Example floating
Example floating

Pierre Gasly Kembali Rebut Podium Monaco Setelah Penalti Dicabut

Avatar photo
Pierre Gasly
FOTO: FORMULA1.COM

GPNesia.com – Pembalap Alpine, Pierre Gasly, akhirnya bisa bernapas lega setelah status podium yang sempat hilang di Grand Prix Monaco 2026 resmi kembali menjadi miliknya.

Keputusan terbaru para steward mengubah hasil balapan Monte Carlo dan mengembalikan posisi ketiga kepada pembalap asal Prancis tersebut.

Awalnya, Pierre Gasly mengawali akhir pekan di Monaco dengan performa impresif dan berhasil menyelesaikan balapan di posisi ketiga.

Namun, dua penalti akibat dugaan pelanggaran batas kecepatan di pitlane membuatnya terdegradasi ke posisi ketujuh setelah lomba berakhir.

Hampir lima hari setelah balapan, Alpine mengajukan Hak Peninjauan terhadap keputusan tersebut.

Setelah menelaah kembali seluruh bukti yang tersedia, para steward Grand Prix Monaco memutuskan bahwa Gasly tidak melakukan pelanggaran yang dituduhkan. Keputusan itu membuat dua penalti sebelumnya dibatalkan.

Dengan pencabutan hukuman tersebut, Pierre Gasly kembali tercatat finis di posisi ketiga dan mengamankan podium keenam dalam karier Formula 1-nya.

Sebaliknya, Isack Hadjar kehilangan tempat di podium dan turun dari posisi ketiga yang sempat diraihnya setelah revisi hasil balapan sebelumnya.

Gasly mengaku sangat bangga terhadap upaya yang dilakukan tim Alpine dalam memperjuangkan kasus tersebut.

Kepada Sky Sports di Barcelona pada Jumat, ia mengungkapkan bahwa periode setelah balapan Monaco menjadi salah satu momen paling emosional dalam kariernya.

“Saya sangat senang untuk seluruh tim dan sangat bangga dengan cara mereka memperjuangkan hasil ini untuk kami semua,” ujar Gasly.

Pembalap berusia 30 tahun itu mengakui dirinya merasa terpukul pada Minggu malam setelah balapan. Menurutnya, berbagai emosi bercampur menjadi satu setelah hasil yang diraih di lintasan harus hilang karena keputusan penalti.

“Saya harus mengakui bahwa pada Minggu malam saya merasa sangat sedih. Ada banyak emosi yang bercampur. Saya bangga dengan performa tim, tetapi juga sangat kecewa dengan seluruh keputusan dan situasi yang terjadi. Saya merasa ada ketidakadilan dalam proses tersebut dan tidak tahu bagaimana semuanya akan berakhir,” katanya.

BACA JUGA:  Isack Hadjar Frustrasi di Kualifikasi GP Kanada 2026 Usai Gagal Tembus Tiga Besar

Gasly juga memberikan apresiasi kepada Formula 1 dan FIA atas keterbukaan dalam menangani kasus tersebut. Ia menilai transparansi yang ditunjukkan seluruh pihak menjadi langkah positif bagi olahraga balap dunia.

“Saya sangat bangga kepada F1 dan FIA atas transparansi mereka serta pengakuan tanggung jawab semua pihak yang terlibat. Dengan begitu banyak hal yang dipertaruhkan dalam kejuaraan dunia, situasi seperti ini memang sangat rumit. Saya pikir ini merupakan langkah maju yang besar bagi olahraga kami,” lanjutnya.

Meski demikian, mantan pemenang Grand Prix Italia 2020 itu mengakui bahwa keputusan tersebut tidak dapat mengembalikan momen spesial yang telah terlewatkan. Ia kehilangan kesempatan berdiri di podium Monaco tepat setelah balapan berakhir dan merasakan perayaan bersama para pendukung serta tamu kehormatan.

“Itu tidak akan mengembalikan apa yang telah hilang. Saya sudah menerima kenyataan itu. Saya tentu ingin merasakan bagaimana rasanya berdiri di podium, bersama pangeran, dan merayakannya dengan teman-teman,” ujarnya.

Menurut Pierre Gasly, pengalaman seperti itu merupakan salah satu momen yang membuat perjalanan seorang pembalap Formula 1 terasa begitu istimewa. Namun ia memilih menerima keadaan dan berharap kesempatan serupa akan datang kembali di masa depan.

“Saat ini saya sangat bangga dengan cara tim menangani situasi ini. Mereka terus mendukung saya, memajukan kasus kami, dan benar-benar memperjuangkannya. Ini kabar yang sangat baik, meskipun terasa agak aneh merayakannya pada Jumat pagi,” tambahnya.

Selain mengembalikan kebanggaan pribadi, podium tersebut juga memberikan dampak penting bagi Alpine dalam perebutan klasemen konstruktor. Tambahan poin dari posisi ketiga membantu tim asal Prancis itu mempertahankan posisi kelima di klasemen sementara.

Gasly menegaskan bahwa pencapaian tersebut memiliki arti besar mengingat kondisi Alpine setahun sebelumnya yang jauh dari kompetitif. Tim memilih fokus pada regulasi baru musim 2026 setelah melalui musim 2025 yang sulit.

BACA JUGA:  Max Verstappen Pemenang F1 GP Bahrain 2024

“Poin-poin ini sangat penting. Kita tidak boleh lupa bahwa 12 bulan lalu, bahkan enam bulan lalu di Abu Dhabi, posisi kami sangat berbeda,” katanya.

“Tahun lalu merupakan musim yang panjang. Mobil kami tidak cukup kompetitif dan seluruh tim bekerja keras untuk membalikkan keadaan dengan regulasi baru. Sampai sejauh ini kami berhasil mencetak poin di setiap putaran musim ini.”

Ia meyakini momentum positif yang sedang dirasakan Alpine akan memberikan dampak besar terhadap suasana internal tim dan menjadi modal penting untuk menghadapi balapan-balapan berikutnya.

“Ini waktu yang tepat dan momentum yang baik. Saya yakin hasil ini akan membawa banyak hal positif serta atmosfer yang tepat di dalam tim. Ini hanya akan berdampak baik untuk masa depan,” tuturnya.

Meski Alpine merayakan keberhasilan tersebut, polemik hasil Grand Prix Monaco 2026 belum sepenuhnya berakhir. Red Bull dan McLaren telah menyatakan niat untuk mengajukan banding terhadap keputusan para steward. Kedua tim memiliki waktu 96 jam untuk menentukan apakah akan melanjutkan proses protes resmi.

Mercedes juga masih mengevaluasi langkah yang bisa ditempuh. Kepala tim Mercedes, Toto Wolff, mengungkapkan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan tim hukum mengenai berbagai opsi yang tersedia pasca keluarnya putusan tersebut.

Bagaimana Respons Isack Hadjar?

Perubahan hasil Grand Prix Monaco turut berdampak langsung kepada Isack Hadjar. Pembalap muda Prancis itu menjadi pihak yang kehilangan podium setelah posisi ketiga kembali diberikan kepada Gasly.

Sebelum keputusan final diumumkan, Hadjar mengaku tidak terlalu memikirkan kemungkinan kehilangan hasil tersebut. Ia menilai performanya sepanjang musim sudah cukup membuktikan kualitasnya sebagai rekan setim yang mampu mendukung Max Verstappen.

“Ini akan menjadi sesuatu yang disayangkan untuk catatan sejarah saya di Monaco karena akan terlihat bagus jika saya menandatangani kontrak dengan Red Bull di Monaco setelah memenangkan balapan dan meraih podium pertama saya untuk Red Bull di sana,” ujar Hadjar menjelang Grand Prix Barcelona.

BACA JUGA:  Max Verstappen dan Sisi Egois yang Membelah Dunia F1

Meski demikian, ia mengakui konsekuensi terbesar dari perubahan hasil adalah hilangnya tiga poin yang sebelumnya telah ia kantongi dari podium tersebut.

“Satu-satunya kerugian adalah tiga poin yang akan diambil dari saya. Podium itu sudah saya dapatkan, emosi itu sudah saya rasakan, jadi yang hilang hanyalah tiga poin,” kata Hadjar.

Minggu, 14 Juni 2026

ARRC ASB1000 Motegi 2026, Hafizh Syahrin Menangi Race 1 di Jepang

Pierre Gasly resmi merebut kembali podium GP Monaco 2026 usai penalti dicabut. Alpine raih poin penting, sementara Isack Hadjar kehilangan podium.

Minggu, 14 Juni 2026

Hasil Race 1 ARRC SS600 Motegi 2026: Hikari Okubo Menang, Herjun Atna Firdaus Naik Podium

Pierre Gasly resmi merebut kembali podium GP Monaco 2026 usai penalti dicabut. Alpine raih poin penting, sementara Isack Hadjar kehilangan podium.

Minggu, 14 Juni 2026

Hasil Race 1 ARRC AP250 Motegi 2026, Hiroki Ono Menang dan Irfan Ardiansyah Kedua

Pierre Gasly resmi merebut kembali podium GP Monaco 2026 usai penalti dicabut. Alpine raih poin penting, sementara Isack Hadjar kehilangan podium.

Minggu, 14 Juni 2026

Jadwal Moto3 Ceko 2026 di Automotodrom Brno: Rangkaian Sesi Balap hingga Race Utama

Pierre Gasly resmi merebut kembali podium GP Monaco 2026 usai penalti dicabut. Alpine raih poin penting, sementara Isack Hadjar kehilangan podium.

Minggu, 14 Juni 2026

Astra Honda Racing Team Optimis Melaju di ARRC Motegi 2026

Pierre Gasly resmi merebut kembali podium GP Monaco 2026 usai penalti dicabut. Alpine raih poin penting, sementara Isack Hadjar kehilangan podium.

Minggu, 14 Juni 2026

Franco Morbidelli di Balaton Park, Antara Puas dan Kecewa

Pierre Gasly resmi merebut kembali podium GP Monaco 2026 usai penalti dicabut. Alpine raih poin penting, sementara Isack Hadjar kehilangan podium.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *