GPNesia.com – Performa impresif kembali ditunjukkan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, pada ajang Moto3 Italia 2026 yang berlangsung di Sirkuit Mugello, Minggu (31/5/2026).
Rider asal Gunungkidul, Yogyakarta itu sukses mengakhiri balapan di posisi kedelapan setelah memulai lomba dari urutan ke-12.
Hasil tersebut sekaligus memperpanjang tren positif yang tengah dibangun Veda sepanjang musim ini. Capaian finis delapan besar juga menjadikannya pembalap Honda Team Asia dengan hasil terbaik pada seri kali ini.
Di sisi lain, rekan setimnya, Zen Mitani, masih belum mampu menembus persaingan papan tengah. Pembalap tersebut harus puas mengakhiri balapan di posisi ke-22 setelah mengalami kesulitan bersaing dengan para rivalnya sepanjang lomba.
Usai balapan, manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan perhatian khusus terhadap perjuangan yang ditunjukkan Veda selama balapan berlangsung.
Menurutnya, pembalap berusia 17 tahun itu memperlihatkan semangat juang tinggi dengan berupaya memperbaiki posisinya sejak lap-lap awal.
Aoyama menilai persaingan Moto3 di Mugello berlangsung sangat ketat sehingga tidak mudah bagi siapa pun untuk menembus barisan depan. Meski demikian, Veda mampu menunjukkan perkembangan kecepatan yang konsisten hingga akhirnya terlibat dalam perebutan posisi teratas.
“Balapan Moto3 hari ini di Mugello sangat seru dari awal hingga akhir,” ujar Aoyama dalam keterangan resmi Honda Team Asia.
“Veda memulai balapan dari posisi ke-12 dan secara bertahap meningkatkan kecepatannya sepanjang balapan,” lanjutnya.
Sorotan Hiroshi Aoyama semakin tertuju pada kemampuan Veda dalam meningkatkan ritme balap ketika lomba memasuki fase pertengahan.
Pembalap Indonesia tersebut sempat bergabung dengan kelompok terdepan dan membuka peluang untuk ikut memperebutkan podium.
Pada beberapa lap krusial, Veda bahkan mampu mempertahankan posisinya di rombongan depan meski tekanan dari para rival terus berdatangan. Situasi balapan yang berlangsung agresif membuat persaingan semakin sengit hingga lap terakhir.
“Di awal balapan ia sedikit kesulitan, tetapi dari pertengahan balapan dia mampu merebut kembali posisinya dan bergabung dalam pertarungan di depan,” kata Aoyama.
“Pada satu titik dia berjuang untuk podium dan tetap berada di dalam kelompok terdepan hingga lap terakhir.”
“Balapan sangat kacau dan persaingan sangat ketat,” tambahnya.
Bagi Aoyama, hasil finis kedelapan tetap menjadi pencapaian yang layak diapresiasi. Ia melihat Veda mampu mengendalikan situasi balapan dengan baik sekaligus menghadapi tekanan dari sejumlah pembalap yang terus membayangi hingga garis finis.
Meski demikian, Hiroshi Aoyama mengakui bahwa peluang meraih hasil lebih tinggi sebenarnya terbuka. Potensi yang dimiliki Veda dinilai cukup besar untuk bersaing di posisi yang lebih baik apabila berbagai faktor di lintasan berjalan sesuai harapan.
“Finis di posisi kedelapan bukanlah hasil yang kami targetkan karena ada potensi untuk hasil yang lebih baik,” ujar Aoyama.
“Tetapi Veda melakukan pekerjaan yang baik dalam mengelola balapan dan membawa pulang hasil yang kuat lainnya,” sambungnya.
Setelah menyelesaikan seri Italia, Veda dan seluruh pembalap Moto3 akan langsung bersiap menghadapi putaran berikutnya yang berlangsung pada 5-7 Juni 2026 dalam Moto3 Hongaria 2026.
Balapan di Hungaria diperkirakan menjadi tantangan tersendiri bagi Veda. Pasalnya, pembalap muda Indonesia tersebut akan menjalani pengalaman pertamanya menaklukkan Sirkuit Balaton Park yang menjadi tuan rumah seri tersebut.
Adaptasi cepat terhadap karakter lintasan akan menjadi salah satu kunci penting untuk menjaga tren positif yang sudah dibangun sejak beberapa balapan terakhir.
