GP Nesia – Pembalap Red Bull KTM Tech3, Rico Salmela, mengakui menjalani akhir pekan yang berat setelah menerima hukuman penalti pada balapan Moto3 Catalunya 2026.
Situasi tersebut membuat performanya tidak optimal, ditambah dengan kendala teknis yang muncul di tengah balapan di Sirkuit Catalunya, Barcelona.
Hukuman long lap penalty dijatuhkan kepada Rico Salmela setelah ia dinilai menghalangi jalur pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, pada sesi practice.
Penalti itu berdampak langsung pada ritme balapnya, meski ia tetap berupaya menjaga kecepatan kompetitif di lintasan.
Sebagai rookie pada musim ini, Salmela sebenarnya sempat menunjukkan potensi menjanjikan. Ia mencatat dua hasil terbaik dengan finis di posisi keenam pada Grand Prix Brasil dan Amerika Serikat.
Namun, memasuki rangkaian balapan di benua Eropa, performanya belum kembali stabil.
Dalam tiga seri terakhir, pembalap asal Finlandia itu hanya mampu mengamankan satu poin dari hasil finis ke-15 di GP Spanyol. Sementara itu, pada GP Prancis dan Catalunya, ia harus pulang tanpa tambahan poin.
Pada balapan Catalunya, Rico Salmela memulai dari posisi ke-15 dan menyelesaikan lomba di posisi ke-17.
Ia mengakui awal balapan berjalan cukup baik, termasuk saat dirinya sempat terlibat kontak ringan di sektor kedua, namun tetap mampu melanjutkan dengan ritme kompetitif serta beberapa manuver menyalip.
Setelah menjalani long lap penalty, kondisi balapan menjadi semakin sulit. Ia sempat kembali bergabung dengan rombongan pembalap di depan, tetapi masalah baru muncul di pertengahan lomba.
Menurut penuturannya, ban depan mulai mengalami penurunan performa sehingga ia harus mengubah gaya balap secara signifikan untuk mengimbanginya. Tidak lama setelah itu, motor yang ia gunakan mengalami gangguan pada bagian gearbox.
Masalah perpindahan gigi terjadi antara gigi tiga ke empat dan empat ke lima, yang membuat perpindahan gigi tidak berjalan normal.
Kondisi ini menyebabkan Rico Salmela kehilangan banyak waktu di setiap lap karena harus berjuang mengendalikan motor dalam kondisi tidak ideal.
Meski demikian, ia masih sempat melakukan beberapa overtaking. Namun, kombinasi penalti, penurunan ban depan, dan kerusakan gearbox akhirnya membuat posisinya terus merosot hingga garis finis.
Di balik hasil kurang memuaskan tersebut, Rico Salmela tetap melihat sisi positif dari performanya, terutama terkait kecepatan dasar yang masih kompetitif. Ia menilai bahwa tanpa gangguan teknis, dirinya berpotensi bertarung di grup terdepan.
Menatap seri berikutnya di GP Italia yang dijadwalkan berlangsung pada 29–31 Mei 2026 di Mugello, Salmela menunjukkan optimisme tinggi.
Ia menegaskan bahwa tim akan berusaha memperbaiki masalah yang terjadi dan kembali tampil lebih kuat pada seri selanjutnya.







