GPNesia.com – Iker Lecuona menutup akhir pekan World Superbike (WorldSBK) di Hungaria dengan kisah penuh naik-turun di Sirkuit Balaton Park, Sabtu (2/5).
Pembalap asal Valencia itu sempat menunjukkan dominasinya pada sesi latihan Jumat, namun situasi berubah drastis ketika ia harus menerima penalti tiga posisi di grid yang membuatnya kehilangan posisi start ideal pada balapan utama.
Meski demikian, Iker Lecuona mampu membalikkan keadaan dengan performa impresif di hari balapan.
Ia memulai dari posisi kedelapan, namun berhasil melakukan sejumlah manuver penting dan menutup lomba di posisi kedua, hanya terpaut sekitar 2,5 detik dari pemenang balapan, Nicolò Bulega.
Sepanjang akhir pekan, Lecuona mengaku perasaannya naik turun akibat perubahan setelan motor yang tidak berjalan sesuai harapan.
Ia menyebut kombinasi perubahan kecil dari FP3 hingga kualifikasi justru membuat performa motor tidak stabil.
“Saya sedikit frustrasi karena tahu ini kesempatan untuk bertarung menang,” ungkapnya seperti dikutip dari Motosan.
Ia juga menjelaskan bahwa tim akhirnya kembali ke setelan dasar dan beberapa komponen lama yang justru membuat motor kembali kompetitif.
Pada sesi kualifikasi, masalah pada Ducati Panigale V4R miliknya semakin terlihat jelas. Grip ban dan stabilitas motor tidak konsisten, bahkan ia mengalami selip berlebihan sejak keluar pit lane.
Lecuona mencatat bahwa kondisi tersebut sangat berbeda dibandingkan hari sebelumnya ketika ia mampu mencatat waktu kompetitif dengan ban yang sudah digunakan puluhan lap.
“Tidak ada yang berfungsi, saya tidak bisa mencatat waktu. Rasanya seperti bencana,” ujarnya menggambarkan sesi tersebut.
Situasi kian rumit setelah ia menerima penalti akibat terlalu lambat di salah satu sektor lintasan.
Meski kecewa, Iker Lecuona tetap menerima keputusan tersebut dan fokus pada balapan.
Start dari posisi kedelapan di trek yang dianggap menantang membuatnya harus ekstra waspada, terutama pada tikungan awal yang pernah menjadi titik insiden di musim sebelumnya.
Namun, justru dari situ ia menunjukkan kualitasnya. Lecuona melakukan banyak overtaking penting, menjaga ritme balapan, dan secara konsisten menekan ke depan hingga berhasil menembus posisi podium.
Ia bahkan sempat menempel ketat rekan setimnya dan terus memangkas jarak hingga akhir lomba.
Ia juga menyoroti performa luar biasa Niccolò Bulega yang tengah mencatatkan rekor 14 kemenangan beruntun di musim ini.
Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan level yang sangat tinggi dan sulit ditandingi.
Meski begitu, ia percaya dirinya memiliki potensi untuk bersaing di level yang sama jika memulai balapan dari posisi yang lebih baik.
Dalam momen lain di akhir pekan tersebut, Iker Lecuona juga menarik perhatian dengan dua aksi penyelamatan ekstrem di lintasan yang disebut mirip gaya balap Marc Márquez.
Ia mengakui bahwa salah satu momen bahkan membuatnya merobek bagian pakaian balap tanpa disadari, namun kejadian itu justru meningkatkan kepercayaan dirinya terhadap motor.
Menutup akhir pekan, Lecuona menegaskan bahwa ia kini merasa semakin memahami karakter motor yang ia kendarai.
Dengan adaptasi yang terus meningkat bersama tim, ia optimistis bisa tampil lebih kuat pada sesi Superpole Race dan balapan berikutnya.
Ia pun menyebut sudah berada di level pemahaman hampir sempurna terhadap motornya, serta siap kembali menantang dominasi di WorldSBK.







