Bersinar di Balaton, Alberto Surra Tunjukkan Potensi di Awal Musim Superbike 2026

Alberto Surra

GPNesia.com – Pembalap muda asal Italia, Alberto Surra, kembali mencuri perhatian pada sesi latihan bebas hari Jumat di Sirkuit Balaton.

Dalam penampilannya bersama Ducati V4 milik tim Motocorsa, ia sukses menembus posisi lima besar, sebuah capaian yang langsung menegaskan potensi besarnya di musim debutnya pada ajang Superbike.

Meski catatan waktu impresif tersebut tidak menghasilkan poin karena sesi latihan tidak menentukan klasemen, performa Alberto Surra menjadi sorotan utama paddock.

Pembalap asal Turin itu dianggap telah mengirimkan sinyal kuat bahwa dirinya mampu bersaing di level tinggi meski masih berada pada tahap awal adaptasi.

Musim ini menjadi tahun pertama Alberto Surra turun di kelas Superbike, sebuah dunia baru yang masih penuh proses pembelajaran baginya.

Setelah sesi FP2 berakhir, ia meluangkan waktu untuk berbicara panjang mengenai perkembangan dirinya, perjalanan karier, hingga adaptasi terhadap motor dan karakter lintasan yang berbeda dari kategori sebelumnya.

Menurutnya, hari di Balaton berjalan positif karena tim berhasil memahami karakter sirkuit yang tidak mudah dipelajari.

Ia menyoroti bahwa konfigurasi lintasan Balaton sangat berbeda dibandingkan sirkuit lain seperti Assen.

Jika Assen dikenal dengan tikungan panjang dan alur cepat, Balaton justru menghadirkan pola stop-and-go yang menuntut pengereman kuat dan presisi tinggi.

“Ini hari yang bagus, kami bekerja keras untuk memahami sirkuit ini dan layout-nya yang cukup berbeda,” ujar Alberto Surra dikutip dari GPOne.

Ia menambahkan bahwa salah satu kekuatannya adalah pengereman, namun pada awal adaptasi dengan motor Superbike ia sempat kesulitan memaksimalkan aspek tersebut.

Perubahan pada bagian depan motor akhirnya memberinya sensasi lebih baik, meski masih ada sektor tertentu yang perlu dibenahi.

“Terutama di sektor kedua saya masih kehilangan waktu. Itu bagian tercepat di lintasan ini dan saya masih harus banyak belajar. Tapi kami berada di jalur yang benar,” tambahnya.

Perjalanan karier Alberto Surra sendiri terbilang panjang meski usianya masih muda. Ia memulai langkah dari CIV, kemudian menapaki berbagai jenjang seperti Moto3, Moto2, hingga pengalaman di Supersport sebelum akhirnya tiba di Superbike bersama Motocorsa Ducati.

Dalam perjalanannya, ia juga pernah merasakan bekerja dengan berbagai struktur tim yang berbeda, termasuk pengalaman di akademi VR46.

Ia menyebut masa-masa di VR46 sebagai periode yang penuh pelajaran, meski tidak selalu mudah dari sisi adaptasi.

Lingkungan yang profesional dan padat talenta membuatnya mendapatkan visibilitas penting, namun secara teknis dan struktur ia mengaku sempat kesulitan menyesuaikan diri.

“Di VR46 saya belajar banyak dari sisi manusia dan latihan. Lingkungannya sangat kompak dan saya punya hubungan baik dengan beberapa pembalap sampai sekarang,” kata Alberto Surra.

Namun ia juga mengakui bahwa pada saat itu dirinya belum siap sepenuhnya menghadapi kompleksitas kejuaraan dunia.

Kini situasinya berbeda. Ia merasa lebih matang secara mental maupun fisik untuk menghadapi tantangan Superbike.

Dalam prosesnya, ia juga masih menjaga komunikasi dengan beberapa pembalap MotoGP seperti Marco Bezzecchi dan Francesco Bagnaia.

Ia bahkan menyebut Bagnaia sebagai sosok penting yang memberi banyak masukan di masa-masa sulit.

Perjalanan hidupnya tidak hanya dibentuk oleh lintasan balap. Alberto Surra juga menceritakan peran besar sang ayah dalam membentuk karakter kerja kerasnya.

Setelah masa di VR46, ia sempat diajak bekerja di proyek konstruksi bersama ayahnya, sebuah pengalaman yang menurutnya membuka mata tentang arti sebenarnya dari kerja keras dan nilai uang.

Pengalaman itu membuatnya lebih menghargai setiap kesempatan di dunia balap. Ia menilai bahwa setiap atlet seharusnya pernah merasakan kehidupan di luar olahraga agar memiliki perspektif yang lebih luas.

Dalam menghadapi persaingan Superbike, Alberto Surra juga menegaskan pentingnya tetap rendah hati. Meski hasil latihan hari Jumat menunjukkan potensi besar, ia mengingatkan bahwa situasi ini belum menentukan apa pun dalam kejuaraan.

“Ini baru hari Jumat, belum ada poin yang diperebutkan. Kami memang cepat, tapi harus tetap tenang karena ada juara dunia dan tim pabrikan yang sangat kuat,” ujarnya.

Dari sisi teknis, ia mengakui bahwa Ducati merupakan motor yang sangat kompetitif, namun juga memiliki karakter unik.

Menurutnya, motor ini menuntut gaya berkendara yang bersih, halus, dan konsisten. Semakin dipaksakan secara agresif, justru dapat membuat performa menurun.

Karena itu, Alberto Surra banyak belajar dari pembalap Ducati lainnya. Ia menyebut Nicolò Bulega sebagai referensi utama dalam memahami karakter motor tersebut.

Selain itu, ia juga mengagumi Lorenzo Baldassarri yang dinilainya memiliki gaya berkendara sangat halus dan penuh pengalaman.

Perbedaan antara Moto2 dan Superbike juga menjadi salah satu tantangan terbesar dalam adaptasinya.

Ia menjelaskan bahwa Superbike jauh lebih kompleks karena melibatkan banyak aspek elektronik dan strategi, hampir seperti pekerjaan seorang insinyur di atas motor.

“Di Moto2 lebih banyak soal bakat murni, sedangkan di sini Anda harus mengelola ban, elektronik, dan ritme balapan. Ini sangat berbeda,” jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa salah satu kesulitannya saat ini adalah menjaga performa ban hingga akhir balapan, karena pada beberapa kesempatan ia terlalu cepat mengurasnya. Namun ia menganggap hal tersebut sebagai bagian normal dari proses adaptasi.

Meski sempat diragukan banyak pihak ketika memutuskan naik ke Superbike lebih awal, Alberto Surra menjadikan skeptisisme tersebut sebagai motivasi tambahan. Ia menganggap keraguan orang lain sebagai bahan bakar untuk terus berkembang.

Di akhir perbincangan, ia menyampaikan pesan sederhana kepada para pembalap muda. Menurutnya, kunci utama dalam dunia balap adalah kerja keras dan kesadaran akan asal-usul diri sendiri.

“Kita harus bekerja keras dan tidak melupakan dari mana kita berasal. Kita beruntung bisa berada di dunia ini, dan itu harus selalu diingat,” tutup Alberto Surra.

Add as preferred source on Google

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain GPNesia.com.
Exit mobile version