GPNesia.com – Dalam persaingan awal musim MotoGP 2026, pembalap muda KTM, Pedro Acosta, menilai masih ada satu aspek krusial yang membuat pabrikan Austria tersebut tertinggal dari Aprilia, yakni kemampuan menikung. Meski motor RC16 mengalami peningkatan signifikan, ia menegaskan bahwa sektor tersebut masih menjadi pekerjaan rumah terbesar tim.
Aprilia tampil sangat dominan pada tiga seri pembuka di luar Eropa yang berlangsung di Asia dan Amerika. Pabrikan Italia itu bahkan melanjutkan tren positif yang sudah dimulai sejak akhir musim 2025 di GP Portugal. Salah satu kunci keberhasilan tersebut adalah performa konsisten dari Marco Bezzecchi, yang berhasil mempertahankan rentetan kemenangan Aprilia di awal musim.
Di sisi lain, KTM menunjukkan perkembangan yang cukup menjanjikan. Motor RC16 yang telah diperbarui terbukti lebih kompetitif di tangan Pedro Acosta, yang berhasil membawa tim asal Mattighofen tersebut naik ke posisi kedua klasemen tim serta ketiga di klasemen konstruktor. Salah satu peningkatan paling signifikan datang dari manajemen ban, yang sebelumnya menjadi kelemahan utama KTM.
Meski begitu, Acosta tidak menutup mata terhadap jarak performa dengan para rival utama. Ia menilai baik Aprilia maupun Ducati masih berada satu hingga dua langkah di depan KTM dalam hal keseluruhan paket motor.
“Sepertinya Aprilia menemukan sesuatu yang membuat motor mereka lebih unggul dibandingkan pabrikan lain,” ungkapnya. Ia menyoroti bahwa sejak era Aleix Espargaro, kemampuan menikung Aprilia sudah terlihat sangat menonjol.
Menurut Pedro Acosta, keunggulan itu terlihat jelas pada stabilitas Aprilia saat memasuki tikungan pertama dan saat melakukan perubahan arah. Ia menyebut Marco Bezzecchi dan Jorge Martin mampu menjaga ritme tanpa kesalahan berarti, sesuatu yang masih sulit diikuti oleh KTM saat ini.
“Ketika kami harus memaksakan diri untuk mengikuti ritme mereka, kami justru sering melakukan kesalahan kecil,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa karakter menikung bukanlah keunggulan utama KTM saat ini.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa timnya memahami keterbatasan yang ada. “Kami sadar posisi kami sekarang. Aprilia dan Ducati masih selangkah, bahkan mungkin dua langkah di depan,” katanya. Target realistis KTM saat ini, menurutnya, adalah konsisten berada di posisi lima besar setiap balapan.
Dalam klasemen sementara, Pedro Acosta menempati posisi ketiga kejuaraan dengan 60 poin, di bawah dua pembalap Aprilia. Ia telah mencatat dua podium di balapan utama serta satu kemenangan sprint pada musim 2026 sejauh ini.
Sementara itu, Enea Bastianini mulai menunjukkan perkembangan dengan mendekati performa Acosta pada beberapa seri, termasuk di Austin ketika ia mampu meraih podium sprint dan finis keenam di balapan utama. Performa tersebut dianggap penting untuk membantu pengembangan motor KTM secara keseluruhan.
Acosta juga menekankan pentingnya penyetelan motor yang lebih universal agar semua pembalap KTM bisa tampil kompetitif. Ia menilai performa Bastianini menjadi contoh positif bagi pengembangan set-up dasar motor.
“Saya senang melihat Enea membuat kemajuan besar karena itu membantu kami sebagai tim untuk berkembang lebih cepat,” ujar Pedro Acosta. Ia menambahkan bahwa KTM perlu menemukan basis set-up yang memungkinkan semua pembalap tampil cepat secara konsisten.
Memasuki rangkaian balapan di Eropa, persaingan diprediksi akan semakin ketat dengan kondisi lintasan yang lebih dingin serta karakter sirkuit yang lebih teknis. Hal ini diyakini akan menjadi ujian baru bagi seluruh pabrikan, termasuk KTM, Aprilia, dan Ducati.
Menatap peluang kemenangan pertamanya di MotoGP kelas utama, Pedro Acosta memilih realistis. “Waktu yang akan menjawab. Setiap balapan sekarang seperti tanda tanya,” ujarnya. Ia menilai bahwa meski KTM mampu bersaing di beberapa kondisi, peluang untuk mengalahkan Aprilia dan Ducati masih terbatas.
Ia juga menyoroti bahwa kedua rival tersebut tampil kompetitif di hampir semua jenis sirkuit, baik yang banyak tikungan maupun kondisi teknis lainnya. Oleh karena itu, balapan di Jerez disebutnya akan menjadi salah satu indikator penting untuk melihat sejauh mana KTM bisa bersaing di Eropa.
Baca berita terbaru hari ini seputar MotoGP, Moto2, Moto3, F1 dan Otomotif di GPNesia.com melalui Google News + Facebook
