GPNesia.com – Pembalap Ferrari, Charles Leclerc, mengungkapkan rasa kecewa dan malu yang mendalam setelah kecelakaan yang dialaminya pada sesi kualifikasi Formula 1 Grand Prix Barcelona 2026.
Insiden tersebut terjadi ketika ia sedang menjalani lap cepat pertamanya di babak Q3 dan mengakhiri peluangnya untuk meraih posisi start yang lebih kompetitif.
Dalam sesi penentuan grid di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Charles Leclerc kehilangan kendali mobil Ferrari setelah mengalami oversteer secara tiba-tiba saat keluar dari Tikungan 4, sebuah tikungan kanan panjang yang menjadi salah satu bagian teknis di lintasan tersebut. Mobilnya kemudian meluncur ke area kerikil sebelum menghantam pembatas dengan cukup keras.
Meski kecelakaan itu memicu bendera merah dan menghentikan jalannya sesi untuk sementara waktu, Leclerc dipastikan tidak mengalami cedera.
Namun, konsekuensi dari insiden tersebut membuat pembalap asal Monako itu harus menerima kenyataan memulai balapan sepanjang 66 lap pada hari Minggu dari posisi ke-10.
Usai sesi kualifikasi, Leclerc menjelaskan bahwa sebenarnya performanya sepanjang sesi berjalan cukup menjanjikan. Ia merasa Ferrari memiliki kecepatan yang baik dan mampu bersaing di barisan depan.
“Lap Q2 tadi sangat bagus, saya rasa di hampir semua tikungan kami adalah yang terkuat,” ujar Leclerc.
Menurutnya, Tikungan 4 merupakan bagian lintasan yang paling sulit baginya sepanjang akhir pekan. Saat mencoba memaksimalkan catatan waktu, ia melepaskan rem dan membawa kecepatan yang cukup tinggi saat memasuki tikungan tersebut.
Leclerc menilai kecepatan yang dibawanya sebenarnya masih bisa ditangani di bagian tengah tikungan. Namun, situasi berubah ketika mobilnya bergerak ke area lintasan yang lebih kotor sehingga grip berkurang secara signifikan. Kondisi itu membuatnya kehilangan kendali dan akhirnya mengalami kecelakaan.
“Saya rasa saya membawa kecepatan yang cukup tinggi saat memasuki tikungan, yang sebenarnya tidak masalah di tengah tikungan, tetapi akhirnya saya berada di bagian lintasan yang lebih kotor dan kehilangan kendali mobil. Tidak ada alasan, ini adalah kesalahan,” katanya.
Sebelum kecelakaan terjadi, peluang Ferrari untuk meraih hasil besar sebenarnya cukup terbuka. Leclerc berhasil mencatatkan waktu tercepat kedua pada sesi Q2 dan hanya terpaut sekitar sepersepuluh detik dari George Russell yang kemudian merebut pole position.
Catatan tersebut membuat Charles Leclerc yakin bahwa dirinya memiliki peluang nyata untuk mengamankan posisi start yang lebih baik jika mampu menyelesaikan Q3 tanpa hambatan. Optimisme itu juga diperkuat oleh performa kuat Ferrari melalui rekan setimnya, Lewis Hamilton.
Hamilton berhasil menempati posisi kedua pada hasil akhir kualifikasi dengan selisih hanya 0,064 detik dari Russell. Hasil tersebut menunjukkan bahwa paket mobil Ferrari memiliki kecepatan yang cukup untuk menantang barisan terdepan di GP Barcelona 2026.
Meski masih melihat sisi positif dari performa tim sepanjang akhir pekan, Leclerc tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya terhadap kesalahan yang dilakukan sendiri. Ia mengaku sangat sulit menerima kenyataan bahwa peluang besar tersebut hilang akibat kesalahan pribadi.
“Saya merasa sangat malu datang ke sini untuk berbicara di depan kamera setelah kejadian ‘bagaimana jika’ lainnya,” ungkapnya.
Leclerc juga membandingkan situasi yang dialaminya dengan momen-momen sebelumnya ketika peluang besar gagal dimaksimalkan karena berbagai kendala. Menurutnya, akhir pekan di Barcelona sebenarnya berjalan sangat positif hingga insiden di Q3 mengubah segalanya.
“Sayangnya, pekan lalu sama seperti saat kita tidak mengalami masalah itu. Akhir pekan ini seperti saat saya tidak melakukan kesalahan itu,” lanjut pembalap Ferrari tersebut.
Meski harus memulai balapan dari posisi ke-10, Leclerc tetap berusaha mempertahankan optimisme menghadapi balapan utama. Ia menilai perasaan nyaman dengan mobil sudah kembali dan masih ada kesempatan untuk memperbaiki posisi saat balapan berlangsung.
Namun demikian, ia mengakui bahwa seharusnya dirinya berada di posisi start yang jauh lebih baik berdasarkan performa yang ditunjukkan sepanjang akhir pekan.
“Saya hanya merasa malu karena tidak mampu menampilkan performa terbaik di akhir pekan yang sangat positif ini. Perasaan itu sudah kembali dan saya masih optimis untuk besok, tetapi seharusnya saya memulai dari posisi yang lebih tinggi dan saya tidak bisa karena kesalahan saya sendiri,” tuturnya.
Leclerc menutup pernyataannya dengan mengungkapkan rasa bersalah kepada para pendukung Ferrari dan penggemarnya. Ia merasa telah mengecewakan banyak pihak yang selama ini terus memberikan dukungan, terutama ketika tim sedang menunjukkan perkembangan positif.
“Saya merasa malu karena telah mengecewakan begitu banyak orang yang mendukung kami. Pasti sulit bagi mereka untuk tetap mendukung saya,” kata Leclerc.













