GP Nesia – Balapan Moto3 Catalunya 2026 menghadirkan duel ketat hingga garis finis ketika pembalap LIQUI MOLY Dynavolt Intact GP, David Muñoz, harus mengakui keunggulan Alvaro Carpe dalam perebutan posisi podium kedua.
Drama di tikungan terakhir membuat hasil akhir ditentukan lewat selisih waktu tipis dalam sesi photo finish yang menegangkan di Sirkuit Catalunya.
Sejak awal balapan, David Muñoz yang dari posisi ketiga di barisan terdepan langsung menunjukkan agresivitasnya begitu lampu start padam.
Ia mampu menjaga ritme dan tetap berada di kelompok depan sepanjang jalannya lomba, bahkan beberapa kali sempat memimpin balapan ketika strategi ban dan slipstream mulai berperan penting di lintasan panjang Catalunya.
Memasuki fase akhir lomba, pembalap muda asal Sevilla berusia 20 tahun itu masih menyimpan tenaga dan kondisi ban yang relatif stabil dibanding beberapa rivalnya.
Situasi tersebut membuat persaingan semakin terbuka, terutama ketika kelompok depan mulai rapat menjelang lap-lap terakhir.
Di momen krusial, David Muñoz menunjukkan determinasi tinggi dengan melancarkan serangan pada lap penutup. Ia berhasil menyalip pemimpin balapan saat itu, Máximo Quiles, beberapa tikungan sebelum garis finis.
Aksi tersebut sempat membuat peluang kemenangan terbuka, namun situasi berubah cepat ketika Quiles melakukan balasan di tikungan terakhir.
Drama belum berakhir. Saat keluar dari tikungan terakhir menuju garis finis, terjadi duel rapat tiga pembalap yang membuat hasil harus ditentukan melalui foto finish.
Dalam momen tersebut, Alvaro Carpe berhasil melesat lebih cepat tepat di garis akhir, sementara David Muñoz harus puas berada sedikit di belakangnya.
Akhirnya, podium tertinggi diamankan oleh Máximo Quiles yang keluar sebagai pemenang balapan, disusul Alvaro Carpe di posisi kedua, sementara David Muñoz menutup podium di urutan ketiga.
Selisih waktu yang sangat tipis menjadi penentu hasil akhir yang begitu dramatis di seri Catalunya.
Usai balapan, pembalap LIQUI MOLY Dynavolt Intact GP tersebut mengungkapkan kepuasannya meski gagal meraih kemenangan.
Ia menilai Grand Prix Spanyol selalu memiliki arti khusus dalam kariernya dan menjadi salah satu seri yang paling emosional.
“Saya sangat senang dengan balapan ini karena Grand Prix di Spanyol selalu menjadi sesuatu yang istimewa bagi saya. Saya tetap tenang hingga akhir dan menyadari persaingan dengan beberapa pembalap lain,” ujar David Muñoz.
Ia juga menjelaskan bahwa pertarungan di lap terakhir menjadi momen paling menentukan dalam balapan tersebut.
“Saya berjuang keras di lap terakhir untuk tetap di depan, tetapi Maximo menyalip saya di tikungan terakhir. Posisi ketiga adalah hasil yang luar biasa bagi kami,” tambahnya.
Lebih lanjut, David Muñoz menyoroti tantangan yang ia hadapi sejak hari Jumat, ketika ia kesulitan menemukan feeling terbaik dengan motornya. Namun, ia mengapresiasi kerja keras tim yang membantu meningkatkan performa hingga hari balapan.
“Jumat adalah hari yang sangat sulit bagi saya karena feeling terhadap motor tidak ideal. Tapi saya sangat senang dengan podium ini dan kerja keras tim sepanjang akhir pekan,” ucapnya.
Hasil di Catalunya membuat pembalap LIQUI MOLY Dynavolt Intact GP tersebut mengumpulkan total 30 poin dan menempati posisi ke-10 klasemen sementara Moto3 musim 2026.
Konsistensi di papan atas menjadi target utama untuk seri-seri berikutnya.
Setelah seri Catalunya yang penuh drama, para pembalap Moto3 akan kembali bersiap dalam dua minggu ke depan menuju Italia.
Seri berikutnya akan digelar di Autodromo Internazionale del Mugello, yang dikenal sebagai salah satu lintasan paling teknis di jantung wilayah Toscana, dan diprediksi kembali menyajikan persaingan ketat antar pembalap muda dunia.







