GPNesia.com – Gelaran Formula 1 di Miami Grand Prix 2026 kali ini menyisakan kekecewaan mendalam bagi Liam Lawson.
Pembalap muda tersebut harus tersingkir lebih awal dari sesi sprint qualifying setelah hanya mampu finis di posisi P17 pada SQ1.
Situasi semakin rumit ketika Alex Albon berhasil melaju ke SQ2, meskipun diduga melakukan pelanggaran batas lintasan yang baru disadari belakangan oleh pihak pengawas.
Insiden ini memicu tanda tanya besar, terutama bagi Liam Lawson yang merasa peluangnya untuk bertahan seharusnya masih terbuka apabila keputusan investigasi dilakukan lebih cepat.
Pembalap Racing Bulls tersebut sempat kembali ke mobilnya, VCARB 03, setelah melewati jembatan timbang dengan harapan ada perubahan keputusan. Namun, harapan itu pupus karena tidak ada izin tambahan yang diberikan oleh pihak resmi.
Ketika dimintai tanggapan, Liam Lawson tidak menyembunyikan rasa frustrasinya. Ia menilai bahwa pelanggaran batas lintasan yang dilakukan Albon seharusnya bisa ditindak lebih cepat oleh FIA.
Dalam pernyataannya, pembalap berusia 24 tahun itu menegaskan bahwa situasi tersebut sulit dipahami dari sudut pandangnya.
“Tidak, Alex melanggar batas lintasan, namun saya pikir mereka menyadarinya terlambat, dan karena dia sudah berada di lintasan…” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa berdasarkan pemahamannya, pelanggaran tersebut jelas terjadi sebelum Albon melaju ke SQ2.
Di luar kontroversi tersebut, Liam Lawson juga mengakui adanya kesalahan internal yang turut memperburuk situasinya di lintasan.
Ia menjelaskan bahwa rangkaian kejadian buruk dimulai sejak awal sesi SQ1, ketika dirinya tidak berada pada posisi ideal saat keluar dari garasi. Hal itu membuatnya tertinggal dari rombongan dan gagal mendapatkan outlap yang optimal.
Kesialan berlanjut ketika ia mengalami flat spot besar di Tikungan 1, yang berdampak langsung pada performa bannya.
Kondisi ban yang sudah rusak memaksanya tetap mencoba putaran kedua, namun getaran hebat membuat upayanya tidak maksimal.
Akibatnya, ia tidak mampu memperbaiki catatan waktu dan harus menerima kenyataan tersingkir lebih awal.
Meski demikian, Liam Lawson melihat ada sisi positif dari performa mobilnya. Ia menyebut bahwa peningkatan performa sebenarnya sudah terlihat sejak sesi pagi, sehingga hasil akhir ini terasa semakin mengecewakan baginya.
Peristiwa ini menjadi gambaran betapa kompleksnya dinamika di lintasan Formula 1, di mana faktor teknis, keputusan pengawas, hingga kesalahan kecil dapat berujung pada konsekuensi besar.
Bagi Liam Lawson, Miami Grand Prix kali ini bukan hanya soal hasil, tetapi juga pelajaran penting dalam menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian.







