GPNesia.com – Performa impresif ditunjukkan oleh pembalap muda Malaysia, Hakim Danish, yang menegaskan pentingnya menjaga kestabilan mental jelang sesi kualifikasi Moto3 Catalunya 2026.
Ia mengaku fokus utamanya saat ini adalah mempertahankan konsistensi performa setelah tampil dominan pada hari pertama rangkaian balapan di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Jumat (15/5/2026).
Sejak sesi latihan bebas pertama (FP1), Hakim Danish langsung menunjukkan kecepatan tinggi dan berhasil menempati posisi teratas.
Pembalap tim AEON Credit MT Helmets MSI tersebut bahkan mencatatkan keunggulan tipis namun signifikan, sekitar 0,2 detik, yang membuatnya menjadi yang tercepat di sesi awal tersebut.
Pada FP1, ia unggul 0,201 detik atas pembalap Leopard Racing, Adrian Fernandez, yang harus puas berada di posisi kedua.
Catatan waktu ini menjadi sinyal kuat bahwa pembalap muda asal Malaysia itu memiliki potensi besar untuk bersaing di barisan depan sepanjang akhir pekan balapan.
Dominasi tersebut tidak berhenti di sesi awal. Pada sesi practice yang menjadi penentu penting untuk langsung lolos ke kualifikasi kedua (Q2), Hakim Danish kembali tampil konsisten dan bahkan lebih tajam.
Ia mencatatkan waktu lap terbaik 1 menit 46,943 detik, menjadikannya pembalap tercepat di sesi tersebut.
Ia berhasil mengungguli pembalap Red Bull KTM Ajo, Brian Uriarte, yang menempati posisi kedua dengan selisih sangat tipis, yakni 0,099 detik.
Hasil ini sekaligus menorehkan catatan sejarah kecil bagi dirinya sebagai rookie pertama yang mampu menjadi yang tercepat pada sesi practice di musim berjalan.
Sementara itu, pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, harus menghadapi tantangan berat pada sesi practice.
Upaya flying lap yang ia lakukan tidak berjalan mulus setelah terganggu oleh banyaknya rider di lintasan, sehingga membuatnya gagal mencatatkan waktu maksimal.
Kondisi tersebut membuat Veda untuk kedua kalinya musim ini harus memulai perjuangan dari Q1 pada sesi kualifikasi.
Di tengah hasil positif tersebut, Hakim Danish tetap menekankan bahwa keberhasilan di sesi latihan belum menjamin apapun di kualifikasi.
Ia menyoroti pentingnya menjaga mentalitas dan fokus agar performa tidak menurun ketika tekanan meningkat.
“Saya bersyukur, alhamdulillah, hari ini saya berhasil meraih posisi pertama di dua sesi latihan,” ujar Danish kepada SPOTV Malaysia pada Sabtu (16/5/2026).
Ia juga menambahkan bahwa dirinya merasa sangat percaya diri dengan kondisi motor serta adaptasinya di sirkuit tersebut.
Menurutnya, kunci keberhasilan di hari pertama adalah kemampuan untuk tetap tenang dan konsisten di setiap lap. “Saya tetap fokus dan berusaha maksimal di setiap lap, lalu berhasil mencatatkan waktu yang cukup baik,” lanjutnya.
Menjelang sesi kualifikasi yang akan digelar pada Sabtu (16/5/2026), Hakim Danish menegaskan bahwa target utamanya adalah mempertahankan pendekatan yang sama seperti hari sebelumnya.
Ia tidak ingin terlena dengan hasil latihan dan bertekad menjaga momentum agar bisa mendapatkan posisi start terbaik di barisan depan.
“Untuk besok, target saya adalah mempertahankan mentalitas yang sama seperti hari ini. Saya berharap dapat melakukan yang terbaik seperti ini pada kualifikasi,” ucapnya.
Keunggulan dalam satu lap memang menjadi salah satu kekuatan utama pembalap muda tersebut. Kemampuannya mencatat waktu cepat dalam waktu singkat membuatnya kerap menjadi ancaman di sesi kualifikasi, terutama di trek yang menuntut presisi tinggi seperti Catalunya.
Sebagai catatan tambahan, sebelum tampil di seri ini, ia pernah merasakan start dari barisan depan ketika berada di posisi ketiga pada seri Moto3 Brasil. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi tekanan di level kompetisi yang semakin ketat.
Dengan performa yang terus meningkat, perhatian kini tertuju pada apakah Hakim Danish mampu mempertahankan kecepatannya hingga sesi kualifikasi dan balapan utama.
Konsistensi, strategi, dan ketenangan mental akan menjadi faktor penentu dalam upayanya mengamankan posisi start ideal di Moto3 Catalunya 2026.
