GPNesia – Sirkuit TT Assen kembali menjadi panggung pembuka yang panas dalam rangkaian WSBK Assen 2026, yang digelar pada 17 April 2026.
Hari pertama langsung memperlihatkan dominasi kuat dari kubu Ducati, dengan Nicolo Bulega dari Aruba.it Racing Ducati tampil sebagai pusat perhatian setelah mencatatkan waktu tercepat di sesi latihan bebas pertama dan kedua.
Sejak awal sesi Jumat, atmosfer “The Cathedral of Speed” benar-benar dikuasai oleh mesin-mesin asal Borgo Panigale.
Meski regulasi teknis terbaru berupa pembatasan aliran bahan bakar (fuel flow restriction) sebesar 0.5 kg/jam telah diberlakukan untuk Ducati dan Bimota, performa di lintasan justru menunjukkan bahwa efek aturan tersebut belum cukup untuk mengganggu ritme kompetitif mereka.
Bulega Tak Tersentuh, Ducati Tunjukkan Superioritas
Nicolo Bulega tampil luar biasa sejak sesi FP1 hingga FP2. Pembalap muda Italia itu tidak hanya konsisten, tetapi juga mampu meningkatkan catatan waktunya pada sesi sore menjadi 1 menit 33,687 detik. Catatan ini menempatkannya di posisi teratas tanpa perlawanan berarti dari rival-rivalnya.
Lebih menarik lagi, posisi tiga besar pada sesi ini sepenuhnya dikuasai oleh motor Ducati, menandakan bahwa karakter sirkuit Assen yang cepat dan mengalir sangat cocok dengan setup Panigale V4R.
Berikut hasil 10 besar FP2:
- Nicolo Bulega (Aruba.it Ducati) – 1’33.687s
- Lorenzo Baldassarri (Team GoEleven) – 1’33.963s (+0.276s)
- Iker Lecuona (Aruba.it Ducati) – 1’34.017s (+0.330s)
- Danilo Petrucci (ROKiT BMW) – 1’34.092s (+0.405s)
- Xavi Vierge (Pata Maxus Yamaha) – 1’34.097s (+0.410s)
- Sam Lowes (ELF Marc VDS) – 1’34.143s (+0.456s)
- Alex Lowes (Bimota KRT) – 1’34.189s (+0.563s)
- Alvaro Bautista (Barni Spark Ducati) – 1’34.215s (+0.582s)
- Yari Montella (Barni Spark Ducati) – 1’34.332s (+0.645s)
- Alberto Surra (Motocorsa Racing) – 1’34.410s (+0.723s)
Dominasi ini semakin menegaskan bahwa Ducati masih menjadi kekuatan utama dalam gelaran WSBK Assen 2026, meskipun ada upaya pembatasan teknis dari penyelenggara.
BMW dan Yamaha Berusaha Mengejar
Di belakang dominasi Ducati, persaingan cukup ketat terjadi antara BMW dan Yamaha. Danilo Petrucci menjadi pembalap non-Ducati terbaik di posisi keempat bersama ROKiT BMW Motorrad. Menariknya, ia sempat mengalami insiden jatuh di Tikungan 16 pada sesi pagi, namun mampu bangkit dan mencatatkan waktu kompetitif di sesi sore.
Sementara itu, Yamaha mendapatkan sedikit angin segar melalui Xavi Vierge yang berhasil menembus posisi lima besar. Aksinya di 10 menit terakhir FP2 menjadi kunci untuk mengamankan hasil tersebut, sekaligus mengungguli rekan setimnya Andrea Locatelli yang harus puas berada di posisi ke-13.
Bimota Stabil, Honda Masih Kesulitan
Tim Bimota KRT juga menunjukkan performa yang cukup stabil. Alex Lowes menempati posisi ketujuh dengan selisih sekitar setengah detik dari Bulega. Namun, rekan setimnya Axel Bassani belum mampu bersaing di barisan depan dan mengakhiri hari di posisi ke-12.
Di sisi lain, Honda kembali menghadapi tantangan besar. Kembalinya Jonathan Rea ke lintasan untuk menggantikan Jake Dixon yang masih cedera belum berjalan mulus. Sang legenda harus beradaptasi dengan Honda CBR1000RR-R dan hanya mampu menutup hari di posisi ke-19.
Nasib lebih sulit dialami oleh Somkiat Chantra yang hanya mampu finis di posisi ke-21 dengan catatan waktu 1 menit 35,253 detik. Hal ini memperlihatkan bahwa Honda masih membutuhkan banyak evaluasi untuk bisa bersaing di papan tengah, apalagi di tengah ketatnya persaingan WSBK Assen 2026.
Analisis Hari Pertama: Ducati Masih Jadi Tolak Ukur
Melihat keseluruhan hasil hari Jumat, Ducati jelas menjadi referensi utama performa di Assen. Baik dari sisi kecepatan satu lap maupun konsistensi, mereka terlihat paling siap menghadapi balapan utama. Bahkan dengan adanya regulasi pembatasan bahan bakar, ritme mereka tidak menunjukkan penurunan signifikan.
Sebaliknya, pabrikan seperti Yamaha, BMW, dan Bimota masih berjuang untuk menemukan keseimbangan terbaik antara kecepatan dan stabilitas. Honda berada dalam posisi paling sulit dengan pekerjaan rumah besar di sektor teknis dan adaptasi pembalap.
Menanti Hari Sabtu yang Lebih Menentukan
Dengan hasil latihan bebas yang sudah dirilis, perhatian kini tertuju pada sesi Superpole dan Race 1. Pertanyaan besar pun muncul: apakah Bulega dan Ducati akan kembali mendominasi, atau justru strategi balapan dan regulasi bahan bakar mulai memberi dampak nyata pada jarak balap panjang?
Gelaran WSBK Assen 2026 masih sangat terbuka untuk berbagai kejutan. TT Assen dikenal sebagai sirkuit yang sering menghadirkan drama, dan kondisi ini membuat balapan hari Sabtu diprediksi berlangsung jauh lebih sengit dibanding sesi latihan.
Satu hal yang pasti, performa hari pertama sudah memberikan gambaran bahwa perebutan podium musim ini akan kembali dipenuhi persaingan ketat, meskipun Ducati tampak masih menjadi patokan utama kecepatan di lintasan Belanda tersebut.
Baca berita terbaru hari ini seputar MotoGP, Moto2, Moto3, F1 dan Otomotif di GPNesia.com melalui Google News + Facebook
