GPNesia.com – Sesi tes MotoGP yang berlangsung pada hari Senin di Sirkuit Jerez menghadirkan pemandangan menarik dari garasi Yamaha.
Motor M1 yang dikendarai oleh Toprak Razgatlioglu tampak dipasangi berbagai konfigurasi sayap aerodinamika.
Upaya ini menjadi bagian dari proses adaptasi pembalap asal Turki tersebut dalam membangun kepercayaan diri sekaligus mengeksplorasi performa motor barunya di kelas utama.
Dalam pengujian tersebut, sosok Andrea Dovizioso terlihat aktif memberikan masukan langsung dari dalam pit.
Kehadiran Andrea Dovizioso menjadi penting karena pengalaman panjangnya dengan Yamaha, yang diharapkan mampu membantu Razgatlioglu memahami karakteristik M1 secara lebih mendalam.
Setelah melewati pukul 14.00 waktu setempat, Razgatlioglu berhasil menembus sepuluh besar catatan waktu sementara.
Ia menempati posisi kesembilan dengan selisih sedikit lebih dari satu detik dari waktu tercepat yang dicetak Alex Marquez bersama Ducati.
“Kami belum banyak bekerja pada elektronik untuk saat ini, karena kami sedang mencoba berbagai solusi pada motor,” ujar Razgatlioglu.
Ia juga mengakui sempat mencoba pendekatan berbeda setelah mengalami kecelakaan, meski hasilnya belum memuaskan.
Fokus utama pembenahan saat ini berada di sektor 3 dan 4 lintasan, di mana ia masih kehilangan banyak waktu. Selain itu, sektor 5 juga menjadi perhatian meski selisihnya tidak sebesar dua sektor sebelumnya.
Di sektor lain, performanya dinilai cukup mendekati pembalap Yamaha lainnya seperti Fabio Quartararo.
Kondisi cuaca turut menjadi tantangan tersendiri. Angin kencang yang melanda sirkuit membuat pengendalian motor, terutama dengan tambahan sayap aerodinamika, menjadi lebih kompleks. Hal ini menambah tingkat kesulitan dalam memahami perilaku motor secara konsisten.
Razgatlioglu membandingkan situasi tahun ini dengan musim sebelumnya. “Tidak, tahun lalu saya hanya memiliki satu sayap, sedangkan tahun ini saya memiliki lebih banyak,” jelasnya.
Ia juga menyebut kehilangan hampir satu jam waktu pengujian akibat kecelakaan terakhir, yang berdampak pada terbatasnya eksplorasi setelan.
Kehadiran Andrea Dovizioso di pit disebutnya sangat membantu. Menurut Razgatlioglu, Andrea Dovizioso mampu memberikan sudut pandang berbeda yang tidak selalu terlihat dari atas motor.
Ia mengaku sering berdiskusi dan berharap kolaborasi tersebut bisa menghasilkan solusi bertahap.
“Dia pembalap yang sangat berpengalaman. Saya selalu percaya padanya dan mendengarkan sarannya,” ungkap Razgatlioglu.
Ia menambahkan bahwa meski penjelasan yang diberikan jelas, proses adaptasi tetap tidak mudah karena karakter motor yang kompleks.
Salah satu tantangan teknis yang masih dihadapi adalah gaya pengereman. Razgatlioglu dikenal mengerem terlambat, namun dengan ban depan yang digunakan saat ini, ia merasa sulit mencapai batas maksimal secara konsisten. Hal ini berdampak pada kecepatan keluar tikungan.
Menurutnya, diperlukan paket keseluruhan yang seimbang antara mekanis dan elektronik. Di beberapa tikungan ia merasa nyaman, namun di tikungan lain masih kesulitan, terutama karena pengaturan elektronik belum sepenuhnya optimal.
Ia juga mengungkapkan bahwa karakter motor berubah tergantung tingkat cengkeraman lintasan. Saat grip tinggi, motor terasa lebih sulit dikendalikan, sementara saat grip menurun justru lebih mudah dikontrol. Fenomena ini masih terus dipelajari oleh tim.
Masalah di sektor 3 dan 4 juga berkaitan dengan fase masuk hingga tengah tikungan. Razgatlioglu menjelaskan bahwa motor tidak selalu merespons seperti yang diharapkan, terutama saat mencoba mempertahankan alur putaran. Ia kerap melebar dan harus melakukan koreksi tambahan yang menghabiskan waktu.
Sebagai perbandingan, ia menilai Quartararo mampu menjaga garis balap lebih rapat dengan kecepatan lebih tinggi. Sementara dirinya harus mengangkat motor, mengerem ulang, dan kehilangan momentum.
Meski sudah memahami akar permasalahan, penyelesaian teknisnya belum ditemukan. Oleh karena itu, kerja sama dengan Andrea Dovizioso terus dimaksimalkan guna menemukan solusi terbaik secara bertahap dalam proses pengembangan Yamaha M1.







