GPNesia.com – Kabar dari ajang Grand Prix Miami 2026 menghadirkan cerita menarik ketika Liam Lawson mengaku tidak menyangka harus mengembalikan posisinya kepada Max Verstappen di tengah jalannya balapan yang berlangsung sengit dan penuh insiden.
Balapan tersebut dimulai dengan situasi tidak biasa bagi Verstappen yang sebelumnya старт dari barisan depan. Namun, pembalap Red Bull itu mengalami insiden putaran di tikungan kedua yang membuatnya kehilangan sejumlah posisi penting.
Dalam upaya bangkit, Verstappen kemudian terlibat duel ketat dengan Lawson di Tikungan 11. Pertarungan itu berujung pada keduanya keluar lintasan, dengan Lawson berada di depan mantan rekan setimnya tersebut.
Dalam situasi itu, tim kemudian memberikan instruksi kepada Lawson untuk menyerahkan kembali posisi yang sempat ia ambil.
Keputusan tersebut membuatnya cukup terkejut karena ia merasa tidak melakukan pelanggaran yang berisiko terkena penalti.
Liam Lawson menyampaikan bahwa ia awalnya yakin tidak perlu mengembalikan posisi tersebut karena merasa insiden yang terjadi masih dalam batas balapan normal.
“Saya tidak berpikir harus memberikan posisi kembali, tapi ternyata saya harus melakukannya. Ini balapan yang ketat, tapi saya sebenarnya tidak benar-benar berniat bertarung hari ini,” ujarnya kepada media termasuk RacingNews365.
Menurutnya, duel yang terjadi merupakan bagian dari dinamika balapan, namun keputusan tim tetap harus ia ikuti. Ia juga menegaskan bahwa saat itu ia tidak merasa ada keuntungan ilegal yang diperoleh dari insiden tersebut.
Tak lama setelah momen tersebut, nasib kurang beruntung kembali menimpa Liam Lawson. Balapannya harus berakhir lebih cepat setelah mengalami kerusakan pada gearbox yang berujung pada kehilangan kendali dan insiden dengan Pierre Gasly. Benturan tersebut membuatnya tidak dapat melanjutkan lomba hingga garis finis.
Meski hasil akhirnya mengecewakan, Lawson mengakui bahwa sejak awal ia sudah merasakan tantangan besar di lintasan Miami.
Ia menyebut bahwa beberapa lap setelah start, tim menyadari adanya masalah pada keseimbangan mobil yang membuat performa tidak optimal.
“Pada saat itu saya belum tahu pasti, tapi beberapa lap setelahnya saya sadar kami tidak punya keseimbangan yang baik. Jadi akan sulit untuk masuk 10 besar, meskipun saya pikir kami masih bisa meraih poin,” ungkapnya.
Dengan berbagai insiden yang terjadi, akhir pekan balapan di Miami menjadi pengalaman berat sekaligus pembelajaran penting bagi pembalap muda tersebut dalam menghadapi dinamika strategi tim dan kondisi teknis mobil di lintasan Formula 1.







