GPNesia.com – Sosok Santi Hernández menjadi salah satu figur paling berpengaruh di paddock Kejuaraan Dunia MotoGP.
Direktur teknis tim Honda ini menandai tiga dekade kiprahnya di ajang balap motor paling bergengsi di dunia, dengan sebagian besar perjalanannya diwarnai kerja sama panjang bersama Marc Márquez yang menghasilkan berbagai gelar juara dunia dan pencapaian besar.
Dalam sebuah wawancara dengan Mundo Deportivo, ia mengulas kembali perjalanan hidup dan kariernya yang penuh dinamika di lingkungan paddock.
Perjalanan awalnya menuju dunia balap tidak datang dari rencana besar, melainkan dari momen kebetulan yang mengubah arah hidupnya.
Ia mengingat saat bekerja di sebuah bengkel di Martorelles, Subirá, yang lokasinya berdekatan dengan pabrik Showa. Di tempat itulah ia mengenal seseorang bernama Juan yang kemudian membuka pintu kesempatan ke dunia balap.
“Saya bekerja di sebuah bengkel di Martorellas, di Subirá, yang dekat dengan pabrik Showa. Saya mengenal Juan, dan satu hal mengarah ke hal lain. Suatu hari dia menyarankan mereka membutuhkan seorang pemuda dan bertanya apakah saya tertarik. Saya berkata ya, kenapa tidak? Tapi saya tidak pernah berpikir tujuan saya adalah terjun ke dunia balap,” kenangnya.
Hari debutnya di ajang Grand Prix terjadi di Austria, namun tidak berjalan seperti yang dibayangkan. Hujan membuat sesi latihan pertama dibatalkan, dan ia justru menghabiskan waktu di dalam truk untuk belajar mendapatkan SIM kendaraan berat.
Ia juga masih mengingat bagaimana sosok idolanya, Alex Crivillé, menjadi inspirasi di masa awal kariernya di paddock.
“Ketika saya melihat mereka di paddock, Juan berkata kepada saya, ‘Tenang, kamu bukan hanya penggemar, kamu sedang bekerja.’ Saya mengingatnya dengan penuh antusiasme,” ujarnya dikutip dari Motosan.
Dalam perjalanan panjangnya, Santi Hernández juga pernah bekerja bersama sejumlah nama besar dalam dunia MotoGP seperti Valentino Rossi dan Sete Gibernau.
Ia menyebut periode tersebut sebagai bagian penting yang membentuk pengalamannya selama 30 tahun di dunia balap.
Namun, bab paling signifikan dalam kariernya tidak bisa dilepaskan dari era bersama Marc Márquez. Ia menyebut bahwa momen paling istimewa bukan hanya soal kemenangan, tetapi proses membangun sebuah tim dari awal, terutama di era Moto2.
“Bagi saya, hal yang paling istimewa adalah dua tahun di Moto2, ketika Marc masih muda. Saya melihatnya tumbuh sejak usia 16 atau 17 tahun. Kami banyak tertawa, dan kelompok yang kami miliki benar-benar unik,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan meraih gelar dunia bersama Márquez di tahun kedua merupakan pencapaian yang sangat membanggakan, meskipun pada tahun pertama peluang itu sempat terhambat oleh cedera mata di Malaysia. Menurutnya, periode tersebut adalah salah satu fase yang sulit untuk diulang dalam sejarah kariernya.
Puncak kenangan lain yang ia soroti adalah musim MotoGP 2013. Tahun tersebut menjadi momen yang sangat emosional karena banyak peristiwa besar terjadi sekaligus, termasuk debut Márquez di kelas utama bersama Honda Racing Corporation (HRC), insiden di Australia, hingga keputusan bendera hitam yang kontroversial.
“Bagi saya, kemenangan tahun 2013 sangat istimewa. Banyak hal terjadi di tahun itu, dan itu tahun pertama Marc di MotoGP dan HRC. Itu juga tahun yang sangat menantang bagi saya untuk mendapatkan posisi tersebut,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kesuksesan tersebut bukan hanya milik pembalap, tetapi hasil kerja kolektif seluruh tim. Hubungan yang terbangun selama bertahun-tahun bersama Márquez menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut. Bahkan ia menyebut bahwa melihat perkembangan pembalap asal Spanyol itu sejak remaja adalah pengalaman yang tidak ternilai.
Dalam refleksinya, Santi Hernández juga menegaskan bahwa hubungan profesional mereka telah mencapai fase yang berbeda setelah Márquez meninggalkan Honda dan bergabung dengan Ducati. Ia menilai bahwa meskipun selalu ada kemungkinan dalam dunia balap, secara realistis karier keduanya kini berjalan di jalur yang terpisah.
“Saya rasa tidak mungkin kami bekerja bersama lagi dalam situasi saat ini. Dia sekarang bahagia di Ducati dan menikmati balapannya lagi. Secara realistis, tahap profesional kami sudah berakhir di tim yang sama,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa hubungan pribadi yang telah terbangun selama bertahun-tahun adalah hal yang paling berharga, bahkan lebih penting daripada gelar atau kemenangan. Persahabatan yang terbentuk dianggap sebagai warisan paling berarti dari perjalanan panjang mereka di dunia balap.
Menariknya, ia juga memberikan pandangan realistis bahwa dirinya tidak melihat Márquez akan terus membalap hingga usia yang sangat jauh. Menurutnya, dunia MotoGP memiliki batas alami yang akan memisahkan pembalap dari lintasan cepat atau lambat.
Di sisi lain, Santi Hernández menilai bahwa perubahan regulasi besar yang akan terjadi pada 2027 akan membawa dampak signifikan bagi MotoGP. Perubahan tersebut tidak hanya mencakup kapasitas mesin yang kembali ke 850cc, tetapi juga meliputi bahan bakar, sistem elektronik, aerodinamika, ban, hingga perangkat bantu yang selama ini menjadi bagian penting dari balapan modern.
“Ini akan menjadi perubahan yang cukup besar karena banyak aspek akan berubah sekaligus. Bukan hanya mesin, tetapi juga seluruh paket teknisnya,” tuturnya.
Dengan pengalaman tiga dekade di dunia MotoGP, Santi Hernández menutup refleksinya dengan pandangan bahwa perjalanan panjangnya di paddock telah memberinya segalanya: kemenangan, pengalaman, dan yang paling penting, hubungan manusia yang bertahan melampaui dunia balap itu sendiri.







