GPNesia.com – Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu rider tercepat di ajang MotoGP musim ini.
Pada balapan Sprint Race MotoGP di Sirkuit Le Mans, Prancis, Jorge Martin sukses mencatatkan kemenangan ke-18 sejak format Sprint Race diperkenalkan pada musim 2023.
Hasil tersebut sekaligus memperkecil selisih poinnya dengan rekan setimnya di Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, menjadi hanya enam angka dalam klasemen sementara. Penampilan Jorge Martin di Le Mans juga dinilai sangat dominan sejak awal balapan hingga garis finis.
Memulai balapan dari posisi kedelapan, Jorge Martin langsung tampil agresif ketika lampu start padam. Ia mampu melonjak ke posisi keempat hanya dalam beberapa tikungan pertama sebelum akhirnya mengambil alih pimpinan lomba di sektor Dunlop chicane.
Setelah memimpin jalannya balapan, Martin terus memperlebar jarak dari para rivalnya. Keunggulan yang semula hanya 0,5 detik pada lap pertama meningkat menjadi 1,4 detik ketika memasuki lap kesembilan.
“Ini membutuhkan tekad yang teguh. Strategi start cukup jelas, tetapi start dari posisi kedelapan di grid, mustahil untuk memprediksi pergerakan pembalap lain. Ada tujuh pembalap di depan saya, dan mereka bisa melakukan hal-hal yang tak terduga,” ujar Martin.
“Tetapi secara bertahap saya mampu menemukan posisi saya. Saya memiliki visi yang jelas tentang ke mana saya harus pergi. Ini membutuhkan kemampuan beradaptasi, namun saya mampu melakukan start dan lap yang bagus, yang berujung pada kemenangan,” lanjutnya.
Momen paling menentukan terjadi pada lap pertama ketika Martin melakukan manuver overtake spektakuler untuk merebut posisi terdepan. Ia menyalip tiga pembalap sekaligus dari sisi luar Tikungan 3 dan Tikungan 4, sebuah aksi yang menjadi sorotan utama sepanjang Sprint Race berlangsung.
“Saya tidak akan mengungkapkan semua rahasianya, tetapi hal-hal penting adalah tekad, ketegasan, dan konsentrasi. Penting untuk menggabungkan berbagai elemen dengan baik. Bukan seperti, ‘Mari kita coba saja dan lihat apa yang terjadi,’” katanya.
Pembalap asal Spanyol itu juga mengakui dirinya mulai memahami karakter motor Aprilia yang digunakan musim ini. Menurut Martin, proses adaptasi masih terus berjalan, termasuk dalam menentukan setelan motor yang paling sesuai dengan gaya balapnya.
“Ini menunjukkan bahwa saya secara bertahap mulai memahami performa Aprilia, seberapa jauh saya bisa mendorongnya, seberapa jauh saya tidak bisa mendorongnya, dan di mana batasnya. Hari ini saya sedikit mengubah set-up tanpa mencobanya terlebih dahulu. Ini juga karena saya masih belajar bagaimana mengendalikan Aprilia,” ungkapnya.
Penampilan tanpa cela di Sprint Race Le Mans ternyata juga membuat Martin cukup terkejut. Ia mengaku tidak menyangka bisa menjaga jarak dengan dua rival kuatnya, yakni Francesco Bagnaia dari Ducati Lenovo Team dan Bezzecchi.
“Saya sedikit terkejut, terutama dalam lima atau enam lap terakhir. Saya berkata pada diri sendiri, ‘Saya harus menyelesaikan balapan apa pun yang terjadi. Bahkan jika Pecco menyusul, tetap tenang dan jangan mengubah apa pun.’ Tapi saya berada dalam kondisi yang sangat lancar, dan saya hanya mengemudi tanpa berpikir. Begitu saya mulai berpikir sedikit, saya membuat kesalahan pada tiga atau empat lap tersisa,” jelas Martin.
Ia juga merasa performanya saat Sprint Race jauh lebih baik dibandingkan sesi kualifikasi. Meski berhasil meraih kemenangan, Martin menilai dirinya masih perlu meningkatkan performa agar tetap kompetitif di seri-seri berikutnya.
“Saya tahu bahwa ketika saya berada dalam kondisi itu, saya dapat berkendara dengan baik. Ini semua tentang kecepatan. Ini lebih baik daripada kualifikasi. Saya masih kesulitan saat kualifikasi. Saya harus terus bekerja. Saya mampu melakukan sesuatu yang istimewa hari ini, tetapi besok semua orang akan menemukan triknya, dan akan lebih sulit di trek lain,” tuturnya.
Kemenangan Sprint Race di Le Mans menjadi modal penting bagi Martin menjelang balapan utama Grand Prix Prancis yang berlangsung Minggu. Ia juga memiliki kenangan manis di sirkuit tersebut setelah pernah meraih kemenangan pada GP Prancis 2023 dengan mengalahkan Marc Marquez dan Bagnaia.
“Yang bisa kami lakukan hanyalah menunggu. Saya ingin mempersiapkan diri agar saya bisa 100% siap. Saya hanya akan mempersiapkan diri untuk menghadapi cuaca apa pun. Saya pikir semua orang berada dalam situasi yang sama, tetapi ini akan menjadi hari yang sulit,” tutup Martin.
