Valentino Rossi Jadi Faktor Menurunnya Popularitas MotoGP di Italia

Avatar photo
Valentino Rossi Soroti Komitmen Ducati untuk Francesco Bagnaia
FOTO: VR46RACINGTEAM.IT

POIN PENTING

  • Valentino Rossi dinilai masih menjadi figur terbesar MotoGP, dan absennya sejak pensiun pada 2021 membuat popularitas MotoGP di Italia menurun.
  • Manajer Ducati, Davide Tardozzi, menyebut Rossi adalah magnet besar yang mampu menarik semua kalangan menonton MotoGP, termasuk masyarakat umum di Italia.
  • MotoGP kini mulai memperluas pasar global dengan menghadirkan pembalap baru seperti Toprak Razgatlioglu dan Diogo Moreira, sehingga dominasi Italia dan Spanyol perlahan berkurang.

GP Nesia – Nama Valentino Rossi masih dianggap sebagai ikon terbesar dalam sejarah MotoGP. Meski sudah pensiun sejak akhir musim 2021, pengaruh Valentino Rossi disebut belum benar-benar tergantikan hingga sekarang.

Bahkan, absennya sang legenda dinilai membuat pamor MotoGP di Italia mengalami penurunan cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Valentino Rossi dikenal sebagai sosok yang membawa MotoGP menjadi tontonan populer lintas generasi di Italia.

Dengan koleksi tujuh gelar dunia di kelas utama, Rossi tidak hanya menjadi pembalap sukses, tetapi juga figur yang mampu menarik perhatian publik luas terhadap balap motor Grand Prix.

Namun setelah Valentino Rossi meninggalkan lintasan balap, minat masyarakat Italia terhadap MotoGP perlahan mulai menurun.

Kondisi tersebut terjadi meskipun saat ini masih ada enam pembalap Italia penuh waktu di grid MotoGP 2026.

Selain itu, Italia juga tetap memiliki dua pabrikan besar, yakni Ducati dan Aprilia, serta tim VR46 milik Rossi sendiri.

Mantan pembalap Ducati sekaligus test rider, Michele Pirro, sebelumnya pernah menyebut Italia akan “kehilangan daya tarik” tanpa kehadiran Rossi. Pendapat serupa kini juga disampaikan manajer tim Ducati, Davide Tardozzi.

Dalam wawancaranya bersama Speedweek, Tardozzi mengakui bahwa absennya Rossi masih menjadi persoalan besar bagi MotoGP di Italia.

BACA JUGA:  Carlo Pernat Menasihati Jorge Martin Agar Lebih Kalem

Ia menilai tidak ada figur lain yang mampu menyamai magnet besar yang dimiliki legenda berjuluk The Doctor tersebut.

“Kami kehilangan pangsa pasar di Italia dalam beberapa tahun terakhir. Saya tidak bisa berbicara mengenai negara lain,” ujar Tardozzi.

Menurutnya, kehilangan Valentino Rossi membuat MotoGP kehilangan sosok superstar yang mampu menjangkau seluruh kalangan masyarakat, termasuk mereka yang sebelumnya tidak terlalu mengikuti balapan motor.

“Fakta bahwa kami tidak lagi memiliki Valentino Rossi adalah masalah besar. Valentino Rossi adalah seorang bintang, bahkan menjadi pahlawan bagi para nenek. Dia membuat mereka ikut menonton MotoGP,” lanjut Tardozzi.

Meski demikian, Tardozzi tetap mengapresiasi sejumlah figur Italia yang masih mampu menjaga eksistensi MotoGP di negaranya.

Ia menilai Francesco Bagnaia atau Pecco Bagnaia sudah memiliki popularitas besar dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, Ducati dan Aprilia juga dinilai aktif melakukan promosi dengan baik.

Namun ia menambahkan bahwa sistem siaran televisi berbayar turut memengaruhi penurunan jumlah penonton MotoGP di Italia.

Menurutnya, hak siar premium memang menjadi kebutuhan bisnis penyelenggara, tetapi di sisi lain membatasi jangkauan penonton umum.

“TV berbayar memang tidak membantu. Tetapi dunia olahraga saat ini harus tetap berjalan dan penyiar berbayar membayar dengan nilai tinggi, sehingga penyelenggara cenderung memilih arah tersebut,” jelasnya.

Tardozzi juga menyinggung masa depan MotoGP di bawah kepemilikan baru Liberty Media. Ia mengaku belum mengetahui strategi yang akan digunakan untuk memasarkan kejuaraan dunia balap motor tersebut ke depannya.

“Saya tidak tahu bagaimana perkembangan bersama pemilik baru dan bagaimana mereka akan memasarkan kejuaraan ini. Tetapi saya percaya era TV berbayar sudah tidak bisa diputar kembali,” katanya.

BACA JUGA:  Marc Marquez Uji Upgrade Ducati di Jerez Usai Kecelakaan GP Spanyol

Selain faktor absennya Valentino Rossi, perubahan arah MotoGP secara global juga disebut menjadi alasan lain berkurangnya dominasi Italia di kejuaraan tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, MotoGP mulai membuka pasar baru dengan menghadirkan pembalap dari negara-negara yang sebelumnya kurang terwakili.

Italia dan Spanyol memang masih mendominasi grid MotoGP. Dari total pembalap musim 2026, sebanyak 15 rider berasal dari dua negara tersebut.

Namun kehadiran pembalap seperti Toprak Razgatlioglu dan Diogo Moreira dinilai membawa pasar baru bagi MotoGP.

Liberty Media sebagai pemilik baru MotoGP juga disebut ingin memperluas jangkauan olahraga ini ke lebih banyak negara. Dampaknya mulai terlihat dari perubahan pendekatan tim-tim MotoGP dalam mencari pembalap muda potensial.

Kini, beberapa tim mulai melirik talenta dari negara baru dibanding hanya berfokus pada pembalap Italia dan Spanyol.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, yang disebut ingin mengatur dominasi pembalap Italia dan Spanyol di grid MotoGP.

Walaupun demikian, pembalap Italia seperti Francesco Bagnaia, Marco Bezzecchi, dan Fabio Di Giannantonio masih memiliki daya tarik tersendiri bagi penggemar MotoGP.

Hanya saja, banyak pihak menilai kharisma dan pengaruh besar Valentino Rossi tetap belum tergantikan hingga saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *