Sean Gelael Tersingkir di Race 2 GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

Sean Gelael Tersingkir di Race 2 GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

GPNesia.com – Pembalap Indonesia Sean Gelael harus mengakhiri balapan lebih cepat pada race 2 GT World Challenge Asia 2026 yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu siang (3/5/2026).

Insiden terjadi ketika ia tergelincir ke area gravel setelah terlibat kontak dengan pembalap asal China, Adderly Fung, pada lap kedua.

Balapan awalnya berjalan cukup kompetitif. Start dari posisi enam, posisi Sean sempat berubah di awal lomba setelah persaingan ketat di tikungan pertama.

Ia turun ke posisi tujuh dan berupaya kembali menekan untuk memperbaiki posisi.

Namun, situasi berubah cepat ketika memasuki menit kedua. Mobil yang dikendarainya mengalami benturan saat berduel dengan Adderly Fung yang memicu kehilangan kendali hingga akhirnya keluar lintasan dan masuk ke gravel bed.

Kondisi tersebut membuatnya tidak dapat melanjutkan balapan hingga finis.

Dalam wawancara bersama reporter SRO, Sean Gelael mengungkapkan kekecewaannya atas insiden tersebut.

Ia menilai tabrakan terjadi karena lawan diduga tidak menyadari keberadaannya di belakang saat menutup celah lintasan.

“Saya tidak tahu, saya pikir dia (Adderly Fung) tidak melihat saya yang ada di belakang lalu menutup celah sehingga terjadi benturan,” ujarnya.

Akibat insiden itu, marshall Sirkuit Mandalika langsung mengibarkan bendera kuning. Tanda tersebut menandakan seluruh pembalap harus mengurangi kecepatan demi menjaga keselamatan hingga kondisi lintasan kembali normal.

Sebelumnya, Sean Gelael sempat mencatat hasil positif pada race 1 GT World Challenge Asia 2026 di lokasi yang sama.

Ia berhasil mengamankan podium ketiga setelah memulai balapan dari posisi terdepan berkat performa dominan pada sesi kualifikasi 1 dan 2.

Ia menyebut podium di Mandalika sebagai pencapaian yang berarti, terutama karena diraih di kandang sendiri. Meski dihadapkan pada penalti sebagai pembalap kelas Silver dan menjalani balapan secara solo, strategi tim dinilai berjalan baik.

Kehadiran Safety Car memang mengubah peluang kemenangan, tetapi finis di tiga besar tetap dianggap hasil yang memuaskan.

Capaian tersebut juga mendapat apresiasi dari Direktur Utama Pertamina Lubricants, Sigit Pranowo. Menurutnya, hasil podium tersebut menunjukkan kemampuan pembalap Indonesia untuk bersaing di level internasional sekaligus memperkuat eksistensi motorsport nasional di kancah global.

Dengan hasil tersebut, Sean Gelael membawa modal positif menuju race kedua, meski akhirnya harus menerima kenyataan pahit setelah insiden di awal lomba.

Ia tetap diharapkan mampu bangkit dan melanjutkan tren performa baik pada seri-seri berikutnya demi mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional.

Add as preferred source on Google

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain GPNesia.com.
Exit mobile version