GPNesia.com – Dalam dinamika baru dunia balap Grand Prix, pembalap Moto2 Daniel Holgado menjadi salah satu figur muda yang ikut menyoroti arah kebijakan MotoGP di bawah pengaruh pemilik baru, Liberty Media.
Ia secara terbuka menyatakan setuju bahwa tidak ideal jika terlalu banyak pembalap berasal dari satu negara, meskipun dirinya sendiri merupakan pembalap asal Spanyol.
Perdebatan mengenai dominasi pembalap Spanyol di grid MotoGP mencuat dalam beberapa pekan terakhir.
Liberty Media tengah berupaya memperluas jangkauan global olahraga ini dengan mendorong keterlibatan pembalap dari lebih banyak negara.
Langkah tersebut mulai terlihat melalui hadirnya nama-nama seperti Toprak Razgatlioglu yang membawa Turki, serta Diogo Moreira yang membuka jalan bagi Brasil di kelas utama.
Saat ini, komposisi grid musim 2026 menunjukkan bahwa dari 22 pembalap, sembilan di antaranya berasal dari Spanyol, sementara enam lainnya berasal dari Italia.
Kondisi ini memicu diskusi internal tentang keseimbangan representasi negara dalam kejuaraan dunia tersebut, termasuk mempertanyakan alasan beberapa pembalap masih mempertahankan kursi di tim pabrikan.
Kritik juga sempat dilontarkan oleh Scott Redding yang menyinggung posisi Alex Rins di Yamaha.
Ia mempertanyakan apakah faktor kewarganegaraan Spanyol turut memengaruhi keputusan tim dalam mempertahankan pembalap tersebut.
Isu ini kemudian menjadi perhatian lebih luas karena menyentuh soal seleksi pembalap yang dinilai tidak hanya berbasis prestasi.
Situasi tersebut secara tidak langsung berdampak pada posisi Daniel Holgado, yang menjadi bagian dari generasi muda Spanyol yang tengah naik ke level lebih tinggi.
Meski demikian, ia memilih bersikap realistis terhadap perubahan yang sedang terjadi di paddock MotoGP.
Dalam wawancara bersama Motorsport Espana, Daniel Holgado menilai bahwa langkah Liberty Media mencari keberagaman negara adalah hal yang wajar dalam konteks kejuaraan dunia.
“Yah, pada akhirnya itu normal. Saya juga sedikit memahami kejuaraan ini, karena kita berada di Kejuaraan Dunia dan saya mengerti mengapa mereka mencari pembalap dari berbagai negara,” ujarnya.
Ia juga menyoroti komposisi pembalap saat ini yang menurutnya terlalu terkonsentrasi di negara tertentu.
“Pada akhirnya, saya tidak tahu apakah ada 10 pembalap Spanyol di MotoGP, dan 5 atau 6 pembalap Italia. Saya rasa tidak baik secara global jika begitu banyak pembalap hanya berasal dari negara-negara tersebut,” tambahnya.
Meski begitu, Daniel Holgado menegaskan bahwa dominasi pembalap Spanyol dan Italia bukanlah sesuatu yang terjadi tanpa alasan.
Menurutnya, hal itu merupakan hasil dari kerja keras panjang di level akar rumput yang sudah dibangun sejak usia dini.
“Memang benar bahwa semua ini berasal dari kerja keras yang dilakukan di tingkat akar rumput. Ini tidak terjadi begitu saja, bukan karena orang Spanyol lebih baik, begitu saja. Ini berasal dari kerja keras yang telah kami lakukan sejak kami masih kecil,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa sistem pembinaan yang kuat, mulai dari banyaknya balapan junior hingga dukungan keluarga dan ajang promosi seperti yang dilakukan Jorge Lorenzo di masa lalu, menjadi faktor penting lahirnya banyak talenta Spanyol.
“Banyak putaran, banyak balapan, banyak kerja keras. Bersama para orang tua, dengan piala promosi, seperti yang dilakukan Jorge sekarang, untuk membantu talenta muda. Semua itu berasal dari kerja keras yang dilakukan di tingkat akar rumput,” lanjutnya.
Namun demikian, Daniel Holgado juga memahami alasan MotoGP dan Liberty Media yang ingin memperluas pasar global melalui keberagaman pembalap dari berbagai negara.
Ia mengakui bahwa strategi tersebut dapat membuat persaingan menuju MotoGP menjadi lebih ketat, terutama bagi pembalap asal Spanyol.
“Namun saya memahami keinginan MotoGP untuk menemukan talenta baru dari berbagai negara karena mereka perlu memperluas pasar mereka, dan itu sesuatu yang saya pahami. Tetapi mungkin akan sedikit lebih rumit bagi orang Spanyol, misalnya. Tapi itu bukan sesuatu yang terlalu saya pikirkan,” ucapnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa fokus utamanya tetap pada performa di lintasan, bukan faktor kewarganegaraan.
“Sejujurnya, saya mengikuti jalan saya sendiri, saya memberikan 100%, saya memberikan segalanya. Dan pada akhirnya, saya pikir jika tim melihat sesuatu dalam diri Anda, apakah Anda orang Spanyol, Italia, atau dari negara lain, itu pasti ada alasannya. Jadi, saya pikir tim juga memiliki perspektif yang berbeda; mereka tidak hanya fokus pada kewarganegaraan,” tegasnya.
Di tengah perubahan arah MotoGP tersebut, Daniel Holgado disebut telah mengamankan langkah besar dalam kariernya menuju grid 2027.
Ia dikabarkan akan bergabung dengan tim Gresini, mengikuti perubahan struktur pembalap yang dilakukan oleh Nadia Padovani setelah Alex Márquez dan Fermin Aldeguer meninggalkan tim.
Keputusan ini juga menarik perhatian karena Holgado sebelumnya disebut menolak tawaran dari Yamaha demi bergabung dengan struktur Ducati melalui Gresini.
Namun langkah tersebut dinilai tidak sejalan dengan keinginan Dorna, yang lebih mendorong pemerataan pembalap dari berbagai negara.
Meski begitu, Ducati tetap merekrutnya meskipun ada perbedaan pandangan dengan Dorna.
Langkah ini memperkuat posisi Daniel Holgado sebagai salah satu talenta muda yang dianggap memiliki potensi besar, terlepas dari dinamika politik dan strategi global MotoGP yang sedang berubah.
