Liberty Media Laporkan MotoGP Q1 2026 Rugi $24 Juta Meski Pendapatan Naik 30%

Avatar photo
Liberty Media MotoGP Rugi
Liberty Media Gelaran MotoGP Q1 2026 Rugi $24 Juta Meski Pendapatan Naik 30%. sumber: (motorsport)

GPNesia.com – Kabar terbaru datang dari laporan keuangan kuartal pertama 2026 yang dirilis oleh perusahaan media asal Amerika, Liberty Media, yang kini juga menaungi MotoGP setelah akuisisi dan integrasi bisnis bersama grup Formula 1.

Dalam laporan yang dipublikasikan pada Kamis tersebut, MotoGP mencatat kerugian sebesar $24 juta, meski sejumlah indikator pendapatan menunjukkan pertumbuhan positif pada awal musim 2026.

Laporan mencakup periode Januari hingga Maret 2026, saat MotoGP telah menggelar tiga balapan Grand Prix yang dimulai di Thailand, kemudian berlanjut ke Brasil, dan Amerika Serikat.

Pendapatan utama dari biaya penyelenggaraan balapan, lisensi televisi, serta sponsor meningkat dari $64 juta menjadi $83 juta, atau naik sekitar 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut disebut berasal dari kenaikan biaya promosi balapan yang dipengaruhi variasi format acara MotoGP, serta meningkatnya pemasukan sponsor dari iklan sisi lintasan dan penambahan mitra komersial baru.

Namun, sebagian kenaikan itu tertahan oleh penyesuaian pada biaya hak siar media yang menurun sesuai kontrak yang berlaku.

Pendapatan tambahan dari sektor lain, termasuk Kejuaraan Superbike Dunia dan layanan perhotelan, justru mengalami sedikit penurunan pada kuartal ini.

Meski demikian, total pendapatan bisnis MotoGP tetap meningkat menjadi $94 juta, naik dari $75 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam laporan yang sama, Liberty Media menegaskan bahwa portofolio olahraga motor ini tetap menjadi bagian penting dalam strategi ekspansi global perusahaan.

Di sisi lain, beban operasional juga meningkat cukup signifikan, dari $65 juta pada tahun sebelumnya menjadi $78 juta pada 2026.

Kenaikan ini terutama dipicu oleh biaya logistik pengiriman yang lebih tinggi akibat perubahan kalender balapan serta lonjakan harga bahan bakar yang berdampak langsung pada operasional tim dan penyelenggaraan event.

Setelah memperhitungkan amortisasi dan depresiasi, MotoGP kembali membukukan kerugian bersih sebesar $24 juta, angka yang tidak berubah dibandingkan periode yang sama pada 2025. Meski demikian, manajemen menilai performa awal musim tetap mencerminkan daya tarik kompetisi yang kuat.

“Awal musim ini memperkuat posisi MotoGP sebagai kejuaraan yang sangat kompetitif dengan balapan yang penuh kejutan. Kita melihat momen-momen menarik seperti kebangkitan Jorge Martin dan aksi di lintasan yang terus menghadirkan hiburan. Fokus kami tetap pada ekspansi global sambil terus memperkuat investasi di sisi komersial,” ujar Carmelo Ezpeleta, CEO MotoGP SEG.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah memulai kemitraan eksklusif dengan Quint untuk meningkatkan layanan perhotelan, sekaligus tengah menyelesaikan pembaruan kerja sama IRTA menjelang musim berikutnya.

Meski awal 2026 dibuka dengan kerugian kuartalan, MotoGP disebut masih berada dalam posisi keuangan yang solid setelah sebelumnya mencatatkan laba $54 juta pada 2025 dengan total pendapatan mencapai $573 juta.

Dalam laporan penutupnya, Liberty Media menegaskan optimisme terhadap pertumbuhan jangka panjang MotoGP di pasar global olahraga motor.

Add as preferred source on Google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *