GPNesia.com – Pebalap Barni Spark Racing Team, Yari Montella berhasil menorehkan hasil impresif dengan finis di posisi ketiga pada Race 1 WorldSBK Ceko 2026 yang berlangsung Sabtu (16/5).
Hasil tersebut kembali menegaskan dominasi Ducati setelah seluruh posisi podium diisi para pembalap yang menggunakan motor pabrikan asal Italia tersebut.
Pada balapan yang berlangsung sengit itu, pembalap asal Campania tersebut tampil konsisten sejak awal lomba. Yari Montella sempat mencoba mengikuti ritme balap para rider terdepan seperti Nicolo Bulega dan Iker Lecuona.
Namun, ia memilih untuk tidak terlalu memaksakan diri demi menjaga performa motor dan ritme balapan hingga garis finis.
Strategi tersebut terbukti efektif. Pembalap Barni Spark Racing Team itu sukses mengamankan podium ketiga sekaligus mencatatkan podium keduanya secara beruntun setelah hasil serupa yang ia raih dua pekan lalu di Balaton.
Capaian ini juga menjadi suntikan moral penting bagi tim Barni setelah insiden kecelakaan hebat yang dialami Alvaro Bautista pada sesi FP3 pagi hari.
Dalam keterangannya usai balapan, Yari Montella mengaku menjalani balapan dengan pendekatan yang lebih tenang dan penuh perhitungan.
“Ini balapan yang panjang. Awalnya saya berada di grup terdepan dan berada di posisi ketiga, berusaha mengelola jarak karena saya tidak punya kecepatan untuk bertahan bersama yang pertama. Setelah tiga atau empat lap, saya menyadari bahwa saya bisa bertahan bersama mereka dan berpikir bahwa saya harus tetap tenang dan memahami apa yang bisa kami lakukan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa fokus utamanya bukan hanya mengejar hasil instan, tetapi juga mengumpulkan data penting demi pengembangan performa motor dan tim sepanjang musim ini.
“Tujuan saya adalah menyelesaikan balapan karena kami membutuhkan putaran, data, dan informasi. Itu satu-satunya cara untuk berkembang. Menjelang pertengahan balapan saya meningkatkan kecepatan dan mulai mendekati mereka,” katanya.
Pebalap Italia itu juga mengakui bahwa ritme para pembalap pabrikan masih berada sedikit di atas levelnya saat ini. Meski demikian, ia merasa cukup puas karena mampu menjaga konsistensi selama balapan berlangsung.
Saat ditanya mengenai strategi balapannya, Montella mengungkapkan bahwa dirinya sempat merasa motor mulai sulit dikendalikan ketika terlalu memaksakan diri mengikuti kecepatan rider di depan, terutama saat pergantian arah dan memasuki tikungan.
“Di awal saya sadar bahwa jika ingin tetap bersama mereka, mungkin saya terlalu memaksakan diri dan sedikit takut dengan motor saat berganti arah dan memasuki tikungan. Karena itu kami memanfaatkan balapan ini untuk memahami bagian mana yang harus diperbaiki untuk besok,” jelasnya.
Di tengah kebahagiaan podium, tim Barni juga harus menghadapi kabar kurang menyenangkan akibat kecelakaan yang dialami Alvaro Bautista. Montella mengaku ikut prihatin dengan situasi tersebut.
“Tim sangat senang, tetapi selalu menyedihkan ketika rekan seperti Alvaro mengalami kecelakaan seperti itu. Saya berharap bisa melihatnya kembali secepatnya. Namun bagi tim Barni, hari ini terasa seperti dua sisi yang berbeda: satu pembalap mengalami insiden dan satu lagi naik podium. Secara keseluruhan ini tetap hari yang positif,” ungkapnya.
Montella juga sempat ditanya mengenai insiden yang melibatkan Danilo Petrucci. Namun ia mengaku tidak terlalu memperhatikan kejadian tersebut karena memilih tetap fokus penuh pada balapannya sendiri.
“Saya hanya melihat sekilas. Sebelum balapan saya lebih suka tidak melihat hal-hal seperti itu karena saya ingin tetap fokus,” katanya.
Lebih lanjut, pembalap muda Italia itu turut membahas perubahan pendekatan balap setelah beberapa insiden yang ia alami sebelumnya di Phillip Island dan Portimao.
Ia mengakui sempat kehilangan konsentrasi dalam beberapa balapan sebelumnya hingga akhirnya melakukan evaluasi bersama tim.
“Di Phillip Island kami mengalami masalah aquaplaning dan saya terjatuh karena itu. Di Portimao saya dua kali jatuh karena kehilangan konsentrasi. Setelah balapan tersebut, kami menganalisis semuanya bersama tim. Kami tahu memiliki kecepatan yang baik, tetapi saya menyadari kesalahan saya dan bekerja keras untuk memperbaikinya,” tuturnya.
Montella menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah berkembang menjadi pembalap yang lebih konsisten dan matang di setiap seri kejuaraan.
“Saya di sini untuk berkembang, menjadi lebih konsisten, dan lebih fokus pada apa yang saya lakukan setiap saat,” ucapnya.
Meski tampil cukup kompetitif pada awal musim WorldSBK 2026, ia mengaku tidak ingin terlalu cepat membicarakan persaingan gelar juara. Menurutnya, musim masih sangat panjang dan tim masih harus terus berkembang.
“Saya tidak mengharapkannya. Pada tahap karier saya sekarang, fokus saya ada pada motor dan pekerjaan saya. Saya ingin menjadi secepat mungkin tanpa menjadi lawan bagi diri saya sendiri. Jika hasil seperti ini datang, tentu itu positif karena berarti kami membuat langkah besar dibanding tahun lalu. Tapi kami baru memasuki balapan kelima, jadi masih terlalu dini membicarakan klasemen,” pungkasnya.







