GPNesia.com – Mantan pembalap Formula 1 sekaligus analis Sky Sports, Karun Chandhok, menilai bahwa Kimi Antonelli memiliki kapasitas nyata untuk ikut bersaing dalam perebutan gelar juara dunia pembalap musim 2026.
Antonelli mencuri perhatian publik setelah menjadi pembalap termuda yang sempat memimpin klasemen kejuaraan, menyusul dua kemenangan beruntun di Grand Prix China dan Jepang.
Meski musim masih panjang dan banyak sorotan diarahkan pada performa rekan setimnya di Mercedes, George Russell, yang kerap disebut sebagai kandidat kuat juara, Chandhok menegaskan bahwa situasi tersebut belum menutup peluang pembalap muda Italia itu.
Dalam sebuah sesi di acara Sky Sports F1 Show, Karun Chandhok menyampaikan pandangannya bahwa Antonelli masih sangat mungkin bersaing di level tertinggi.
Ia menilai performa sang rookie di dua seri tersebut menunjukkan potensi besar, meskipun di China terdapat beberapa kendala yang turut dipengaruhi oleh masalah yang dialami Russell pada sesi kualifikasi. Meski demikian, ia menekankan bahwa stint kedua Antonelli di balapan tersebut sangat impresif.
Menurut penilaian Karun Chandhok, performa Antonelli di Jepang bahkan lebih meyakinkan. Sepanjang akhir pekan, pembalap muda itu disebut sebagai yang tercepat di hampir semua sesi, termasuk latihan bebas.
Satu-satunya catatan kecil hanyalah start yang kurang optimal, namun keberuntungan dengan hadirnya safety car membantunya kembali ke posisi kompetitif. Kecepatan balapnya dinilai sangat konsisten dan dominan sepanjang lomba.
Ia juga menyoroti selisih waktu yang cukup signifikan antara Antonelli dan Russell, yang disebut berkisar dua hingga tiga persepuluh detik dalam beberapa fase balapan.
Bagi Chandhok, hal ini menunjukkan bahwa secara performa murni, Antonelli berada dalam jalur yang tepat untuk menjadi penantang serius gelar juara, meskipun ia tidak memastikan apakah hal itu benar-benar akan terwujud hingga akhir musim.
Di sisi lain, komentator utama Sky Sports, David Croft, turut memberikan pandangan yang sejalan dengan Karun Chandhok, namun mengingatkan agar publik tidak memberikan tekanan berlebihan kepada pembalap muda Mercedes tersebut.
Ia mencontohkan situasi dalam dunia olahraga lain, termasuk kasus pegolf Patrick Reed di Masters, yang sempat memimpin namun gagal juara karena tekanan besar di bawah ekspektasi tinggi.
Croft menegaskan bahwa meskipun performa Antonelli menjanjikan, publik sebaiknya tidak terburu-buru menempatkannya sebagai kandidat juara utama. Menurutnya, masih terlalu dini untuk membebani pembalap muda tersebut dengan ekspektasi besar.
Dengan performa yang terus berkembang dan sorotan yang semakin besar, Karun Chandhok tetap menilai bahwa Antonelli berada di jalur yang tepat untuk menjadi salah satu nama besar di Formula 1 masa depan, meski persaingan musim 2026 masih akan sangat panjang dan penuh tantangan.







