GPNesia.com – Mantan pembalap WorldSBK, Toprak Razgatlioglu, dikabarkan akan mencoba pendekatan setelan motor yang terinspirasi dari Fabio Quartararo pada motor Pramac Yamaha miliknya di sirkuit Catalunya akhir pekan ini.
Langkah tersebut di ambil setelah performa impresif juara dunia MotoGP 2021 itu pada balapan di Le Mans yang menjadi bahan evaluasi penting bagi tim Yamaha.
Pada seri di Prancis tersebut, Quartararo berhasil menunjukkan progres signifikan dengan motor YZR-M1 V4 terbaru.
Ia finis di posisi keenam, tertinggal 7,7 detik dari pemenang lomba Jorge Martin dari Aprilia, serta unggul sekitar 25 detik dari pebalap Yamaha terbaik berikutnya, Alex Rins.
Sementara itu, Toprak Razgatlioglu menuntaskan balapan tepat di belakang Rins dengan hasil finis posisi ke-13, yang menjadi pencapaian grand prix terbaik pribadinya sejauh ini.
Namun, jarak waktu yang cukup jauh dari Quartararo menimbulkan perhatian tersendiri bagi kubu Yamaha.
Menurut Razgatlioglu sebagaimana dikutip dari Crash.net, pengalaman di Le Mans menjadi bahan pembelajaran penting yang akan dibawa ke Catalunya.
Ia menilai ada kemungkinan timnya mencoba arah setelan berbeda, terutama karena performa motor Quartararo terlihat lebih konsisten dan kompetitif dibandingkan paket yang ia gunakan.
Pebalap asal Turki itu menegaskan bahwa Quartararo tampil sangat solid sepanjang akhir pekan.
Ia bahkan menyebut bahwa selisih waktu antara dirinya dan Quartararo perlu dianalisis lebih dalam karena perbedaan performa yang cukup mencolok meski menggunakan basis motor yang sama.
Dalam evaluasinya, Toprak Razgatlioglu juga menyoroti fase awal balapan yang menurutnya kurang maksimal akibat pengaturan grip dan bahan bakar.
Namun, ia mengakui performanya membaik di paruh akhir lomba meski tetap tertinggal cukup jauh dari para pesaing terdepan.
Ia juga menjelaskan bahwa dirinya memperhatikan gaya balap Quartararo karena sama-sama menggunakan Yamaha.
Menurutnya, selisih waktu yang besar antara dirinya dan Quartararo menjadi sinyal bahwa ada aspek teknis yang sudah berhasil dioptimalkan oleh pebalap Prancis tersebut.
Fokus utama Razgatlioglu di Catalunya adalah meningkatkan kemampuan motor saat memasuki tikungan.
Ia menilai kehilangan waktu terbesar terjadi pada fase cornering, sementara pada pengereman ia merasa sudah cukup kompetitif. Oleh karena itu, ia berencana mencoba pendekatan setelan yang lebih mirip dengan gaya Quartararo.
Selain itu, Toprak Razgatlioglu juga kembali menggunakan sayap depan spesifikasi lama yang sebelumnya dipakai Quartararo di Le Mans.
Ia mengaku lebih nyaman dengan konfigurasi tersebut karena membantu stabilitas saat pengereman keras.
Meski begitu, ia mengakui bahwa adaptasi di kelas MotoGP masih menjadi tantangan besar, terutama terkait posisi berkendara yang terasa belum alami baginya.
Ia menyebut posisi duduk yang lebih tinggi membuat bagian depan motor terasa lebih rendah dari yang ia harapkan, sehingga memerlukan penyesuaian lebih lanjut.
Pengalaman positif di Catalunya dari ajang WorldSBK sebelumnya menjadi motivasi tambahan. Ia berharap bisa kembali menciptakan kenangan baik bersama Yamaha di MotoGP, meskipun ia menyadari karakter sirkuit tersebut cukup menuntut dalam manajemen ban.
Di akhir evaluasinya, Toprak Razgatlioglu menegaskan bahwa dirinya akan terus berusaha maksimal untuk beradaptasi dan memperbaiki performa, sembari mencari kombinasi setelan terbaik yang bisa membantunya lebih kompetitif pada balapan berikutnya.
