Andrea Stella Tegaskan Loyalitas Piastri dan McLaren di Tengah Rumor Red Bull

Avatar photo
Andrea Stella dan Oscar Piastri
FOTO: FORMULA1.COM

GPNesia.com – Kepala Tim McLaren, Andrea Stella, akhirnya buka suara terkait berbagai spekulasi yang menyeret nama Oscar Piastri ke Red Bull.

Di saat isu perpindahan pembalap dan perubahan struktur tim ramai dibicarakan di paddock Formula 1, Andrea Stella menegaskan bahwa McLaren justru sedang berada dalam fase paling stabil dalam beberapa tahun terakhir.

Rumor mengenai masa depan Piastri mencuat setelah muncul anggapan bahwa Red Bull dapat membidik pembalap asal Australia tersebut apabila Max Verstappen memutuskan meninggalkan tim.

Padahal, Piastri masih terikat kontrak jangka panjang bersama McLaren hingga setidaknya akhir musim 2027.

Saat menghadiri sesi media pada Jumat jelang Grand Prix Kanada, Andrea Stella menepis spekulasi tersebut dan menegaskan bahwa McLaren sangat puas dengan duet Oscar Piastri dan Lando Norris.

“Saya rasa reaksinya sudah tersirat dalam pertanyaan Anda – Anda menyebutkan musim liburan yang penuh kesibukan, dan saya rasa kita sudah sepenuhnya berada di musim liburan yang penuh kesibukan ini,” ujar Stella seperti dikutip dari Formula1.com.

Menurut Stella, performa Piastri saat ini menunjukkan perkembangan yang sangat positif, baik di lintasan maupun di luar balapan. Ia menilai pembalap muda tersebut tengah menikmati momen terbaiknya sejak bergabung dengan McLaren.

“Saat memikirkan Oscar, kami merasa sangat bahagia. Saya rasa kita sedang melihat Oscar terbaik di kokpit dan juga Oscar yang bahagia, serta versi terbaik dirinya di luar kokpit,” katanya.

Ia juga menyoroti hubungan harmonis antara Piastri dan Lando Norris yang dianggap menjadi salah satu fondasi penting kekuatan tim musim ini. Andrea Stella menilai atmosfer internal McLaren kini jauh lebih solid dibandingkan periode-periode sebelumnya.

“Dinamika dan hubungan yang hebat dengan Lando, dan saya rasa tim berada dalam kondisi terkuatnya sejak saya menjadi Kepala Tim. Jadi, jelas sekali, arahnya menuju stabilitas maksimal di McLaren,” lanjutnya.

Tak hanya membahas isu Piastri, Stella juga menanggapi rumor mengenai kemungkinan Gianpiero Lambiase menjadi sosok penting di struktur kepemimpinan McLaren pada masa mendatang.

Nama Lambiase sebelumnya dikaitkan dengan jabatan Kepala Tim setelah dipastikan akan bergabung sebagai Chief Racing Officer usai kontraknya bersama Red Bull berakhir pada 2028.

Dalam kesempatan yang sama, Stella kembali menegaskan komitmennya untuk tetap bersama McLaren. Pernyataan itu sekaligus meredam rumor yang sempat menghubungkannya dengan Ferrari.

“Soal diri saya sendiri, saya benar-benar berkomitmen penuh kepada McLaren,” tegasnya.

Ia mengaku bangga dengan perkembangan tim yang berhasil kembali meraih trofi dan bersaing di papan atas Formula 1.

Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi alasan kuat untuk terus membangun fondasi jangka panjang di McLaren Technology Centre.

“Salah satu hal yang membuat saya lebih bangga dengan pengalaman saya sebagai Team Principal adalah kami berhasil mengisi lemari di MTC dengan trofi, dan ini berarti kami perlu membuat area lain di lemari tersebut, yang baru,” ungkap Stella.

Lebih lanjut, Andrea Stella menjelaskan bahwa perekrutan Gianpiero Lambiase merupakan bagian dari visi besar McLaren untuk memperkuat struktur organisasi dengan menghadirkan figur-figur terbaik di Formula 1.

“Di McLaren, kami ingin mempekerjakan orang-orang terbaik di Formula 1, keahlian terbaik, pemimpin terbaik,” ujarnya.

Menurut Stella, keputusan Lambiase menerima pinangan McLaren menjadi bukti bahwa tim asal Woking tersebut kini memiliki daya tarik besar di mata para profesional papan atas Formula 1.

“Fakta bahwa GP memutuskan untuk bergabung dengan McLaren, bagi saya, menunjukkan kredibilitas tim kami,” katanya lagi.

Sebelumnya, bos Red Bull Laurent Mekies sempat menyebut bahwa Lambiase nantinya berpotensi menjadi Kepala Tim di McLaren. Namun Stella memilih menanggapi isu itu dengan fokus pada visi jangka panjang tim.

Ia menilai McLaren membutuhkan struktur kepemimpinan yang kuat untuk menjaga konsistensi performa di masa depan. Pengalamannya bersama Ferrari pada awal 2000-an juga menjadi referensi penting dalam membangun organisasi kompetitif di Formula 1 modern.

“Saya tahu tingkat senioritas, keahlian, dan kepemimpinan seperti apa yang dibutuhkan untuk sukses saat ini dan di masa depan,” jelas Stella.

Bagi McLaren, perekrutan Lambiase bukan sekadar transfer personel biasa, melainkan bagian dari strategi memperkuat fondasi tim dalam jangka panjang.

Stella pun menegaskan dirinya membutuhkan kelompok pemimpin yang solid untuk bekerja bersama dalam membawa McLaren terus berkembang.

“Saya sangat ingin GP bergabung dengan McLaren. Secara pribadi, saya sangat sibuk dengan peran saya sebagai Kepala Tim, dan saya membutuhkan sekelompok pemimpin yang kuat untuk bekerja bersama saya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *