GPNesia.com – Pembalap KTM asal Afrika Selatan, Brad Binder, menunjukkan sikap positif yang tinggi menyusul sesi pengujian tengah musim yang baru saja dilaksanakan di sirkuit Jerez usai berlangsungnya Grand Prix Spanyol 2026.
Rider berusia 29 tahun ini mengaku puas dengan perkembangan terbaru yang ditunjukkan oleh tim pabrikan Austria tersebut melalui berbagai komponen upgrade yang diuji coba.
Usai menyelesaikan rangkaian balapan di akhir pekan Spanyol, seluruh pembalap MotoGP memang masih bertahan di Jerez untuk menjalani tes resmi pertama di pertengahan musim kompetisi kelas premier.
Bagi sebagian besar peserta, momentum ini dimanfaatkan secara maksimal untuk menguji berbagai peningkatan teknis yang dapat mendukung performa mereka pada sisa kampanye musim ini, sekaligus memberikan kesempatan emas untuk menjajal prototipe awal guna menghadapi era regulasi baru MotoGP yang akan diberlakukan tahun depan dan diprediksi akan mengubah dinamika persaingan di grid.
Khusus bagi KTM, waktu tes di sirkuit Andalusia tersebut dimanfaatkan untuk menyempurnakan berbagai detail krusial dari upgrade terkini mereka. Bintang utama pabrikan berwarna oranye itu, Brad, pun tak segan membagikan pemikiran dan analisisnya mengenai hasil pengujian yang telah dijalani sepanjang hari.
Dalam keterangan resminya kepada media setelah rampungnya tes tengah musim MotoGP di Jerez, Brad Binder menyampaikan kepuasan yang cukup besar terhadap progress terbaru yang dicapai oleh KTM.
Pembalap kelahiran Potchefstroom itu memulai komentarnya dengan menyoroti program pengembangan pabrikan asal Austria tersebut, seperti dikutip dari Speedweek, “Kami melakukan pengujian terhadap beberapa varian fairing yang berbeda. Respons motor saat melakukan manuver di tikungan cepat terasa sedikit lebih optimal dengan penggunaan fairing tersebut, dan itu merupakan kabar yang sangat positif.”
“Kami juga melakukan eksperimen dengan peredam kejut belakang yang memiliki spesifikasi berbeda. Modifikasi ini memungkinkan kami untuk membuat gerakan motor menjadi lebih halus dan terkontrol. Sebagai hasilnya, kami berhasil mendapatkan kontrol handling yang jauh lebih baik saat memasuki area tikungan, dan keuntungan ini juga tetap terasa saat kami melakukan akselerasi keluar dari tikungan,” tambahnya dengan antusias.
“Ini adalah dua perubahan yang tergolong kecil namun berada di area yang memang sangat kami butuhkan untuk diperbaiki. Saat ini para engineer sudah memiliki waktu yang cukup untuk menganalisis seluruh hal-hal kecil yang telah kami uji coba. Langkah selanjutnya adalah menggabungkan semua elemen tersebut menjadi satu paket yang sempurna,” jelas Binder dengan penuh keyakinan.
Pemenang balapan Grand Prix sebanyak dua kali itu kemudian menerima pertanyaan mengenai ketersediaan upgrade tersebut untuk digunakan pada akhir pekan depan, di mana seluruh pembalap MotoGP akan berkumpul di sirkuit Le Mans untuk menyelenggarakan Grand Prix Prancis.
Dengan nada yang tetap optimis, ia menjawab, “Saya tidak bisa memastikan dengan pasti, namun saya perkirakan memang akan tersedia. Perilaku motor saat melakukan cornering terasa sedikit lebih baik dengan upgrade tersebut, terutama di bagian tengah dan paruh kedua tikungan, di mana saat ini kami sering kali kehilangan waktu yang cukup signifikan selama akhir pekan balapan berlangsung. Memang perubahan ini tidak langsung membuat motor kami menjadi jauh lebih cepat dalam hal top speed, namun feeling-nya terasa jauh lebih baik dan nyaman.”
Apabila optimisme yang ditunjukkan oleh Brad Binder terhadap perkembangan terbaru KTM ini ternyata benar-benar terbukti dan tercermin dalam hasil-hasil yang diraihnya sepanjang tahun ini, maka hal tersebut bisa menjadi faktor penentu yang sangat krusial bagi pembalap Afrika Selatan tersebut untuk mempertahankan tempatnya di grid MotoGP pada musim depan.
Saat ini, posisinya memang terancam harus meninggalkan kelas premier lebih cepat dari yang direncanakan disebabkan oleh ketidakmampuannya untuk menyamai level performa yang ditampilkan oleh rekan setimnya, Pedro Acosta. Problem utama yang dihadapi tampaknya bersumber dari kecepatan single lap-nya yang masih belum konsisten. Selama periode 14 bulan berpasangan dengan Acosta di KTM, ia sama sekali belum pernah berhasil mengungguli pembalap muda berkebangsaan Spanyol tersebut dalam sesi kualifikasi di setiap kesempatan balapan.
Menurut analisis dari pengamat balap MotoGP, Neil Hodgson, sesi kualifikasi telah bertransformasi menjadi semacam ‘titik lemah’ atau weak point bagi Binder di ajang MotoGP, namun jika ia berhasil memperbaiki aspek tersebut, maka itu bisa menjadi pembeda antara tetap bertahan di grid tahun depan atau harus mencari tim baru di tempat lain.
KTM sendiri diperkirakan akan melakukan perombakan susunan pembalap mereka untuk menyambut era baru kelas utama tahun depan, dan kursi-kursi available di tim-tim pabrikan mulai terisi dengan cepat, meskipun hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari manajemen tim. Kembali menunjukkan performa terbaiknya pada Grand Prix Prancis yang akan datang tentu akan sangat membantu meningkatkan peluang Binder untuk mempertahankan karirnya di MotoGP.







