Miguel Oliveira Tertinggal di Assen, Akui Gap Terlalu Besar

Avatar photo
Miguel Oliveira WSBK Belanda 2026

GPNesia.com – Miguel Oliveira belum mampu mengulangi performa yang ditunjukkannya di WorldSBK Portugal akhir pekan ini di Belanda, dan ia merasa selisihnya dengan para pebalap terdepan “terlalu besar” di Assen.

Putaran Belanda ini menjanjikan menjadi salah satu yang tersulit di musim World Superbike bagi BMW, setelah menjadi satu-satunya putaran di tahun 2025 yang tidak menampilkan M1000 RR di podium dalam kondisi kering.

Oliveira telah mengantisipasi situasi tersebut sebelum akhir pekan dimulai, namun setelah menjalani sesi Jumat, ia menilai tantangan yang dihadapi bersama BMW ternyata jauh lebih berat dari perkiraannya.

Memasuki Sabtu pagi, kondisi belum menunjukkan perkembangan signifikan. Ia hanya mampu mengamankan posisi ke-13 saat sesi kualifikasi.

Meski demikian, dalam Race 1 ia berhasil memperbaiki performa dengan menembus posisi 10 besar, mengakhiri balapan di peringkat ketujuh, meskipun tertinggal hingga 18 detik dari pemenang.

Pebalap asal Portugal itu mengaku tidak sepenuhnya puas dengan hasil tersebut, walaupun tetap melihat adanya sisi positif dari pencapaiannya.

“Ini balapan yang sulit, tetapi kami berhasil memulihkan beberapa posisi dan hasil akhir balapan tentu saja positif, tetapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” ujar Miguel Oliveira kepada WorldSBK.com setelah Balapan 1 di Assen.

Ia juga menegaskan bahwa karakter lintasan Assen memang sudah diprediksi akan menyulitkan timnya. Oleh karena itu, fokus utama mereka adalah memaksimalkan potensi yang tersedia.

“Kami tahu trek ini akan sedikit menantang bagi kami dan kami hanya mencoba memaksimalkan semua yang kami miliki di garasi. Tentu saja ini bukan tempat yang ingin kami perjuangkan, tetapi itulah kenyataan hari ini dan besok kami akan berjuang lagi untuk berada di posisi yang lebih tinggi,” lanjut Miguel Oliveira.

Lebih jauh, ia menyoroti bahwa faktor kecepatan menjadi kendala utama sepanjang akhir pekan. Menurutnya, performa motor belum cukup kompetitif untuk bersaing secara konsisten dengan para rival.

“Rasanya seperti kami berada di trek yang sulit, kami mencoba untuk menyesuaikan motor, dalam hal pengaturan, agar secepat mungkin, tetapi selisihnya terlalu besar dan kecepatannya tidak memadai,” katanya.

Baca berita terbaru hari ini seputar MotoGP, Moto2, Moto3, F1 dan Otomotif di GPNesia.com melalui Google News + Facebook