menjadi keuntungan bagi beberapa pesaing.
“Mungkin dia bisa mendekat, tapi dalam balapan, menang dengan selisih satu detik atau sepuluh detik tidak masalah, karena yang penting adalah menang. Dia pasti salah satu yang paling dekat saat ini. Di Balaton dia akan sangat kuat karena trek itu lebih cocok dengan gayanya, sementara bagi saya akan lebih rumit. Jika saya bisa menang di sana, itu akan menjadi sinyal penting untuk musim ini,” jelasnya.
Menanggapi anggapan bahwa dirinya berpeluang memenangkan semua balapan musim ini, Nicolò Bulega memilih realistis. Ia menyebut banyak faktor tak terduga dalam dunia balap yang dapat memengaruhi hasil, termasuk cuaca dan insiden lintasan.
“Itu sangat sulit. Setiap akhir pekan saya berangkat untuk menang, tapi itu tidak selalu mungkin: ada banyak faktor, seperti cuaca atau kejadian di lintasan. Dibutuhkan juga sedikit keberuntungan. Balaton akan rumit bagi saya, tapi saya juga berpikir begitu tentang Cremona tahun lalu dan kemudian datanglah hattrick. Di dunia balap, kita tidak pernah tahu.”
Di luar lintasan, masa depan Nicolò Bulega juga menjadi perbincangan, terutama terkait peluang menuju MotoGP. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut hanya akan diambil jika didukung paket kompetitif yang memungkinkan dirinya bersaing di barisan depan.
“Kami sedang berdiskusi dan ada beberapa opsi. Solusi terbaik adalah masuk ke MotoGP, tapi dengan kondisi yang tepat: dengan motor yang kompetitif dan paket yang memungkinkan saya menjadi protagonis. Saya tidak tertarik masuk hanya untuk sekadar ada di sana. Itu impian saya, tapi saya ingin melakukannya dengan baik, juga karena di masa lalu, di MotoGP, saya tidak memiliki pengalaman yang positif.”
Selain itu, ia juga menyinggung bahwa keputusan masa depannya tidak hanya bergantung pada satu faktor pembalap lain, termasuk dinamika di dalam struktur tim dan pilihan teknis yang berkembang di paddock.
Dengan segala tekanan dan ekspektasi yang mengiringi, Nicolò Bulega tetap menegaskan komitmennya untuk fokus pada setiap balapan yang ada, sembari menjaga peluang dalam perebutan gelar dunia WSBK 2026 yang semakin memanas.
