GPNesia.com – Pembalap asal Spanyol Alvaro Bautista sukses mengamankan posisi ketujuh pada ajang WorldSBK Aragon 2026 race kedua yang digelar di Sirkuit MotorLand Aragon, Minggu (31/5).
Hasil ini menjadi pencapaian penting setelah dirinya baru saja menjalani proses pemulihan cepat pascaoperasi pergelangan kaki.
Tampil bersama Barni Spark Racing Team, ia menunjukkan ketangguhan luar biasa dengan kembali ke lintasan kurang dari dua pekan setelah operasi akibat cedera serius yang didapat pada seri sebelumnya di Republik Ceko.
Pemulihan Cepat dan Keputusan Berani Kembali Balapan
Alvaro Bautista harus menjalani operasi pada Senin, 18 Mei, untuk menangani beberapa patah tulang di pergelangan kaki kanannya yang terjadi saat sesi FP3 di seri Republik Ceko.
Dengan masa pemulihan hanya sekitar 11 hari, ia memutuskan kembali turun lintasan pada Jumat untuk mengikuti dua sesi latihan bebas WorldSBK.
Pada dua sesi tersebut, ia menempati posisi ke-11, namun kondisi fisik dan adaptasi motor belum sepenuhnya optimal.
Situasi semakin menantang ketika pada sesi Tissot Superpole, Sabtu pagi, ia hanya mampu berada di posisi ke-16 dengan selisih waktu lebih dari 1,5 detik dari pole sitter Nicolo Bulega.
Meski begitu, tekad kuatnya untuk kembali di balapan kandang di Aragon tidak surut. Ia tetap tampil dengan Ducati Panigale V4R meski belum sepenuhnya pulih.
Masalah Teknis dan Kebangkitan di Hari Minggu
Balapan pertama menjadi tantangan tersendiri. Memulai dari posisi ke-15 akibat penalti grid, ia harus mengakhiri race lebih awal di lap ketiga karena masalah teknis pada motor yang berkaitan dengan sistem rem dan kebocoran cairan.
Kondisi ini membuatnya baru bisa mengumpulkan poin di hari terakhir akhir pekan.
Dalam keterangannya, ia mengungkapkan bahwa sebelum akhir pekan dirinya bahkan tidak yakin bisa turun balapan.
Ia juga menyebut bahwa pada awal sesi latihan, kondisi fisiknya membuatnya sulit memaksimalkan performa karena masih ada rasa “proteksi” pada pergelangan kaki yang cedera.
Namun seiring bertambahnya waktu di atas motor, rasa tersebut perlahan hilang dan ia mampu meningkatkan catatan waktu.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim mekanik dan fisioterapis yang bekerja keras selama masa pemulihan singkat.
Meski hasil balapan bukan prioritas utama, ia menegaskan bahwa bisa kembali balapan setelah cedera adalah pencapaian terbesar baginya.
Satu-satunya kekecewaan datang dari gangguan teknis di Race 1 yang disebutnya sebagai masalah tidak biasa pada sistem rem.
Duel Sengit di Superpole Race dan Race 2
Pada hari Sabtu, performanya mulai membaik. Ia sempat naik ke posisi 10 pada awal balapan sprint, lalu menyalip Xavi Vierge untuk mengamankan posisi sembilan.
Pertarungan sengit terjadi dengan Tommy Bridewell di paruh awal balapan, sebelum akhirnya ia finis di posisi kedelapan setelah kecelakaan Lorenzo Baldassarri di akhir lomba.
Race 2 menjadi puncak performanya sepanjang akhir pekan. Berbekal posisi start lebih baik di P8, ia kembali bersaing ketat dengan Bridewell dan berhasil melakukan manuver penting di tikungan 14–15 pada lap kedelapan untuk naik posisi.
Dua lap kemudian, ia juga menyalip Albert Surra untuk mengamankan posisi ketujuh di Tikungan 12.
Di sisi lain, Garrett Gerloff yang membuntuti ketat sempat menyalipnya di lap-lap akhir, namun pertarungan posisi terus terjadi hingga lap terakhir.
Meski sempat melakukan perlawanan di trek lurus belakang menuju Tikungan 16, tekanan dari lawan membuatnya harus puas finis ketujuh.
Dalam kondisi fisik yang belum ideal, Alvaro Bautista mengakui bahwa balapan hari Minggu sangat berat, terutama pada lap-lap terakhir ketika daya tahan kakinya mulai menurun drastis.
Kondisi Fisik dan Target ke Depan
Ia menyebut bahwa pada sesi Superpole Race saja, ia sudah merasakan kelelahan signifikan karena sebelumnya belum pernah menjalani lebih dari lima lap beruntun sejak cedera.
Setelah menjalani total lebih dari sepuluh lap, kondisi kakinya benar-benar terkuras.
Meski demikian, ia tetap mampu menyelesaikan Race 2 dengan hasil positif dan merasa bangga atas kerja keras dirinya serta tim.
Ia juga mengakui bahwa belum bisa memastikan kondisi 100 persen fit untuk seri berikutnya di Misano, namun saat ini kondisi fisiknya diperkirakan baru sekitar 60 persen.
Konsistensi dan keberanian kembali ke lintasan dalam kondisi belum pulih sepenuhnya menjadi sorotan utama akhir pekan tersebut, sekaligus menegaskan mental kompetitif seorang juara dunia dua kali yang masih mampu bersaing di level tertinggi WorldSBK meski baru pulih dari cedera serius.






