Sylvain Guintoli: Jerez Penentu Nasib Ducati di Musim 2026

Avatar photo
Sylvain Guintoli Komentari Ducati

GPNesia.com – Persaingan MotoGP musim 2026 memasuki fase krusial yang diyakini dapat menentukan arah kejuaraan, dengan mantan pebalap dunia sekaligus analis, Sylvain Guintoli, menilai bahwa performa Ducati di Sirkuit Jerez akhir pekan ini akan menjadi titik balik penting. Ia bahkan menyebut bahwa jika Ducati kembali kalah dari Aprilia, maka musim mereka bisa berada di ujung tanduk.

Meski Ducati berhasil meraih gelar konstruktor pada musim 2025, performa mereka pada awal musim 2026 jauh dari kata dominan jika dibandingkan para rival utama, khususnya Aprilia yang tampil mengejutkan.

Aprilia tampil sangat superior sejak awal musim dengan catatan sempurna, memenangkan setiap balapan yang telah digelar sejauh ini. Bahkan, mereka mampu mencatatkan hasil finis satu-dua dalam dua dari tiga seri awal, sebuah dominasi yang tidak banyak diprediksi sebelumnya oleh pengamat MotoGP.

Di lintasan, keunggulan Aprilia terlihat jelas. Dua pebalap Ducati, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia, tampak kesulitan untuk menyamai kecepatan Jorge Martin dan Marco Bezzecchi yang kini menjadi tumpuan Aprilia dalam perebutan kemenangan.

Dalam kondisi ini, Sirkuit Jerez yang selama bertahun-tahun menjadi “kandang” Ducati justru berubah menjadi arena penuh tekanan. Tim pabrikan asal Italia tersebut memang memiliki rekor impresif di sana, namun kekalahan di Jerez dapat berdampak lebih besar daripada sekadar kehilangan kemenangan.

Dalam sebuah episode podcast Gas it Out, Sylvain Guintoli menyoroti perubahan besar yang ditunjukkan Aprilia dibanding musim sebelumnya. Ia menegaskan bahwa peningkatan performa tim tersebut terjadi sangat signifikan sejak paruh kedua musim lalu hingga sepanjang musim dingin.

“Aprilia sudah benar-benar berbeda dibanding musim lalu, terutama di awal musim. Mereka berkembang sangat cepat sejak paruh kedua tahun lalu dan selama masa jeda musim dingin,” ujar Guintoli, seperti GP Nesia kutip dari motogpnews, Jumat (24/4/2026).

Ia menambahkan bahwa Jorge Martin masih terus menunjukkan progres meskipun dalam masa pemulihan, sehingga kekuatan Aprilia dinilai masih bisa bertambah.

“Kita sedang menghadapi pertarungan besar. Jika Aprilia menang di Jerez, Ducati bisa berada dalam masalah serius sepanjang sisa musim,” lanjutnya.

Dalam analisis yang sama, Sylvain Guintoli juga menekankan bahwa performa Aprilia musim ini telah melampaui ekspektasi banyak pihak. Ia menilai berbagai alasan teknis yang sempat digunakan untuk menjelaskan keunggulan Aprilia di awal musim kini sudah tidak lagi relevan.

Mulai dari balapan di Thailand dan Brasil dengan ban khusus yang dianggap menguntungkan Aprilia, hingga dominasi mereka di Austin dengan ban standar, semuanya menunjukkan bahwa keunggulan Aprilia bukan sekadar faktor teknis sesaat.

“Di Thailand dan Brasil kita sempat berpikir itu karena ban khusus yang memberi mereka keunggulan grip samping. Tapi di Austin, dengan ban belakang standar, mereka tetap menghancurkan semua lawan. Sekarang kita kembali ke Jerez, yang merupakan referensi penting. Ini adalah rumahnya Ducati, mereka menang lima tahun terakhir dan mendominasi di sana,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kondisi Marc Marquez yang mulai pulih secara fisik setelah masalah bahu yang mengganggunya pada awal musim. Dengan waktu pemulihan tambahan sekitar tiga minggu, Marquez diperkirakan akan tampil lebih kompetitif di Jerez, yang sekaligus menjadi awal sebenarnya dari perjuangannya dalam perebutan gelar musim ini.

“Marc Marquez terlihat sangat cepat di sana. Dia punya waktu tambahan untuk pemulihan bahunya. Semua berada dalam tekanan maksimal di Jerez,” tambah Guintoli.

Di sisi lain, peluang kebangkitan Marquez menjadi salah satu faktor yang membuat balapan di Spanyol ini semakin penting. Jika kondisi fisiknya benar-benar membaik, ia diyakini dapat kembali ke performa terbaiknya seperti musim sebelumnya dan mulai menekan Jorge Martin serta Marco Bezzecchi dalam klasemen kejuaraan.

Pada akhirnya, Sylvain Guintoli menilai bahwa Jerez bukan sekadar balapan biasa bagi Ducati, melainkan titik penentuan apakah mereka masih bisa bersaing dalam perebutan gelar atau justru mulai tertinggal dari dominasi Aprilia yang semakin tak terbendung. Ia bahkan menegaskan bahwa hasil di Jerez dapat menjadi indikator paling jelas tentang masa depan persaingan MotoGP musim 2026.

Add as preferred source on Google

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain GPNesia.com.