GPNesia.com – Keputusan besar datang dari dunia MotoGP ketika Fabio Di Giannantonio resmi dikabarkan telah menetapkan arah kariernya untuk musim 2027 hingga 2028.
Pembalap asal Italia itu memilih bergabung dengan pabrikan KTM mulai musim 2027, sebuah langkah strategis yang diumumkan pada Minggu (10/5/2026) di tengah panasnya bursa perpindahan pembalap untuk beberapa musim ke depan.
Langkah ini sekaligus menandai berakhirnya kerja sama Fabio Di Giannantonio dengan tim VR46 yang dimiliki legenda MotoGP Valentino Rossi.
Meski pihak VR46 telah berupaya keras mempertahankan sang pembalap, Di Giannantonio akhirnya lebih condong menerima tawaran yang dinilai memberikan prospek lebih besar dari tim pabrikan asal Austria tersebut.
Kesepakatan yang terjalin antara Di Giannantonio dan KTM mencakup kontrak berdurasi dua musim, yakni 2027 dan 2028.
Dalam rencana awalnya, ia akan berduet dengan Alex Marquez yang juga telah menjadi bagian dari skuad KTM pada periode yang sama.
Menurut laporan jurnalis Sandro Donato Grosso melalui Sky Sport Italia, keinginan kuat untuk membela tim pabrikan menjadi faktor utama di balik keputusan Fabio Di Giannantonio.
Pilihan tersebut disebut-sebut akan memicu efek domino di pasar transfer pembalap MotoGP untuk musim-musim mendatang.
Kepergian Di Giannantonio dari VR46 otomatis membuka satu kursi kosong yang kini menjadi rebutan sejumlah nama potensial.
Luca Marini dan Nicolo Bulega disebut sebagai kandidat terkuat yang sedang dipertimbangkan untuk mengisi posisi tersebut di tim satelit milik Valentino Rossi itu.
Situasi ini juga turut menyeret nama pembalap lain, Enea Bastianini, yang dikabarkan berpeluang besar pindah ke Aprilia Trackhouse sebagai bagian dari restrukturisasi grid MotoGP.
Perubahan besar ini memperlihatkan betapa dinamisnya pergerakan pembalap untuk musim mendatang.
Di sisi lain, VR46 juga tengah menyiapkan formasi baru untuk musim depan dengan Fermín Aldeguer yang dipastikan menjadi bagian tim setelah meninggalkan Gresini.
Aldeguer sendiri memiliki ikatan kontrak dengan Ducati sebagai pembalap pabrikan sebelum akhirnya diproyeksikan memperkuat tim garasi Tavullia.
Untuk mengisi kursi kedua, pilihan VR46 masih mengerucut pada dua nama, yaitu Bulega dan Luca Marini. Nicolo Bulega yang saat ini membalap di World Superbike bersama Ducati juga berstatus sebagai test rider MotoGP dan memiliki “janji” untuk suatu saat naik ke kelas utama.
Seorang sumber dari Ducati menyebut bahwa jika kesempatan Di Giannantonio tidak berlanjut di VR46, maka Bulega menjadi opsi utama yang dipertimbangkan.
Namun, situasi Luca Marini dapat menjadi faktor penentu, terutama jika ia gagal bertahan di Honda atau tidak menemukan tim lain di MotoGP.
Kondisi tersebut berpotensi membuat VR46 harus mengambil keputusan finansial yang tidak sederhana, termasuk kemungkinan menanggung gaji pembalap sekaligus biaya motor penuh dari Ducati.
Dengan semua dinamika ini, kepindahan Fabio Di Giannantonio ke KTM tidak hanya mengubah arah kariernya, tetapi juga menjadi pemicu pergeseran besar dalam peta persaingan MotoGP.
Bahkan, keputusan Fabio Di Giannantonio ini diprediksi akan terus mempengaruhi komposisi tim-tim utama hingga beberapa musim ke depan.
