GP Nesia – Kontroversi besar mewarnai seri keenam MotoGP 2026 di GP Catalunya setelah insiden tabrakan antara Raul Fernandez dan Jorge Martin memicu perdebatan panas di paddock, termasuk kritik tajam dari Aleix Espargaro.
Balapan yang berlangsung kacau tersebut akhirnya dimenangkan oleh Fabio Di Giannantonio, dalam Grand Prix Catalunya yang dipenuhi dua kali pengibaran bendera merah setelah kecelakaan serius yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco. Insiden tersebut membuat jalannya lomba sempat dihentikan demi keselamatan para pembalap.
Sejak awal lomba, Fernandez tampil agresif dan sempat bersaing ketat dengan Pedro Acosta serta Alex Marquez dalam perebutan posisi terdepan.
Pembalap Trackhouse itu bahkan sempat memimpin jalannya balapan sebelum akhirnya turun ke posisi ketiga menjelang restart. Pada restart ketiga, peluang podium masih terbuka lebar bagi Fernandez berkat kecepatan motornya.
Namun situasi berubah drastis ketika memasuki tikungan kelima. Fernandez terlibat tabrakan dengan motor pabrikan milik Martin, yang membuat kedua pembalap harus tersingkir dari persaingan.
Setelah insiden tersebut, Martin terlihat mendorong motornya kembali ke pit lane, sementara dirinya tidak tercatat dalam klasifikasi akhir lomba.
Sementara itu, Fernandez harus tertatih hingga garis finis dan hanya mampu mengamankan posisi ke-17. Ia kemudian mengungkapkan kekecewaannya terhadap Martin, yang menurutnya tidak menangani situasi dengan baik saat insiden terjadi.
Dalam wawancara dengan DAZN, Fernandez menjelaskan bahwa ia merasa kondisi di lintasan “tidak nyata” dan menyayangkan kerja keras tim yang berujung tanpa hasil maksimal.
Ia menilai Martin melakukan kesalahan dalam momen krusial, termasuk saat pengereman dan perubahan arah motor yang dianggap memicu tabrakan.
Fernandez juga menegaskan bahwa insiden tersebut seharusnya bisa diselesaikan sebagai bagian dari balapan biasa, namun hasil akhirnya membuat keduanya gagal finis.
Meski begitu, ia tetap meminta maaf kepada timnya atas kesalahan strategi dan situasi di lintasan, sembari menegaskan bahwa mereka sebenarnya memiliki kecepatan untuk bersaing di podium.
Pernyataan tersebut memicu respons keras dari berbagai pihak di paddock. Bahkan, terjadi konfrontasi antara bos Aprilia Massimo Rivola dengan Davide Brivio di area pit lane, yang terekam kamera siaran langsung dan semakin memperkeruh suasana.
Menanggapi komentar Fernandez, mantan pembalap Aprilia yang kini menjadi pembalap penguji Honda, Aleix Espargaro, melontarkan sindiran tajam melalui platform X (sebelumnya Twitter).
Ia mempertanyakan seriusnya pernyataan tersebut dan menyebutnya seperti lelucon atau parodi, yang secara tidak langsung mengisyaratkan bahwa ia menilai Fernandez sebagai pihak yang lebih bertanggung jawab atas insiden itu.
Tak berhenti di situ, komentar dari Aleix Espargaro juga memicu diskusi lanjutan di kalangan penggemar dan paddock, mengingat posisinya yang pernah membela Aprilia dan kini berada di lingkungan berbeda sebagai penguji.
Insiden ini pun menambah panas rivalitas dan dinamika internal di MotoGP musim 2026 yang sudah penuh drama sejak awal musim.
