GPNesia.com – Performa sulit kembali dialami KTM pada sesi Sprint MotoGP di Mugello, di mana pembalap muda Spanyol, Pedro Acosta, menilai timnya harus fokus “bertahan” pada balapan utama hari Minggu setelah tidak mampu bersaing di barisan depan.
Dalam balapan 11 lap tersebut, Pedro Acosta menjadi pembalap KTM dengan hasil terbaik setelah berhasil finis di posisi kesembilan.
Hasil itu didapat di tengah situasi balapan yang penuh tekanan, termasuk insiden jatuhnya Enea Bastianini di tikungan ke-10 saat tengah bertarung langsung dengan Acosta.
Meski menjadi rider KTM terdepan di sprint, Pedro Acosta tidak mampu melakukan banyak progres sepanjang lomba.
Ia justru terjebak di belakang Francesco Bagnaia dan Ai Ogura, yang membuatnya kehilangan momentum untuk naik posisi.
Situasi semakin sulit di lap-lap akhir ketika ia harus rela turun peringkat setelah disalip kedua pembalap tersebut.
Bastianini sendiri sempat menjadi salah satu titik acuan kecepatan di lintasan, namun kecelakaan yang dialaminya mengubah dinamika pertarungan di grup tengah.
Meski begitu, KTM tetap kesulitan mengimbangi ritme para rival dari Ducati dan Aprilia yang tampil lebih kompetitif di Mugello.
Usai balapan, Pedro Acosta mengakui bahwa timnya memang sudah memprediksi tantangan berat di Mugello, tetapi tidak menyangka kesenjangan performa akan sebesar itu.
Ia menyoroti bagaimana peningkatan performa Ducati dan Aprilia membuat KTM tampak stagnan dibandingkan sesi sebelumnya.
“Kami tahu akan kesulitan di sini, tapi tidak menyangka akan sesulit ini, apalagi dibandingkan kecepatan Bastianini sebelumnya,” ungkapnya dalam komentar yang dikutip dari Crash.net.
Ia juga menambahkan bahwa meski ada perbedaan kondisi lintasan, KTM tampak tidak mengalami peningkatan dari sesi Jumat, sementara rival justru melangkah lebih jauh.
Dalam evaluasinya, Pedro Acosta menilai bahwa masalah utama bukan hanya pada satu aspek, melainkan konsistensi performa motor yang belum mampu beradaptasi di setiap sirkuit.
Ia mempertanyakan mengapa motor KTM RC16 bisa sangat kompetitif di Barcelona, tetapi justru mengalami kesulitan besar di Mugello.
Menatap balapan utama hari Minggu, Pedro Acosta tidak memasang target tinggi.
Dengan nada realistis, ia menyebut bahwa fokus utama tim adalah bertahan dan menyelesaikan balapan di tengah ketidakpastian pemilihan ban serta kondisi lintasan yang sulit diprediksi.
“Bertahan saja. Sangat sulit menentukan ban yang tepat untuk balapan nanti,” ujarnya, menggambarkan situasi yang dihadapi timnya menjelang race day.
Selain masalah kecepatan, Acosta juga mengeluhkan adanya getaran pada motor saat keluar tikungan.
Awalnya ia mengira masalah tersebut hanya terjadi pada motornya sendiri, namun setelah mengikuti Bastianini, ia menyadari bahwa pembalap Italia itu juga mengalami hal serupa.
“Awalnya saya pikir hanya motor saya yang bermasalah, tapi saat mengikuti Enea setelah keluar tikungan pertama, dia juga mengalami hal yang sama. Ini perlu segera diperiksa oleh KTM,” jelasnya, menegaskan perlunya evaluasi cepat dari tim teknis.
Dengan berbagai masalah yang muncul di Sprint Mugello, Pedro Acosta bersama KTM kini dituntut untuk menemukan solusi cepat jika ingin menghindari hasil serupa di balapan utama.
Tantangan besar sudah menanti, dan strategi bertahan menjadi pilihan paling realistis di tengah persaingan ketat MotoGP musim ini.









