GPNesia.com – Pembalap Mercedes, Andrea Kimi Antonelli, mengakui dirinya terlalu memaksakan performa mobil sepanjang rangkaian akhir pekan Formula 1 GP Barcelona 2026.
Kondisi tersebut membuat pembalap asal Italia itu harus mengakhiri sesi kualifikasi di posisi ketiga.
Meski masih nyaman memimpin klasemen sementara Kejuaraan Dunia Formula 1 dengan keunggulan 66 poin, akhir pekan di Sirkuit Barcelona-Catalunya kali ini tidak berjalan semulus seri-seri sebelumnya bagi Antonelli.
Pada sesi kualifikasi Sabtu, rekan setimnya di Mercedes, George Russell, tampil impresif dengan merebut pole position.
Russell akan memulai balapan dari posisi terdepan setelah mencatatkan waktu terbaik, unggul atas pembalap Ferrari, Lewis Hamilton, yang menempati posisi kedua.
Sementara itu, Andrea Kimi Antonelli harus puas mengamankan posisi ketiga di grid. Hasil tersebut menjadi catatan tersendiri karena untuk pertama kalinya musim ini pembalap berusia 19 tahun itu gagal memulai balapan dari barisan terdepan.
Usai sesi kualifikasi, Antonelli menjelaskan bahwa dirinya memang tidak pernah benar-benar merasa nyaman sepanjang akhir pekan di Barcelona.
Situasi itu diperparah oleh absennya dia pada sesi latihan bebas pertama (FP1), ketika tugas mengemudi Mercedes diberikan kepada pembalap cadangan Fred Vesti.
Selain itu, kemacetan lalu lintas di lintasan juga memengaruhi persiapannya selama sesi latihan bebas ketiga (FP3).
“Meskipun saya absen di FP1, saya rasa akhir pekan ini saya tidak memiliki kecepatan yang cukup dalam satu putaran,” ujar Antonelli.
Menurutnya, usaha untuk memaksimalkan performa mobil justru membuat dirinya terlalu memaksakan batas kemampuan kendaraan.
Ia menilai kondisi lintasan yang panas dan licin turut menyulitkan upaya untuk mendapatkan performa terbaik.
“Saya terlalu memaksakan mobil dan kondisinya sangat sulit, sangat licin, sangat panas, dan ban sedikit kehilangan kendali,” katanya.
Antonelli menambahkan bahwa dirinya mengalami kesulitan dalam menjaga performa ban tetap optimal sepanjang putaran. Faktor tersebut membuatnya tidak mampu mengeluarkan potensi maksimal saat sesi penentuan posisi start.
“Kesulitan untuk memaksimalkan performa mereka sepanjang putaran. Saya rasa ini tidak ideal, tetapi sekarang kita akan fokus ke besok,” lanjutnya.
Meski gagal meraih posisi start yang lebih baik, Andrea Kimi Antonelli tetap menatap balapan hari Minggu dengan rasa percaya diri.
Ia menilai peluang untuk mendapatkan hasil positif masih terbuka lebar mengingat jarak menuju Tikungan 1 di Barcelona cukup panjang.
“Awal yang baik sangat penting. Lintasan menuju Tikungan 1 cukup panjang, jadi jujur saja, posisi saya tidak buruk,” ungkapnya.
Antonelli juga memperkirakan pengelolaan ban akan menjadi faktor penentu dalam balapan. Suhu udara yang tinggi diperkirakan membuat degradasi ban meningkat sehingga strategi pit stop berpotensi memainkan peran besar.
“Maka, akan sangat penting untuk benar-benar memaksimalkan performa ban, mengelolanya dengan baik karena cuacanya sangat panas dan mungkin kita akan melihat banyak pit stop besok karena akan sulit untuk mengelolanya,” jelas pembalap Mercedes tersebut.
Selain itu, ia merasa memiliki modal yang cukup baik setelah menunjukkan kecepatan balapan yang kompetitif pada sesi latihan bebas kedua (FP2). Karena itu, Antonelli berharap bisa tampil lebih kuat saat balapan berlangsung.
“Saya rasa kecepatan balapan di FP2 cukup bagus, jadi semoga besok kita bisa memiliki kecepatan balapan yang lebih baik lagi dan bisa melaju lebih jauh,” tutupnya.
