George Russell di Bawah Tekanan Jelang GP Kanada 2026

George Russell
FOTO: FORMULA1.COM

GP Nesia – Mantan pembalap Formula 1, David Coulthard, menilai Grand Prix Kanada 2026 akan menjadi momen yang sangat menentukan bagi George Russell dalam persaingannya di tim Mercedes musim ini.

Menurut Coulthard, balapan di Montreal bukan sekadar perebutan poin, tetapi juga pertaruhan besar secara mental bagi George Russell di tengah meningkatnya tekanan dari rekan setim mudanya, Kimi Antonelli.

Kimi Antonelli tampil impresif sejak awal musim dengan mencatat tiga kemenangan beruntun di GP China, Jepang, dan Miami.

Rentetan hasil tersebut membuat pembalap berusia 19 tahun itu kini unggul 20 poin atas George Russell dalam klasemen sementara pembalap Formula 1 2026.

Dalam podcast Up To Speed, Coulthard menegaskan bahwa akhir pekan balapan di Kanada dapat menjadi titik penting yang memengaruhi kepercayaan diri Russell untuk sisa musim ini.

“Menurut saya ini adalah akhir pekan yang sangat penting secara psikologis bagi George. Ini merupakan sirkuit di mana dia secara historis selalu tampil baik,” ujar Coulthard.

Ia juga menyoroti komentar Russell sepanjang akhir pekan GP Miami yang dianggap menunjukkan pola pikir negatif.

Menurut Coulthard, pengakuan Russell mengenai ketidakcocokannya dengan karakter lintasan Miami justru dapat menjadi hambatan mental bagi dirinya sendiri.

“Kami mendengar sepanjang akhir pekan di Miami dia berkata, ‘Saya memang tidak terlalu bagus di sini. Trek ini tidak pernah cocok untuk saya.’ Menurut saya itu membangun fondasi negatif dalam pikirannya sendiri dan itu sulit diatasi jika terus dipelihara,” katanya.

Coulthard menambahkan bahwa situasi bisa semakin berat bagi George Russell apabila Antonelli kembali tampil dominan di Montreal seperti dalam beberapa seri terakhir.

“Jika Kimi datang ke Montreal dan kembali memperlihatkan performa penuh semangat seperti yang sudah kita lihat dari pembalap 19 tahun itu, maka itu bisa menjadi pukulan besar bagi George. Banyak hal dipertaruhkan pada balapan kelima musim ini,” lanjutnya.

Sebelum musim dimulai, Russell sempat dipandang sebagai salah satu kandidat kuat juara dunia Formula 1 2026.

Namun performa konsisten Antonelli memunculkan pertanyaan baru mengenai bagaimana Mercedes akan mengelola persaingan internal kedua pembalapnya.

Coulthard percaya Mercedes kemungkinan tetap memberikan kebebasan kepada kedua pembalap untuk bertarung di lintasan. Namun ia juga mengingatkan adanya risiko besar apabila rivalitas tersebut tidak dikendalikan dengan baik.

“Apakah mereka akan bebas untuk balapan? Saya rasa tentu saja iya,” kata Coulthard.

“Tetapi Toto Wolff pasti masih mengingat keras apa yang terjadi di Barcelona pada 2016 ketika Nico Rosberg dan Lewis Hamilton bertabrakan.”

Insiden yang dimaksud terjadi pada lap pembuka Grand Prix Spanyol 2016 ketika dua mobil Mercedes saling bertabrakan usai keluar dari Tikungan 3.

Peristiwa itu membuat bos Mercedes, Toto Wolff, disebut sangat marah terhadap kedua pembalapnya.

Coulthard menyebut setelah insiden tersebut Mercedes kabarnya mulai menerapkan kebijakan internal yang membuat pembalap harus ikut menanggung biaya kerusakan akibat tabrakan antarrekan setim yang nilainya bisa mencapai ratusan ribu poundsterling.

Mantan pembalap Red Bull itu menilai skenario terburuk bagi George Russell adalah jika dirinya harus terlibat duel langsung hingga kontak dengan Antonelli di lintasan.

“Saya percaya Toto bisa saja mengancam mereka dengan aturan itu. Tetapi itu akan menjadi mimpi buruk terbesar bagi George jika dia sampai bertabrakan langsung dengan Kimi,” ucap Coulthard.

Ia juga menilai Antonelli masih mendapatkan toleransi lebih besar karena usianya yang sangat muda dan statusnya sebagai rookie di Formula 1.

Sebaliknya, tekanan justru lebih besar berada di pundak Russell yang sudah memiliki pengalaman lebih matang di level tertinggi balap mobil tersebut.

“Kimi masih seperti anak kecil yang sedang belajar. Orang-orang biasanya masih memaklumi kesalahan pembalap muda. Tetapi ketika seorang pembalap sudah lebih berpengalaman, toleransinya berbeda. Dalam situasi ini George memiliki tanggung jawab dan tekanan yang jauh lebih besar,” tutup Coulthard.

Exit mobile version