Raul Fernandez Tuding Jorge Martin Penyebab Tabrakan di Catalunya

Avatar photo
Raul Fernandez Trackhouse Racing
FOTO: Trackhouse Racing

GP Nesia – Insiden dramatis mewarnai restart terakhir MotoGP Catalunya 2026 ketika duel sesama pembalap Aprilia berujung kecelakaan yang melibatkan Raul Fernandez dan Jorge Martin hingga memicu perdebatan panas di paddock.

Peristiwa ini terjadi di Tikungan 5 dan langsung menjadi sorotan karena terjadi saat perebutan posisi penting dalam balapan.

Pada fase restart tersebut, Jorge Martin tengah berada dalam tekanan untuk mengamankan poin krusial dalam persaingan klasemen.

Ia sempat berada di posisi kedua di belakang Pedro Acosta, namun situasi berubah cepat ketika rombongan pembalap memasuki sektor teknis lintasan.

Ketegangan meningkat saat dua motor Aprilia saling terlibat duel ketat.

Dalam momen tersebut, terjadi kontak di Tikungan 5 yang membuat Martin kehilangan kendali dan akhirnya tergelincir ke area gravel, sehingga gagal melanjutkan balapan dan tidak meraih poin.

Menurut penjelasan pihak terkait, manuver yang terjadi bermula ketika salah satu pembalap mencoba melakukan overtake dari sisi dalam di Tikungan 5.

Kontak terjadi tepat di apex tikungan ketika kedua motor berada dalam jarak sangat dekat. Situasi ini memicu perbedaan pandangan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Dalam keterangannya, Raul Fernandez menyatakan bahwa ia berada di racing line yang benar dan menilai manuver yang dilakukannya merupakan upaya menyalip yang sah.

Ia juga menegaskan bahwa dari sudut pandangnya, lawan balapnya justru melakukan perubahan arah yang menyebabkan kontak tidak terhindarkan.

Fernandez mengungkapkan bahwa dirinya sempat terdistraksi oleh situasi kacau di lintasan lurus belakang sebelum memasuki tikungan tersebut, termasuk benturan akibat puing dari insiden sebelumnya yang melibatkan pembalap lain.

Meski demikian, ia menilai kecepatannya saat memasuki Tikungan 4 hingga 5 berada dalam kondisi kompetitif untuk melakukan overtaking.

Dalam analisisnya terhadap insiden tersebut, Raul Fernandez kembali menegaskan bahwa data telemetri dari tim menunjukkan dirinya tidak melakukan kesalahan.

Ia menyebut tidak ada kecepatan berlebihan maupun pelebaran jalur yang dilakukan saat mencoba menyalip.

Menurutnya, data tersebut juga memperlihatkan adanya perubahan arah dari lawan saat ia berada di posisi menyalip.

Lebih jauh, Raul Fernandez menambahkan bahwa dirinya melihat adanya perubahan garis balap yang membuat situasi semakin sulit dihindari.

Ia menyebut bahwa saat proses overtaking berlangsung, posisi motor lawan kembali masuk ke racing line sehingga menyebabkan tabrakan tidak dapat dielakkan.

Meski demikian, ia tetap menyampaikan kekecewaan mendalam karena insiden tersebut merugikan tim Aprilia secara keseluruhan.

Menurutnya, hasil seperti ini tidak mencerminkan usaha tim yang sudah bekerja keras sepanjang akhir pekan balapan.

Setelah kejadian tersebut, steward MotoGP melakukan peninjauan terhadap insiden di Tikungan 5.

Namun, hasil evaluasi akhirnya menyatakan tidak ada pelanggaran yang cukup untuk memberikan penalti kepada salah satu pembalap yang terlibat, sehingga tidak ada tindakan lanjutan yang diambil.

Di sisi lain, suasana paddock sempat memanas setelah insiden tersebut. CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, terlihat terlibat diskusi serius dengan bos Trackhouse Racing, Davide Brivio, yang membahas situasi di lintasan sesaat setelah balapan berakhir.

Sementara itu, Jorge Martin memilih untuk tidak memberikan komentar kepada media usai balapan, meninggalkan banyak pertanyaan terkait sudut pandangnya atas insiden yang membuatnya gagal finis dan kehilangan peluang penting dalam persaingan musim ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *