GPNesia.com – Perubahan besar tengah diproyeksikan dalam struktur pembalap di lingkungan Trackhouse Racing setelah muncul kabar bahwa Ai Ogura telah mencapai kesepakatan dengan Yamaha untuk musim 2027 mendatang.
Kondisi ini membuat tim dan pihak Aprilia harus segera menyiapkan langkah strategis untuk mencari pengganti yang sepadan dalam waktu relatif singkat.
CEO Aprilia, Massimo Rivola, mengakui bahwa kepergian Ogura merupakan situasi yang cukup mengecewakan, mengingat pembalap muda tersebut saat ini tengah menunjukkan perkembangan performa yang menjanjikan bersama Trackhouse Racing.
Namun demikian, ia menilai keputusan tersebut juga merupakan bagian dari dinamika wajar dalam dunia balap, terutama ketika pembalap berbakat mulai dilirik pabrikan besar lain.
Ogura sendiri sebelumnya disebut-sebut akan menjadi salah satu pilar masa depan tim, tetapi situasi berubah ketika Yamaha bergerak cepat mengamankan jasanya untuk menggantikan posisi Alex Rins di masa mendatang.
Langkah tersebut secara otomatis membuat Aprilia dan tim satelitnya harus kembali melakukan evaluasi terhadap komposisi pembalap mereka.
Dalam keterangannya kepada media, Rivola menegaskan bahwa pihaknya tetap percaya penuh terhadap Davide Brivio, yang saat ini memegang peran penting dalam pengelolaan tim.
Menurutnya, Brivio memiliki pengalaman panjang dan visi yang matang dalam menentukan arah pengembangan pembalap di Trackhouse Racing, sehingga keputusan berikutnya diyakini akan tetap berada pada jalur yang tepat.
“Memang tidak mudah kehilangan pembalap yang sudah terbukti memiliki talenta besar. Tetapi di sisi lain, ini juga menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Davide Brivio dalam melihat potensi Ogura sejak awal adalah keputusan yang tepat. Kami sudah sering berdiskusi, dan saya yakin ia akan kembali membuat pilihan terbaik untuk pembalap selanjutnya,” ujar Rivola dalam wawancara tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa proses pencarian pengganti Ogura tidak akan memakan waktu terlalu lama.
Menurutnya, keputusan terkait pembalap baru kemungkinan besar akan selesai dalam satu hingga dua seri balapan ke depan, tergantung pada hasil evaluasi yang sedang dilakukan.
“Belum ada keputusan final. Saya memperkirakan ini hanya akan menjadi persoalan satu atau dua balapan saja sebelum semuanya diputuskan,” tambahnya.
Di sisi lain, Davide Brivio turut memberikan gambaran mengenai arah kebijakan rekrutmen yang kemungkinan akan diambil oleh tim.
Ia memberikan sinyal bahwa Trackhouse Racing tidak akan mengambil risiko dengan merekrut pembalap rookie atau talenta yang belum memiliki pengalaman di level tertinggi.
Brivio menilai bahwa dengan motor yang sudah kompetitif, tim membutuhkan pembalap yang siap langsung memberikan hasil tanpa harus melalui proses adaptasi panjang.
Oleh karena itu, opsi pembalap berpengalaman menjadi prioritas utama dalam proses seleksi yang sedang berjalan.
Dengan situasi yang terus berkembang ini, masa depan susunan pembalap di Trackhouse Racing menjadi salah satu perhatian utama dalam lanjutan musim, terutama terkait bagaimana tim akan mempertahankan daya saing mereka di tengah persaingan ketat dunia MotoGP.







