GPNesia.com – Pembalap Prancis, Fabio Quartararo, meluapkan rasa frustrasinya setelah menjalani akhir pekan yang sulit pada MotoGP Italia 2026.
Rider Yamaha tersebut hanya mampu mengakhiri balapan di posisi kedua dari belakang, hasil yang semakin mempertegas krisis performa yang tengah dialaminya bersama pabrikan asal Jepang itu.
Ironisnya, Quartararo menjadi pembalap terakhir dari jajaran pengendara Yamaha yang berhasil mencapai garis finis.
Kondisi tersebut menggambarkan betapa beratnya perjuangan tim berlambang garpu tala sepanjang balapan berlangsung.
Dalam wawancara usai lomba dengan Canal+, Fabio Quartararo mengaku tidak tampil dengan intensitas yang biasanya ia tunjukkan di lintasan.
Menurutnya, situasi yang dihadapi selama balapan membuatnya memilih pendekatan berbeda dibandingkan biasanya.
“Tidak ada cara untuk melihat ini secara positif. Sejujurnya, saya mencoba untuk mendorong sedikit di tengah balapan. Namun, saya sangat dekat dengan batas sehingga memutuskan untuk mengendur sedikit, karena tidak ada gunanya menghabiskan banyak energi hanya untuk satu poin,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sang pembalap merasa tidak memiliki peluang realistis untuk meraih hasil yang lebih baik. Karena itu, ia memilih mengurangi ritme balapan dan menghindari risiko yang dianggap tidak perlu.
Quartararo juga menegaskan bahwa tidak banyak hal positif yang bisa dibawa pulang dari akhir pekan di Italia. Kekecewaannya bahkan terlihat jelas ketika menilai keseluruhan pekerjaan yang dilakukan tim selama seri tersebut.
“Selain itu, tidak banyak yang bisa dikatakan tentang akhir pekan ini. Sejujurnya, saya meninggalkan tempat ini dengan sangat kecewa dengan pekerjaan yang telah kami lakukan, dan jujur saja, saya senang akhir pekan ini berakhir,” katanya.
Hasil buruk di Italia semakin memperpanjang periode sulit yang dialami mantan juara dunia tersebut. Kebangkitan singkat yang sempat diperlihatkan pada balapan di Le Mans awal bulan kini seolah menguap setelah dua akhir pekan yang mengecewakan secara beruntun, yakni di Catalunya dan Italia.
Di tengah performa yang belum kunjung membaik, masa depan Fabio Quartararo juga menjadi sorotan.
Meski hingga kini belum diumumkan secara resmi, ia disebut telah menandatangani kontrak untuk bergabung dengan Honda pada musim depan.
Kabar mengenai kepindahan itu diyakini turut memengaruhi suasana hati pembalap berusia 27 tahun tersebut. Dengan musim yang berjalan jauh dari harapan, motivasinya disebut sempat mengalami penurunan.
“Jika Anda bertanya kepada saya hari ini, motivasinya sudah tidak ada lagi,” ujarnya.
Meski demikian, Quartararo tetap percaya bahwa perasaannya dapat berubah ketika memasuki seri berikutnya. Ia menilai atmosfer dan karakter sirkuit yang berbeda berpotensi mengembalikan semangat bertandingnya.
“Namun, saya tahu ketika kami sampai di sirkuit lain, saya mungkin akan merasa lebih baik daripada di sini, dan itu akan kembali,” lanjutnya.
Setelah meninggalkan Italia dengan perasaan kecewa, Quartararo bersama seluruh paddock MotoGP kini bersiap menghadapi putaran berikutnya di Balaton Park, Hungaria.
Sirkuit tersebut menyimpan kenangan tersendiri bagi pembalap Yamaha itu karena ia sempat terlibat dalam insiden yang menyebabkan kecelakaan pada awal balapan sprint musim lalu.
Seri Hungaria dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini dan akan menjadi kesempatan berikutnya bagi Quartararo untuk mencoba bangkit setelah rentetan hasil yang tidak memuaskan dalam beberapa balapan terakhir.
Dengan tekanan yang terus meningkat dan masa depan yang mulai mengarah ke tim berbeda, penampilannya di Balaton Park akan menjadi salah satu hal yang menarik untuk dinantikan.






