GP Nesia – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian pebalap muda Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa, yang berhasil mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang Moto3 Junior World Championship 2026.
Dalam pernyataannya, Erick Thohir menyebut Ramadhipa sebagai sosok inspiratif bagi generasi muda Indonesia yang memiliki semangat juang tinggi, ketangguhan mental, serta tidak mudah menyerah dalam mengejar prestasi di level internasional.
“Ramadhipa menjadi inspirasi generasi muda Indonesia yang berjiwa tangguh dan pantang menyerah demi menorehkan prestasi serta mengharumkan nama Merah Putih di kancah dunia,” kata Menpora Erick Thohir melalui unggahan di media sosial resminya yang dipantau di Jakarta, Selasa.
Pebalap muda asal Sleman, Yogyakarta itu tampil impresif pada seri pembuka Moto3 Junior World Championship 2026 yang berlangsung di Circuit de Barcelona-Catalunya, Spanyol, Minggu (24/5).
Bernaung di bawah tim Honda Asia-Dream Racing Junior Team, Ramadhipa sukses menunjukkan performa kompetitif sejak awal akhir pekan balapan.
Pada balapan pertama, pembalap bernomor start #32 tersebut berhasil mengamankan posisi ketiga dan naik podium pada debutnya di ajang tersebut.
Sementara pada balapan kedua, ia kembali menunjukkan konsistensi dengan finis di posisi keenam setelah bersaing ketat sepanjang lomba.
Perjalanan balapan Ramadhipa berlangsung dramatis, terutama pada race pertama. Ia sempat tampil agresif dan bahkan berada di posisi terdepan pada lap terakhir.
Awalnya ia melintasi garis finis di posisi kelima dengan selisih sangat tipis, hanya 0,144 detik dari pemenang.
Namun, setelah adanya penalti yang dijatuhkan kepada salah satu pembalap lain, posisinya naik dan mengukuhkan dirinya di podium ketiga.
Capaian tersebut menjadi sejarah penting bagi dunia balap Indonesia, karena Ramadhipa tercatat sebagai pembalap Tanah Air pertama yang berhasil meraih podium di ajang Moto3 Junior World Championship.
Prestasi ini sekaligus membuka harapan baru bagi perkembangan talenta muda Indonesia di kancah balap motor internasional.
Dalam penilaiannya, Erick Thohir menegaskan bahwa keberhasilan Ramadhipa di usia 16 tahun merupakan bukti nyata bahwa kerja keras, disiplin, dan konsistensi mampu membawa atlet Indonesia bersaing di level dunia.
Menurutnya, pencapaian ini harus menjadi pemantik semangat bagi atlet muda lainnya.
Hasil positif pada seri pembuka juga berpengaruh pada klasemen sementara kejuaraan. Tambahan poin dari dua race membuat Ramadhipa naik ke posisi kedua klasemen dengan total perolehan 26 poin, menempatkannya dalam persaingan ketat di papan atas.
“Semangat terus berjuang dan berprestasi di panggung dunia,” ujar Erick Thohir memberikan dorongan motivasi kepada Ramadhipa, sekaligus menegaskan dukungan pemerintah terhadap perkembangan atlet muda Indonesia di ajang internasional.
Ke depan, Moto3 Junior World Championship 2026 akan berlanjut ke seri kedua yang dijadwalkan berlangsung di Circuito do Estoril, Portugal, pada 12–14 Juni 2026, di mana Ramadhipa diharapkan kembali melanjutkan tren positifnya.
