POIN PENTING
- Brad Binder masih belum memastikan masa depannya di MotoGP 2027, meski peluang bertahan di paddock tetap terbuka dan ia ingin terus balapan di kelas utama.
- Perubahan besar di struktur tim KTM membuat posisi Binder di tim pabrikan terancam, dengan kemungkinan ia hanya tersedia di tim satelit seperti Tech3.
- Performa Binder tetap kompetitif, termasuk finis ke-7 di Barcelona meski sempat mengalami kendala teknis dan kecelakaan di Sprint Race.
GP Nesia – Masa depan Brad Binder di ajang MotoGP mulai menemui titik terang meski hingga kini belum ada kepastian resmi terkait kontraknya untuk musim 2027.
Pembalap asal Afrika Selatan tersebut mengungkapkan bahwa peluang untuk tetap berada di paddock MotoGP masih terbuka, walaupun situasinya belum sepenuhnya jelas.
Nama Brad Binder sebelumnya diperkirakan akan kehilangan tempat di tim pabrikan KTM setelah adanya perubahan besar dalam susunan pembalap untuk musim mendatang.
Petinggi KTM, Pit Beirer, disebut telah menyiapkan komposisi baru usai Pedro Acosta memutuskan bergabung dengan Ducati.
Sementara itu, Alex Marquez dikabarkan akan datang dari Gresini dan Fabio Di Giannantonio direkrut dari VR46.
Walau belum diumumkan secara resmi, berbagai perpindahan tersebut diyakini hanya tinggal menunggu waktu sebelum disahkan.
Kondisi itu membuat posisi Brad Binder di skuad pabrikan KTM semakin sulit dipertahankan.
Setelah menjalani seluruh karier grand prix bersama pabrikan asal Austria tersebut, Binder kemungkinan besar hanya memiliki peluang membela tim satelit jika ingin tetap bertahan di MotoGP musim depan.
Dalam wawancara bersama Moto.it, Binder ditanya mengenai situasinya menjelang habisnya kontrak.
Juara grand prix dua kali itu tetap terlihat tenang menghadapi ketidakpastian masa depannya dan masih optimistis peluang bertahan akan datang.
“Mari kita lihat,” ujar Binder. “Saat ini, sepertinya kita bisa tetap di sini. Akan menyenangkan jika kita masih bisa berada di paddock tahun depan.”
Ia menegaskan bahwa bertahan di MotoGP masih menjadi target utamanya. Namun, Binder juga menyadari bahwa tidak semua hal berjalan sesuai rencana.
“Itulah tujuan saya, itulah yang saya inginkan. Saya ingin tetap di MotoGP. Tetapi jika keadaan tidak berjalan seperti yang saya inginkan, apa yang bisa saya lakukan? Ya sudahlah, dan saya akan terus maju sedikit demi sedikit,” katanya.
Untuk saat ini, Tech3 menjadi tujuan yang paling realistis bagi Brad Binder apabila tidak lagi membela tim pabrikan KTM.
Tim yang dipimpin Guenther Steiner itu sebelumnya memilih memperpanjang kerja sama dengan KTM setelah sempat melakukan negosiasi dengan Honda.
Situasi di Tech3 juga semakin terbuka setelah Enea Bastianini lebih memilih pindah ke Trackhouse ketimbang memperpanjang kontrak.
Tim asal Amerika Serikat tersebut memiliki kursi kosong setelah Ai Ogura dikabarkan hijrah ke Yamaha.
Selain Binder, Tech3 sempat dikaitkan dengan Senna Agius yang tampil impresif di Moto2 musim ini.
Namun, pengalaman dan status Binder membuatnya lebih difavoritkan untuk mengisi kursi tersebut dan berduet dengan Maverick Vinales pada musim mendatang.
Di tengah rumor masa depannya, performa Binder di lintasan juga mulai menunjukkan perkembangan positif.
Meski mengalami kecelakaan saat Sprint Race, ia tampil cukup kompetitif pada balapan sebelumnya di Barcelona dengan finis di posisi ketujuh, menyamai hasil terbaiknya musim ini.
Pencapaian tersebut dianggap cukup mengesankan karena Binder sempat mengalami kendala teknis sebelum balapan dimulai.
Gangguan itu membuatnya harus memulai balapan dari posisi paling belakang di grid, tetapi ia tetap mampu menembus barisan depan dan mengamankan hasil penting bagi KTM.







