GPNesia.com – Manajer pribadi pembalap Italia Nicolo Bulega, Alberto Martinelli, kembali mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap diam Ducati Corse terkait masa depan kliennya.
Ia mendesak pabrikan asal Borgo Panigale itu untuk segera memberikan kepastian resmi mengenai peluang Bulega hijrah dari ajang WorldSBK ke MotoGP pada musim 2027 mendatang.
Bulega telah menjadi bagian dari skuad utama Ducati sejak tahun 2022, saat ia masih berlaga di kelas WorldSSP.
Prestasi gemilang diraihnya dengan meraih gelar juara dunia pada 2023, sebelum akhirnya dipromosikan ke kelas premier WorldSBK setahun kemudian.
Di dua musim perdananya di kelas tertinggi Superbike, Bulega berhasil finis sebagai runner-up secara beruntun, hanya kalah dari dominasi Toprak Razgatlioglu.
Memasuki pertengahan 2025, karir Bulega semakin cemerlang dengan mendapat kepercayaan tambahan sebagai test rider Ducati di ajang MotoGP.
Pabrikan Italia itu pun sempat memberikan janji manis untuk mempromosikannya ke MotoGP pada 2027. Namun, menjelang periode transfer, situasi tersebut justru terasa mendingin tanpa kejelasan.
Enam kursi strategis yang tersedia di Ducati untuk MotoGP 2027 dikabarkan telah terisi penuh oleh deretan nama beken, yakni Marc Marquez, Pedro Acosta, Fabio di Giannantonio, Fermin Aldeguer, serta kabar kuat Enea Bastianini dan Daniel Holgado.
Dalam wawancara eksklusif dengan media Moto.it yang dilaksanakan pada Rabu (8/4), Alberto Martinelli menegaskan bahwa ia sama sekali belum berniat menyerah dalam misi membawa Bulega ke MotoGP.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa andai rencana promosi tersebut urung terealisasi, Bulega tetap berkomitmen untuk memperkuat Ducati di WorldSBK.
“Kami harus bersabar menanti para bintang MotoGP untuk secara formal menyatakan niat mereka. Begitu para principal tim memberikan konfirmasi, barulah fokus bergeser kepada pemilihan rekan setim bagi rider-rider tersebut,” ungkap Martinelli.
Di sisi lain, Alberto Martinelli juga tidak menampik kemungkinan ia dan Bulega akan mempertimbangkan proposal yang datang dari tim rival, baik di kancah MotoGP maupun WorldSBK, apabila Ducati terus bungkam soal nasib rider kelahiran Italia tersebut.
“Prosesnya berat (untuk pindah), namun bukan hal yang mustahil. Ducati sangat memahami bahwa prioritas utama kami adalah bertahan bersama mereka di MotoGP. Akan tetapi, sebuah kerja sama membutuhkan kesepakatan dari dua belah pihak. Jika penawaran yang tepat tidak kunjung hadir dalam waktu yang ditentukan, kami terpaksa akan menjalin komunikasi dengan tim lain,” tutup Martinelli.
“Kami belum mengetahui secara pasti apa yang menjadi prioritas pabrikan asal Borgo Panigale saat ini, atau bentuk kesepakatan seperti apa yang mereka miliki dengan tim-tim satelitnya. Oleh karena itu, opsi yang kami miliki hanyalah menunggu, namun kami tidak akan menunggu tanpa batas waktu,” pungkasnya.
Baca berita terbaru hari ini seputar MotoGP, Moto2, Moto3, F1 dan Otomotif di GPNesia.com melalui Google News + Facebook






