GPNesia.com – Performa dan perkembangan motor Ducati kembali menjadi sorotan setelah pembalap pabrikan, Francesco Bagnaia, melontarkan pernyataan mengejutkan mengenai kemampuan motor spesifikasi lama mereka, GP24, yang dinilainya masih sangat kompetitif bahkan untuk musim 2026.
Dalam keterangannya di tengah agenda media jelang Grand Prix Spanyol akhir pekan ini, Francesco Bagnaia menegaskan bahwa motor Ducati GP24—yang pertama kali menjadi andalan pada musim 2024—masih memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi tanpa hambatan berarti, meskipun usianya sudah memasuki dua tahun pengembangan.
Menurutnya, GP24 bukan hanya sekadar motor sukses di masa lalu, tetapi masih menjadi referensi kuat di lintasan saat ini. Ia bahkan menyebut bahwa motor tersebut masih mampu meraih kemenangan jika digunakan pada musim mendatang.
Pernyataan itu muncul di tengah situasi sulit yang kembali dialami Francesco Bagnaia sejak transisi ke GP25, yang justru tidak memberikan hasil sesuai harapan. Setelah tampil dominan pada era GP24, termasuk saat bersaing ketat dengan Jorge Martin dalam perebutan gelar dunia 2024, performanya justru menurun tajam pada musim berikutnya.
Pada musim 2024, GP24 dikenal sebagai salah satu motor paling dominan di kelas utama MotoGP. Namun ketika Ducati melakukan pembaruan ke GP25, Bagnaia mengaku kesulitan menemukan kembali sensasi berkendara yang sama. Situasi ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh rekan satu pabrikan, Marc Marquez, yang justru tampil konsisten dan mendominasi persaingan.
Akibatnya, Bagnaia sempat kesulitan menembus podium secara reguler sepanjang musim, berbeda jauh dengan ekspektasi tinggi yang menyertainya sebagai juara dunia dua kali.
Meski demikian, titik terang sempat muncul di Grand Prix Jepang musim lalu. Pada seri tersebut, ia tampil sempurna dengan merebut pole position sekaligus memenangkan sprint race dan balapan utama. Namun performa impresif itu tidak berlanjut lama, karena kemudian diketahui ia menggunakan komponen spesifikasi lama, sebelum akhirnya kembali mengalami penurunan di lima seri terakhir musim tersebut.
Dalam penjelasannya, Francesco Bagnaia juga mengungkap bahwa kondisi yang ia alami ternyata tidak sepenuhnya unik. Ia menyebut bahwa kini dirinya, Marc Marquez, dan Alex Marquez berada dalam situasi serupa terkait karakter GP26, yang membuat mereka menghadapi tantangan yang mirip di lintasan.
Ia menggambarkan bahwa kondisi saat ini berbeda dengan musim sebelumnya, di mana perasaan dan umpan balik dari para pembalap Ducati tidak lagi terlalu kontras satu sama lain. Bahkan Alex Marquez, yang sebelumnya sangat kompetitif, kini juga merasakan kesulitan yang serupa.
“Sekarang kami semua berada dalam situasi yang hampir sama, jadi kami bekerja bersama untuk mencari solusi,” demikian ringkasan pernyataan Bagnaia dalam sesi media yang dikutip dari GPOne.
Lebih lanjut, Francesco Bagnaia juga menyoroti bahwa GP24 yang pernah ia gunakan saat bersaing dengan Jorge Martin masih menjadi motor yang sangat kuat. Ia menyebut motor tersebut bahkan masih bisa memenangkan balapan jika digunakan di musim 2026 tanpa mengalami kendala berarti.
Ia menjelaskan bahwa beberapa pembalap seperti Fabio Di Giannantonio justru mampu beradaptasi lebih baik dengan karakter motor terbaru karena stabilitas yang lebih cocok dengan gaya balap mereka. Sementara itu, dirinya bersama Marc dan Alex Marquez justru menghadapi kesulitan karena motor saat ini dianggap lebih sulit untuk dihentikan saat pengereman.
Bagnaia juga mengungkap bahwa diskusi intensif telah dilakukan bersama Ducati di beberapa kesempatan, termasuk di Austin dan Goiania. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyamakan arah pengembangan dan menentukan kebutuhan teknis yang harus diperbaiki agar performa motor kembali kompetitif.
Ia menilai bahwa proses adaptasi terhadap perubahan teknis tidak mudah, terutama ketika pembalap harus meninggalkan paket motor yang sebelumnya lebih cocok dengan gaya balap mereka.
Dalam situasi ini, Francesco Bagnaia tetap menekankan pentingnya kerja sama tim. Menurutnya, seluruh pembalap Ducati saat ini sedang berupaya mencari solusi bersama agar kembali ke level performa terbaik seperti yang pernah ditunjukkan GP24 pada musim sebelumnya.
Dengan berbagai dinamika yang terjadi, Ducati kini berada dalam fase evaluasi penting untuk menentukan arah pengembangan motor ke depan, sementara para pembalapnya terus berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan karakter mesin yang mereka hadapi di lintasan.







