GPNesia.com – Persaingan di kelas Moto3 musim 2026 menghadirkan sorotan menarik dari dua pembalap debutan asal Asia Tenggara, yakni Hakim Danish dan Veda Ega Pratama.
Keduanya datang dengan reputasi kuat dari level junior, namun hasil awal musim menunjukkan dinamika yang berbeda di lintasan.
Hakim Danish memiliki catatan yang cukup baik di sejumlah sirkuit yang kini menjadi lokasi balap Moto3.
Meski demikian, performa pembalap asal Malaysia tersebut masih belum mampu menandingi konsistensi Veda Ega Pratama dalam empat seri awal musim ini.
Sejak di level junior, Hakim Danish dan Veda sudah sering bersaing ketat di berbagai ajang internasional.
Keduanya sama-sama mengasah kemampuan di tiga kompetisi bergengsi, yaitu Asia Talent Cup (ATC), Red Bull MotoGP Rookies Cup, serta FIM JuniorGP World Championship.
Dari sana, mereka tidak hanya berkompetisi, tetapi juga mengenal karakter banyak sirkuit yang kini digunakan di Moto3.
Memasuki Moto3 2026, terdapat dua sirkuit yang sudah sangat familiar bagi keduanya, yakni Buriram dan Jerez. Kedua lintasan tersebut menjadi bagian dari empat seri awal musim ini dan menjadi tolok ukur awal adaptasi para debutan.
Hakim Danish pernah mencatat prestasi impresif di Buriram dengan meraih kemenangan pada ajang ATC 2022.
Selain itu, ia juga dikenal cukup konsisten di Jerez dengan torehan tiga kali runner-up saat berlaga di MotoGP Rookies Cup pada musim 2024 dan 2025.
Namun, catatan positif tersebut belum mampu diterjemahkan secara optimal dalam balapan Moto3 musim ini.
Pada seri pembuka di Thailand, Hakim Danish hanya mampu finis di posisi ke-18, sebuah hasil yang jauh dari ekspektasi berdasarkan rekam jejaknya di sirkuit tersebut. Sementara di Spanyol, ia menyelesaikan balapan di posisi ke-13.
Menariknya, hasil tersebut masih berada di bawah performa Veda Ega Pratama yang tampil lebih stabil.
Di Thailand, Veda berhasil finis di posisi kelima, kemudian melanjutkan performa solid dengan menempati posisi keenam di Spanyol. Hasil ini membuat Veda menjadi salah satu sorotan awal musim.
Meski begitu, Hakim Danish dan Veda Ega Pratama memiliki catatan yang hampir seimbang ketika berbicara tentang pengalaman podium di Buriram dan Jerez.
Veda pernah meraih dua kemenangan di Buriram saat mengikuti ATC 2022 dan 2023, sementara di Jerez ia mencatatkan satu podium dengan finis di posisi ketiga pada MotoGP Rookies Cup 2025.
Di sisi lain, Hakim Danish juga memiliki pengalaman kuat di Buriram dan Jerez, meskipun belum konsisten mengubah pengalaman tersebut menjadi hasil maksimal di kelas Moto3.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa kedua pembalap memiliki fondasi kemampuan yang serupa, tetapi eksekusi di level tertinggi masih menjadi pembeda.
Selanjutnya, kedua pembalap akan kembali bersaing pada seri Moto3 Prancis yang digelar akhir pekan ini di Sirkuit Le Mans. Sirkuit tersebut juga bukan tempat asing bagi mereka.
Hakim Danish tercatat pernah meraih tiga podium di lintasan tersebut pada level junior, sementara Veda Ega Pratama belum pernah menembus tiga besar di Le Mans.
Menjelang seri tersebut, sorotan kembali tertuju pada bagaimana adaptasi kedua debutan ini di lintasan yang memiliki karakter teknis tinggi.
Persaingan musim ini, nama Hakim Danish tetap menjadi perhatian utama mengingat potensi dan pengalaman yang ia bawa dari level sebelumnya.
